My Little Hubby

My Little Hubby
Siapa Mereka?


__ADS_3

POV Author


Malam ini adalah acara dimana semua anggota ternama hadir ke acara pesta perayaan. Dengan pakaian pesta formal ala porm night dan penuh kemewahan yang elegan. Tak lupa keluarga bermarga Wicaksana, Nova, dan Rana ikut serta menghadiri acara besar Perusahaan keluarga Duke.


*****


Setelah keluarga Wicaksana, Nova, dan Rana sampai di acara besar Perusahaan keluarga Duke. Yang tentunya 4 Keluarga besar yang mempengaruhi faktor perusahaan di dalam negeri.


Sebenarnya masih ada 1 keluarga yang sangat berpengaruh bagi perusahaan di dalam negeri, namun menghilang selama bertahun-tahun. Hingga kini tak di ketahui siapa salah satu keluarga tersebut yang masih tersisa.


POV Caca Nandika


'Astaga... Ini beneran istana? Atau castle? Eh... Bentar deh bukannya sama aja ya... Hahaha, dasar aku...'


Setelah sampai disana aku bengong sesaat, dan tidak percaya akan mendatangi acara semegah ini.


"Ayo masuk", ajak Ayah Rendy.


Kami pun mulai berjalan mengikuti perintah.


Namun, tiba-tiba penjaga disana mengoreksi para tamu. Sehingga membuatku panik.


Rendy yang melihatku sedikit khawatir, ia mulai memegangi bahuku agar aku tetap tenang.


"Rendy, kenapa seketat itu mereka mengoreksi para tamu? Memangnya sungguh sepenting itu acara ini? ",tanyaku dengan menggebu diikuti perasaan kesal.


Dan ya dia makin membuatku kesal karena tidak menjawabku, namun malah tersenyum simpul dan sedikit menahan tawa. Bukankah seharusnya dia tahu kalau aku baru pertama kali ini mengikuti acara seperti ini?!.


Heran deh sama orang macam begini.


Setelah sampai pada antrian masuk dan tiba di tanyai ini itu. Aku pun terkaget ditanyai dengan bahasa Asing (Perancis). Memang aneh, kenapa malah menyewa penjaga dari negara lain. Padahal masih bisa memilih penjaga dari dalam negeri. Sungguh sombong ya, orang kaya di dalam hidupku. Oh, iya... tiba-tiba aku jadi teringat si kecil itu. Kalian pasti tau bukan? Orang yang aku maksud, ya Mini WO, kalau teringat dia perasaanku jadi bercampur tidak jelas. Mungkin jika bisa digambarkan seperti tali kabel yang tergulung dengan asal dan menjadi rumit kalau dibenarkan.


"Quel est votre nom, mademoiselle?"


("Siapa nama Nona?")


"Avez-vous une carte d'invitation?"


("Apakah Anda membawa kartu undangan?")


Ha? Apa? Ngomong apa? Beneran deh? Dari planet mana sih?


"Elle s'appelle Caca Nandika"


("Dia bernama Caca Nandika")


"Et nous sommes de la famille Rana qui l'a invité"


("Dan kami dari keluarga Rana yang mengajaknya")


Aku hanya menatap bingung.


"Penjaganya lagi ngomong bahasa Prancis, Ca",bisik Rendy.


Aku hanya mengangguk. Karena sudah di bantu menjawab oleh keluarga Rendy, aku lega sudah terselamatkan. Walaupun dulu di SMP ada pelajaran bahasa Asing, aku tak pernah sedikit pun suka kecuali bahasa Inggris. Ya, pasti pada tahu bahasa Inggris 'kan sudah jadi bahasa umum internasional.


Dan kami pun di persilakan masuk ke dalam. Keluarga Rendy tak sepertiku, mereka menyapa dengan ramah tamah yang lain. Namun, aku sendiri jadi kebingungan mau kemana.


