My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 29


__ADS_3

"Kenapa Ella malah keluar?" Tanya Nanda dengan polosnya kepada Lily.Segera setelah melihat sekertarisnya keluar Lily kembali mendekat ke arah Nanda.


"Ella keluar karena ada urusan yang harus dikerjakan.Sudahlah itu tidak penting,Nanda apa kamu sudah makan." Tanya Lily kepada Lelaki didepannya.


"Aku sudah makan di rumah paman Sebelumnya aku mampir kesana.Saat masuk ke kamar,aku melihat baju ini jadi aku putuskan untuk main ke sini.Dan disinilah aku sekarang hm..hm..." Jelas Nanda dengan senyum lugu.Bagi beberapa orang mungkin Nanda hanyalah seorang pengganngu.Namun tidak untuk Lily,baginya senyum sekecil apapun dari Nanda adalah sebuah anugerah.


"Hm.. bagaimana kalau pizza atau sosis.Pasti kamu sudah lamakan tidak makan semua itu." ujar Lily,Lantas dia langsung mencubit manja hidung Nanda.Nanda sedikit mendengakan wajahnya saat Lily mencubit hidung kecilnya.Dia terus memegangi hidungnya untuk berjaga jaga dari serangan susulan yang mungkin akan datang.


"Hahaha.. Iya,aku sudah lama tidak memakannya." Ujar Nanda.Setelah mendengar perkataan Nanda.Lily kembali ke mejanya dan mengambil sesobek kertas dan menuliskan pesanan diatas kertas.


Setelah menuliskan pesanannya Lily kembali berbalik dan berjalan kearah Nanda.Dia melihat tangan kiri Nanda masih melindungi hidungnya sementara tangan kanan Nanda memegangi bola.


"Kamu lagi apa?" Lily menyilangkan kedua tangan didepan dadanya.Dia sedikit memiringkan kepalanya kekanan dan menatap lurus kearah lelaki didepan matanya.Lagi dan lagi lily memberikan senyum manisnya kepada Nanda.


"Aku tahu,kamu pasti mau cubit hidungku lagikan.Kenapa setiap kita ketemu kamu selalu cubit hidungku? Emangsih gak sakit tapi aneh aja." jelas Nanda.dia bahkan sempat melangkah mundur sedikit dan merapatkan pertahanan jari dihidungnya.


"Hahahah... kamu lucu banget.Kali ini aku janji deh gak akan nyubit hidungmu lagi." Ujar lily sambil tertawa.Sungguh lily tidak bisa menahan tawanya jika itu terkait tingkah Nanda.


"Janji ya,jangan bohong." Balas Nanda kembali tersenyum.


"Iya janji,Nih kasih ke bi siti.Nanti dia pesenin lewat telepon,terus habis itu kamu balik lagi ke sini sekalin panggilin pak yogi.Nanti kita main bolanya bareng." Lily kemudian menjulurkan kertas pesanannya ke arah Nanda.Nanda lantas melepaskan bola yang dia pegang dan mengambil kertas ditangan lily.


Ketika kertas itu terlepas dari tangannya.Lily secara cepat langsung mencubit pipi Nanda.Dan dia merasakan beberapa alur kasar disebelah sana.


"Aw.. aw.. aduh sakit." rintih Nanda saat lily mencubit bekas lukanya yang belum mengering.


"Pipimu kenapa? Kamu dipukul sama ella!" Tanya Lily panik.Ekspresinya seketika berubah saat menyadari ada sedikit luka dipipi Nanda.


"Ehmm.. enggak kok.Pipiku luka karena waktu itu aku jatuh jadi ada bekasnya.'' Lagi lagi Nanda berbohong sebelumnya kepada Rima dan kali ini kepada Lily.Tapi Lily dan Rima sangatlah berbeda.Lily langsung tahu bahwa Nanda berbohong kepadanya.


"Kamu bohong sama aku." Lily kemudian meletakkan kedua tangannya dipinggang.Dan tatapannya berubah menjadi agresif.


"Hmm.. nggak.Udahlah aku mau ke bi siti." Nanda sedikit gugup saat menjawab Lily.Lalu dengan cepat,Nanda berbalik dan keluar dari ruangan Lily dan mencari bi siti.

__ADS_1


Beberapa saat setelh Nanda keluar kini giliran istrinya yang masuk dan bertemu dengan Lily.Saat ella masuk pandangan lily langsung mengarah tajam kepada Ella.


"Permisi bu.Saya sudah membatalkan pertemuan ibu dengan 3 klien hari ini.Tapi 1 klien terakhir mengancam jika pertemuan dengannya hari ini dibatalkan.Dia akan memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan kita." Jelas Ella kepada Bossnya.


"Katakan saja ada urusan yang sangat penting sehingga pertemuannya diundur.Kalau dia tetap mengancam,langsung saja kamu putuskan hubungan kerja perusahaan kita dengan klien tersebut." Perintah Lily dengan tegas.Lily benar benar mementingkan Nanda diatas segalanya.Bahkan jika harus kehilangan seorang klien bukanlah masalah baginya.


