
Keesokan paginya Nanda sudah berdiri didepan cermin.
"Mas! "
"Kenapa? " Nanda melirik kearah istrinya.
"Aku boleh ikut nggak. Aku kangen sama temen temen. " katanya lirih.
"Boleh! "
"Seriusan! " Ella girang sekali
"Tapi nggak hari ini ya! "
"Ah....! " Berbalik 180° Ella langsung lesu dan bersedih mendengar jawaban suaminya.
"Mas pokoknya aku mau ikut! " Ujar Ella lantang.
Nanda tertawa, besok aja gimana? sambung Nanda jahil.
"Kenapa nggak hari ini aja sih?" sambung Ella kembali cemberut.
"Hari ini aku cuman sebentar, di kantor. aku ada urusan ditempat lain. " Jawab Nanda santai.
__ADS_1
Nanda segera berpamitan pada istri dan mertuanya lalu pergi menuju ke kantor.
Di kantor sendiri Nanda sudah mendapatkan kabar baik dari Arin dan teman teman yang lain. Bagaimana tidak! perusahaannya mendapatkan suntikan dana raksasa yang mencapai 500 miliar rupiah.
Bukan tampa sebab ini semua karena pak syahroni telah menunjukan bukti nyata dari kesepakatannya dengan Nanda. Dia memberi tahu sebagian orang orang yang berada di WI tentang kebenaran dan keberadaan dari Nanda. Sehingga mereka dengan sigap datang ke PT bumi rahayu dan mengucurkan Dana raksasa kepada mereka.
"Saya sudah menepati janji saya. Saya harap kamu juga akan menepati janji kamu! " ujar pak syahroni menyambut Nanda. Nanda mengangguk sambil berjalan menuju ruang meeting.
Didalam sana dia dihadapkan dengan wajah wajah yang lama tidak ia jumpai. Meski begitu Nanda tak merasa asing dengan mereka. Aku tidak akan melupakan wajah wajah dari anak buahku yang paling loyal.
"Tuan muda, kami sangat senang mendengar kalau kamu masih hidup. "
"Begitu juga dengan aku, aku sangat yakin kamu pasti selamat dari tragedi yang mencengkam tersebut. " Ujar yang lain menimpali.
Sementara dari kejauhan Arin dan rekan rekan yang lain terlihat takjub dan kagum. 100 orang datang dengan pakaian rapih dan mereka semua membungkuk memberikan hormat pada si anak cacat, Nanda.
Faiz lalu mengatakan bahwa, setiap orang tersebut adalah orang orang hebat dari Wiratmaja institut. "Jadi ini keagungan Ananda putra Wiratmaja. Aku jadi tidak heran lagi sekarang. Pantas saja Lily menjaga Nanda secara mati matian. " lanjutnya lagi. Arin dan bella mengangguk, begitu juga dengan pak Yogi.
Taoi sesaat kemudian Nanda juga ikut membungkuk dan mengucapkan Terima kasih kepada semua orang yang datang menemuinya.
"Aku tidak tahu harus berkata apa? atau mungkin memulainya dari mana? Tapi ijinkan aku berterima kasih kepada kalian. Karena kalian tetap setia padaku orang yang tidak berguna. " Ujar Nanda.
Nanda kembali menaikan tubuhnya, dia berdiri dengan sangat gagah dan berjalan menemui orang orang nya satu persatu.
__ADS_1
"Sekarang aku hanya punya 1 pertanyaan untuk kalian semua. Apakah kalian masih bisa percaya kepadaku? percaya dengan kepemimpinan yang akan aku bawa." Sembari mengembalikan mereka keposisi tegap Nanda mengeluarkan pidato yang sangat mengagumkan.
"Tentu saja, kamu adalah alasan kenapa kami berdiri disini. Sampai kapanpun kesetiaan kami hanya akan kami serahkan untuk Tuan Muda seorang." Seorang dari mereka berteriak keras dan menjawab pertanyaan dari Nanda.
"Bos, Gua selalu percaya dengan setiap tindakan dan keputusan yang lo ambil. Kalau itu yang lo mau itu juga yang akan kita lakuin. " Ujarnya dengan sorot mata tajam syarat akan keberanian dan kegagahan layaknya seorang prajurit terkuat.
"Bukanya kamu anak dari....? "
"Benar! Ayahku adalah tangan kananmu dulu. Tapi sekarang dia sudah tidak ada. Dia meninggal 1 tahun yang lalu karena sakit. setelah kamu pergi suasananya jadi sangat kacau. Banyak dari orang orang kepercayaanmu didepak keluar. sebagiannya lagi dipindahkan dan diturunkan jabatan. Wiratmaja institut menjadi sangat kacau apalagi dibawah pimpinan tuan Remi." Ujarnya dengan sangat tegas di hadapan Nanda.
"Siapa namamu? "
"Hades! " ujarnya lantang. Nanda tertawa kemudian mendekati Hades dan memegang pundaknya.
"Kalau begitu aku akan mengandalkan mu kali ini. Aku yakin kamu punya potensi yang besar seperti ayahmu. Jadi Hades apa kamu tahu sesuatu soal Remi dan WI saat ini. Menurutmu apa yang harus aku lakukan sekarang? " Nanda meremas bahu Hades lalu menatapnya dengan sangat serius.
"WI yang saat ini sangatlah Rapuh, salah salah mengambil keputusan. Maka Dia akan langsung hancur lebur. Remi sendiri berusaha tetap kuat menjalankan tugasnya meski siapapun tahu kalau Remi sedang putus Asa. Apalagi sekarang Hasanata Group terus memberikan tekanan dengan persaingan bisnis yang sangat ketat." Ujar Hades menjelaskan.
"Pak Bos menurut gua sekarang sebaiknya lu langsung ambil alih perusahaan. menstabilkannya dan mengumpulkan pasukan untuk melakukan penyerang balik. Mata dibayar mata, nyawa dibayar nyawa. Dendam harus dibayar tuntas. " Ujar Hades bersemangat diikuti dengan orang orangnya yang lain mensetujui perkataan Hades.
Nanda tertawa dia sangat mengagumi keberanian orang orangnya. Dia merasa keputusannya sudah sangat tepat. sekarang saatnya yang tepat untuk mengambil langkah kedua.
"Aku tidak bisa kembali sekarang. Apa yang akan aku katakan pada Remi, jika aki tiba tiba muncul dihadapannya. Rasanya untuk melihat wajahnya lagi aku tak sanggup. " ujar Nanda.
__ADS_1
"Dengarlah Hades ini perintah pertamaku untukmu. Beritahu rekan rekan bisnis yang lain kalau aku sudah datang. Tapi lakukan itu pelan pelan saja, supaya Remi tidak mengetahui hal tersebut. Selain itu tolong kamu siapkan pasukan untuk melakukan pembalasan. Musuh musuh kita harus tahu siapa yang akan mereka hadapi. waktunya untuk penghakiman akan segera tiba. " Ujar Nanda tegas.