'Ini pesta siapa sih?! Kok sok elegan begini?!',racauku kesal sambil menuju ke arah sofa kosong.


Sedangkan keluarga Rendy menyukai acara ramah tamah di pesta siapa ini? Ini bukankah pesta orang lain? Kenapa mereka malah yang ramah tamah?


"Rendy, temani Caca ke sofa sana.",ucap Ibu Rendy yang sok perhatian. Aku dengar karena aku berjalan beberapa senti dari dirinya berada.


Lalu Rendy mengikutiku dengan berlari kecil di sampingku. Dan mulai menyetarakan langkahnya denganku. Sungguh, hal ini membuatku teringat masa lalu.


flashback ON

__ADS_1


Di taman dekat air sungai. Keluarga kami berlibur bersama karena hari libur semester yang panjang waktu itu. Kejadiannya pada saat aku masih SD.


Aku berdiri dari tempat dudukku dan mulai berjalan sesuka hatiku.


"Ca mau kemana?"


"Mau jalan-jalan sambil tangkap ikan"


"Aku temani ya? "


"Ha? Bukannya kamu takut ikan? Ikan itu licin loh?! "


"A-aku gak setakut itu! Aku berani kok. Kan, aku anak laki-laki."


"Memang bakal pengaruh? Kalau kamu laki-laki berani apapun?"


"Iya! Aku yakin!"


Aku pun berjalan lebih dulu dan diikuti dirinya berlari kecil ke arah sampingku.


Ledekku dengan canda tawa pada saat itu.


flashback OFF


"Ca, mau minum apa? Aku ambilkan ya?"


Kalimatnya membuatku terbuyarkan dari lamunan masa lalu.


"Hmm, terserah, yang penting jus", kataku dengan memalingkan wajah.


Dan Rendy pun pergi menuju ke arah minuman.


Sungguh aneh, aku malah bermalam ria disini. Padahal tadi aku ingin menjenguk ibu setelah menjenguk ayah. Kenapa malah berakhir disini?!


Sudahlah, nikmati saja.


POV Aldo Wicaksana


Tiba-tiba diriku teringat kejadian di sekolah tadi. Tentu saja membuaku jijik dan tak suka pada perempuan. Namun, ada hal unik dari pertemuan dengan perempuan yang tak ku ketahui namanya. Mungkin aku lupa, karena tak terlalu memperhatikan dirinya saat memperkenalkan diri.


Sungguh, diriku jadi penasaran siapa dia ini. Berani sekali membuatku penasaran seperti ini.


Beberapa langkah diriku mulai menuju padanya dengan perlahan ku duduk di sampingnya.


"Rendy, kok cepat banget ambil minumnya?"


Dirinya terkaget dengan memperhatikanku seksama. Sebelumnya dia memanggilku Rendy. Siapa itu? Jadi dia bersama seseorang kemari?


Aku tersenyum pahit mendengar dirinya memanggil nama tersebut.


"Ka-kamu siapa?",tanyanya.


"Ehem. Perkenalkan aku... "


Sebelum aku sempat menyebutkan namaku, tiba-tiba Mama ku datang di sampingku.


"Kamu, ini ya sebentar lagi acaranya mau di mulai. Malah asyik kencan disini."


"Bukan, Ma. Aku cuma mau kenalan Ma sama dia."


"Kamu ini bisanya kalau ngeles gini ya. Bantu urusin usaha Papa mu dulu. Baru kenalan sama cewek!"


"Iya iya Ma, Mama kesana duluan nanti aku nyusul".


Sungguh deh, bikin malu aja. Duh, image ku. Kembali kulihat dirinya dengan terpelongo sesaat melihatku. Dia sekarang mulai menahan tawa.


"Jangan ketawa!",bentakku padanya.

__ADS_1


"Mana ponselmu?!"