"Baik bu." Ella sedikit menundukan kepala saat menjawab atasannya.Tapi saat Ella hendak keluar,Lily langsung mencengkram tangan kirinya dengan sangat keras.


"Tunngu La.Ada yang ingin aku bicarakan sebentar." ujar Lily kepada Ella.Saat Ella menatap lily.Mata lily seolah mengatakan bahwa Lily sangat marah kepada dirinya.


"Aw sakit.Lepaskan tanganku lily." Ella memegang tangan lily dan ingin melepaskan cengkraman lily ditangannya.


"Jawab pertanyaanku Ella.Apa kamu sudah memukul Nanda?'' Tanya Lily sedikit berteriak.Ella seketika terdiam dan menatap mata lily beberapa saat.


"Aku tidak pernah memukul Nanda!" Ella menghentakan tangannya kebawah sehingga cengkraman lily berhasil terlepas dari tangannya.


"Apa kamu pikir aku ini bodoh.Aku tahu luka dipipi Nanda akibat terkena benda keras.Pakai apa kamu pukulin Nanda?" Ujar Lily keras.Matanya menukik tajam ke arah wanita yang telah menyakiti Nanda.


"Aku memukulnya karena Nanda bersikap kurang ajar kepadaku." Balas Ella keras.Tatapannya tidak kalah menusuk dari pada Lily.


"Dengar Lily,kamu tidak tahu dan tidak mengerti apapun.Jangan mencampuri urusan rumah tanggaku.Aku tidak menyukainya." Ujar Ella kepada Lily.Ella sangat tidak suka jika ada seseorang yang ingin mencampuri urusan pribadinya.


"Aku tidak peduli dengan rumah tanggamu.Aku hanya peduli kepada Nandaku saja.Jika ada sesuatu yang menimpa Nanda,maka aku juga akan menghancurkanmu.Camkan itu baik baik Ella,Aku tidak bermain main." Ancam Lily dengan sangat tegas.


Dia tidak peduli siapapun orang yang berani menyakiti Nanda.Baginya Nanda adalah orang yang sangat penting dalam kehidupannya.Lily bahkan rela kehilangan segalanya hanya untuk menjaga Nanda.


Ditengah obrolan mereka yang semakin memanas.Tiba tiba pintu terbuka,Nanda sudah kembali dan diikuti oleh pak yogi di belakangnya.


"Hayuk Kita main bola sekarang.Udah ada bung yogi,Ella,sama lily juga." Ucap Nanda menyeringai.


"Baiklah,tapi sepertinya kita harus mensetting tempat ini terlebih dahulu." ucap Pak yogi.


"Kalau begitu,kalian yang mensetting tempat ini.Aku masih punya seorang klien yang harus aku hubungi.permisi." Ella kembali kemeja kerjanya dan menghubungi klien terakhir.

__ADS_1


Sementara itu Nanda,pak yogi,dan juga Lily menyiapkan ruang kantor lily untuk menjadi lapangan dadakan.


"Hey.. ayo bantu pindahkan meja ini." pinta pak yogi.


"Baiklah,tunggu sebentar." Nanda langsung mendekati Pak yogi dan membantunya untuk memindahkan meja besar yang biasa dipakai lily.


Sementara lily menyapu ruangan tersebut lalu meletakkan sepatunya dan sepatu Nanda untuk dijadikan tiang gawang.setelah menyiapkan beberapa kebutuhan lain.Akhirnya terciptalah lapangan 7 meterĂ—4 meter.


"yosh,akhirnya selesai juga.Tunggu dulu dimana cameraku." Nanda kemudian baru menyadari bahwa handycam yang dia bawa menghilang dari tangannya.


ceklek..


Ella kemudian masuk ke arena lapangan sambil memegang Handycam milik Nanda ditangannya.Saat masuk yang langsung disambar oleh tatapan tajam ella adalah bosnya sendiri yaitu Lily.Ella kemudian menyerahkan handycamnya kepada Nanda.


"Baiklah aku akan menaruhnya disini,supaya pertandingan kita terekam dengan jelas." setelah meletakkan camera disudut yang tepat.Nanda kembali bergabung bersama istrinya,serta lily dan juga pak Yogi.


"Bagaimana kalau kita membuat tim dengan dua orang." Saran pak yogi.


"Hal itu tidaklah buruk.kalau begitu aku akan satu tim bersama Nanda." Ucap Lily.


"Baiklah.Ella ayo kit kalahkan bos dan suamimu itu." Ujar pak yogi.Ella hanya mengangguk untuk menjawab pak yogi.


Pertandingan dimulai Ella & Yogi Vs Nanda & Lily.Nanda dan pak yogi telah bersiap melindungi gawang mereka masing masing.Sementara itu Lily dan Ella tengah berhadapan digaris depan.


.


.


.


.


.Like comment Vote.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca novel My little hubby saya ini.pantengin terus keseruan Nanda dan Ella.


Jangan lupa juga commentnya.dadah..


__ADS_2