My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 124


__ADS_3

"Rima!" panggil Ella pada wanita muda disampingnya.


"iya, kenapa teh? " Tanya Rima.


"Menurutmu Nanda ngapain sekarang?! " Tanya Ella lagi.


"Nggak tahu, Tapi Rima percaya Nanda baik baik aja!" ujar Rima membalas dengan tenang.


"Gimana kamu bisa yakin?" Tanya Ella dengan tatapan menghunus.


"Pokoknya yakin aja, heheheh. Teh Ella percaya nggak? " Lanjut Rima.


"Percaya sih, Tapi aku penasaran aja dia lagi ngapain sekarang." Ella tersenyum lalu melipat binirnya. Dalam kepalanya sekarang tengah berangan angan. Kira kira apa yang dilakukan oleh suaminya saat ini.


***


"Apa apaan laporan ini?" Nanda menjatuhkan map kerja meeting tepat dihadapan Arin, Bella dan Faiz.


"Kenapa para vendor tiba tiba memutuskan kerja sama dengan perusahaan kita." Ujar Nanda agak kesal.


"Itulah masalah yang saat ini kita hadapi. Saat Lily masih dijakarta salah seorang vendir tiba tiba menarik suplai dan memutuskan kerja sama. Lalu setelah Lily pergi vendor vendor lain juga melakukan hal yang sama." Ujar Faiz menjelaskan.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan para vendor. Tapi hasilnya nihil, mereka memutuskan kerja sama secara sepihak dengan alasan yang nggak masuk akal." Lanjut Bella.


"Salah satu vendor ada yang mengatakan hal yang cukup aneh untuk didengar. Mereka bilang Mereka percaya bahwa PT bumi rahayu bisa terus berkembang dan bertahan di industri pangan. Tapi itu hanya sementara karena Nasib PT bumi rahayu sudah ditentukan." Ujar Arin menambahkan.


"Siapa yang mengatakan hal itu? " Tanya Nanda.


"Pak Syahroni dari PT sariboga." lanjutnya lagi.


Nanda terdiam dan mendongakan kepalanya ke atas, lalu dia kembali berkata. "Pak Tua itu vendor pertama kita, kenapa dia sampai memutuskan hubungan kerja sama seperti ini." ungkap Nanda tak percaya.


Tak mau berlarut Nanda kemudian membenarkan posisi duduknya dan membuka Map dihadapannya. "Sepertinya kita masih punya harapan. Silas wijayanto, Perusahan miliknya jadi Vendor terbesar di perusahaan kita selama 2 tahun terakhir. Kita tidak boleh sampai kehilangan dia. " ujar Nanda.


"Itu tidak bisa! " Spontan Bella.


"Hah..! kenapa tidak? " Tanyanya lagi.


"Kamu baru saja mengusirnya barusan! " Lanjut Faiz.


"Hah... Anj! " Nanda mengusap wajahnya dan melepaskan nafas panjang. Perasaannya tidak karuan sekarang, Dia baru saja membuat perusahaan kehilangan harapan terakhirnya.


Sejenak Nanda memejamkan mata dan tersenyum kecil dari hatinya dia berkata. ' Kenapa jadi seperti ini. Perusahaan tiba tiba kehilangan semua vendor bersamaan.' Ujar Nanda mengeluh.


Arin, Faiz, Bella juga nampak murung dan bingung. Mereka berhenti berbicara dan memfokuskan diri untuk berpikir mencari jalan masalah. Ditengah tengah keheningan Arin lalu berkata. "Kita harus segera mencari vendor baru secepatnya. "


"Kamu benar. Tapi aku masih heran, kenapa mereka tiba tiba memutuskan kerja sama yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. " Saut Faiz. "Selain itu, Nanda? Aku bingung dengan sikapmu itu."

__ADS_1


"Hmmm... singkatnya aku sudah sembuh. Selain itu sisanya tidak penting." Ujar Nanda malas sambil memejamkan mata.


"Kalau Lily ada, apa yang mungkin dia lakukan?" ujar Bella tiba tiba.


"Kalau Lily ada, dia akan membunuhku. Itulah yang akan dia lakukan." Ujar Nanda spontan.


"Kamu terlihat tidak takut ya?" Ujar Faiz menambahkan.


Nanda tidak perduli dengan perkataan Faiz Dia lalu mengangkat kedua kakinya keatas meja. "Jangan tersinggung ya, aku butuh ketenangan untuk berpikir."


"Hm.. kami sudah terbiasa dengan sikapmu yang seperti itu." Ujar Bella agak kesal. Nanda kemudian tersenyum dan kembali berpikir untuk mencari jalan keluar.


'Nasib PT bumi Rahayu sudah ditentukan? Omong kosong! Aku yang akan menentukan nasib perusahaan ini.' Ujarnya singkat dalam hati.