Lalu dia segera memberikan ponselnya. Dan ku mulai mencari kesempatan untuk bertukar nomor dengannya. Karena kemungkinan kesempatan tidak akan datang lagi untuk bertemu dengannya. Dan langsung ku suruh dia memberikan ponselnya. Langsung saja ku beri nama Gadis Anggun dalam ponselku.


Dia seperti ketakutan saat ini. Mungkin sikapku yang membuatnya begitu.


Setelah selesai ku berikan ponselnya kembali.


"Tunggu, nanti aku akan kirim pesan untukmu!", ucapku dan mulai meninggalkan dirinya lagi.


Untung saja bisa kabur dari rasa malu. Jujur saja, hampir memerah wajahku saat dirinya menertawaiku karena ulah Mamaku yang tiba-tiba seperti itu.


Setelah itu diriku mencoba menenangkan diri sebantar. Dan menuju ke tempat Mama berada, yang mungkin membuatku merasa bosan.


POV Caca Nandika


"Rendy, kok cepat banget ambil minumnya?"


Tiba-tiba seseorang duduk di sampingku dengan diam. Yang ku kira bahwa dirinya adalah Rendy sahabatku ternyata bukan. Tapi malah laki-laki asing yang tak ku ketahui namanya.


Membuatku terperangah menatapnya yang entah selama beberapa menit.


Dengan tiba-tiba aku mulai memberanikan diri untuk bertanya.


"Ka-kamu siapa?"


"Ehem. Perkenalkan aku... ",saat dia hendak akan mulai mengatakan sesuatu. Namun terpotong oleh sosok yang mungkin mirip ibu Rendy atau mungkin mirip ibuku saat masih hidup. Mereka memperdebatkan hal yang sepele. Dan setelah mereka selesai aku menahan tawa.


Secara tiba-tiba dirinya mulai membentakku yang tak tau apa-apa.


"Jangan ketawa!",bentaknya padaku.


Aku hanya diam membeku seperti orang syok.


Apa mungkin dia malu? Tapi sungguh ini laki-laki cepat sekalo berubah ekspresinya. Dia bukan perempuan ABG yang sedang haid 'kan? Cuaca hati perempuan lebih cepat berubah dibandingkan laki-laki 'kan? Tapi yang ku temui ini apa?


"Mana ponselmu?!", tambahnya.


Langsung saja ku berikan ponselku. Tentu saja bukan, aku sedang kebingungan dengan dirinya yang membentak diriku tiba-tiba.


Ha? Dia ini aneh?! Meminta ponsel orang lain dengan model seperti itu mana aku berani.


'Ayo positif thinking, Ca. Mungkin dia nanti mau minta maaf.'


Dan lalu setelah mengembalikan ponselku dirinya pergi serta mengatakan akan mengirimiku pesan.


...15 Menit Kemudian...


Rendy mendatangiku dengan minuman sesuai permintaanku. Dan menaruhnya di atas meja.


"Ca, kamu nggak mau kesana?"


"Nggak, mending aku duduk disini. Kalau kamu mau ke sana, ya ke sana aja."


"Serius? Aku di suruh Mama, kesana sebagai...."


"Iya-iya-iya, ke sana aja. Aku nggak apa kok disini sendiri."


"Tapi Ca, Mama suruh aku ajak kamu kesana juga."


Hufh... (menghela nafas)


"Iya aku ikut kamu kesana"


Terlihat senyum kecil di bibirnya, setelah berhasil membujukku.


Lalu ku ikuti langkah kakinya ke sana. Tentu saja acara ini tidak jelas bagiku. Jelas-jelas aku ini dari keluarga Dika. Mulai ku perkehatikan pewaris ke-4 keluarga besar dalam negeri.

__ADS_1


'Mereka terlihat familiar dengan orang yang ada di sekolah. Tapi mereka itu siapa ya? '


'Kalau Rendy jelas aku tau tapi mereka bertiga itu siapa?'


__ADS_2