"Menusuk dari dalam dan mencekik dari luar." Ujar Nanda tiba tiba.


"Apa yang kamu katakan? " Tanya Faiz. "You ok! " Lanjut Bella.


"Faiz tunjukan tabel pemasaran dan perkembangan produk kita dalam 12 bulan kemarin." Perintah Nanda.


Tanpa banyak bicara Faiz menunjukan laporannya melalui monitor. mereka ber 4 kemudian melihatnya secara seksama dan Arin menambahkan pendapatnya. "Produk kita selalu berkembang tiap bulannya. Aku rasa tidak ada masalah."


"Benarkah? Sekarang tampilkan produk dari Hasanata Group. " Ujar Nanda menambahkan. Faiz lalu menurutinya dengan cepat dia langsung membuka slide ke 2.


"Hasanata group itu, saingan terberat kita sekarang ini. Lewat Anak perusahaannya Hasanata foodmade. Ini dia tabel produksi mereka." Ujar Faiz.


Mereka kemudian menyaksikan bahwa HFM bermain di pasar yang lebih rendah dari mereka namun perkembanganya berjalan 2X lipat daripada PT bumi Rahayu.


Arin menatap ke arah Nanda dengan penuh rasa penasaran. "Bagaimana kamu bisa menyadarinya? " Ujar Arin bingung.


"Aku hanya lebih berpengalaman dari kalian itu saja." Nanda menjawab seadanya saja. meskipun pada kenyataannya Nanda sangat familiar dengan langkah seperti ini.


Dulu sekali dia sudah mengalahkan Hasanata group di beberapa bidang, sampai sampai Hasanata Group yang berdiri di Australia ia buat bangkrut dengan sebegitu mudahnya.


"Apa kalian sudah mencari kabar tentang PT sariboga baru baru ini? " Dengan cepat Arin dan Bella mencari informasi tersebut dengan cepat.


"PT sariboga sekarang bekerja sama dengan Hasanata Food made." ujar Arin


"Begitu juga dengan vendor kita yang lain, cepat atau lambat Wijayanto pasti akan bekerja sama dengan Hasanata Group." Ujar Bella menambahkan.


"Menusuk dari dalam dan mencekik dari luar. Sial! " Ujar Faiz dengan perasaan kesal.


"Aku sudah punya rencana untuk mengatasinya. Dengar baik baik!" Ujar Nanda mengangkat sebelah alisnya.


***


"Teh udah mau siang cuacanya makin panas! Kita balik ke kamar sekarang yu! " Ajak Rima pada Ella yang sedari tadi menikmati matahari pagi.

__ADS_1


"Iya! Tolong bantuannya ya anak manis! " Ujar Ella sambil tersenyum.


"Jangan manggil gitu atuh teh, Rima udah gede. " Ujar Rima mengerenyit kesal. Meski begitu ia masih mau membantu Ella dan mendorong kursi rodanya kembali ke kamar.


Dalam perjalanan Ella bertanya suatu Hal pada Rima. "Kamu pernah makan toppoki? "


"Pernah, Enak banget tau teh. Teh Ella pernah coba? " ujar Rima kembali bertanya.


"Belum pernah sih, Tadinya mau ngajak anak orang. Tapi belum kesampaian. Kalau kamu pasti udah ya, sama pacarmu?! " Rima seketika tersentak saat mendengarnya. Apalagi saat mengenang nasib malangnya yang tak kunjung memiliki pendamping.


"Nggak! " Ujar Rima.


"Kenapa Nggak? " Tanya Ella lagi.


"Rima belum punya pacar! " Jawabnya pasrah.


Seketika Ella tertawa dan langsung membuat Rima agak kesal. "Ah Teh Ella mah, Nanti juga Rima pasti dapat. hug.. ! " Ujar Rima spontan.


"Ada cowo yang kamu suka nggak? " Tanya Ella penasaran.


"Nggak ada. " Balas Rima spontan. "Berarti Rima nggak normal! " Ujar Ella keras.


"Nggak gitu teh? sebenarnya Rima suka sama cowo tapi Rima udah lama nggak ketemu sama dia. " Ujar Rima pelan.


"Siapa? " Tanya Ella makin penasaran.


"Teh Ella Nggak boleh tahu." Ujar Rima secara spontan.


Kali ini ibu hamil yang marah, dia protes dan menuntut Rima untuk membocorkan rahasianya. "Aku lagi hamil loh! ngidam lagi. Kamu nggak mau ngasih tahu. Jahat banget! " Ujar Ella dengan agak sarkas.


"Tapi jangan bilang sama siapa siapa ya teh. Ini rahasia kita berdua. " Ujar Rima kekeh.


"ok beres, kamu suka sama siapa!"


"Rio! " Ujar Rima malu malu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. Like comment vote


__ADS_2