
Setelah beberapa jam berlalu. Nanda kemudian bertanya kepada Bi inah.
''Ibu,kalau nyonya Wina bukan ibuku. Lalu siapa ibu kandungku?" Tanya Nanda penasaran.
Bi inah merasa bahwa itu adalah masa yang tepat untuk memberikan kebenaran pada Nanda. Bi inah kemudian memberitahu kepada Nanda siapa ibu kandungnya. Kebetulan pada saat itu saya juga berada disana.
"Nanda,ibumu adalah seorang yang cantik,dia sangat baik dan penyayang. Dia sangat menyayangimu meski kamu belum lahir kedunia. Setiap malam dia selalu mengelusmu dari luar. Sungguh dia tidak sabar untuk memelukmu dan menyentuh tanganmu yang mungil. Apalagi saat hasil USG menunjukan bayi yang dikandungnya adalah laki laki. saat itu adalah hari hari terakhir Nanda didalam rahim ibu. Sayangnya itu juga menjadi hari hari terakhir bagi ibumu." Jelas Bi inah.
"Apa yang terjadi dengan ibuku,bibi?" Tanya Nanda.
"Dari dulu hingga sekarang,Ayahmu tidak berubah. Dia selalu bekerja dan melupakan semuanya,termasuk ibumu yang sedang hamil besar. Awalnya ibumu mengira,Dia jarang pulang ke rumah karena sering bekerja. Namun rupanya dia mulai main serong dengan seorang wanita konglomerat yang sangat kaya raya. Ibumu sangat bersedih saat mengetahui perbuatan ayahmu. Sebab itulah ibumu mengalamai tekanan batin yang sangat mengguncang dirinya. Dia mengkhawatirkan kamu Nda. Dia takut kamu akan ditelantarkan oleh ayahmu.'' Lanjut Bi Inah.
"Jadi laki laki itu tidak pernah bertanggung jawab kepada Nanda dan ibunya. Diselingkuhi saat sedang hamil besar jelaslah sangat menyakitkan. Dasar laki laki kurang ajar!" Ujar saya.
Bi inah hanya mengangguk untuk menanggapi saya. Lalu dia kembali melanjutkan ceritanya.
"Karena ketakutannya itulah ibumu menulis selembar surat yang dia titipkan pada Ningsih( bu joko). Dia berpesan bahwa surat itu harus diberikan kepadamu tatkala kamu menikah nanti. Ningsih kemudian menerima surat tersebut. Lalu ketika ibumu mengatkan hajatnya untuk menitipkan kamu pada bibi dan pamanmu. Pak joko marah dia tidak mau menjaga kamu. Karena menurutnya jika Nanda tinggal bersama paman. Nanda akan memberatkan mereka,dan menambah pengeluara keluarga. Karena memang pada waktu itu pak joko baru merintis usahanya." Jelas Bi inah lebih lanjut.
"Jadi Paman telah menolakku bahkan saat aku belum dilahirkan!" Ujar Nanda mengerutkan dahi dan menggelengkan kepala.
Dari cerita Bi inah saya tahu bahwa Pak joko dan ayahnya Nanda sama saja. Mereka sangat haus akan kekayaan dan kekuasan. Satu hal yang membedakan diantara mereka berdua adalah ayahnya Nanda selalu menemui keberhasilan sementara pak joko sering kali bertemu kegagalan.
"Lalu setelah ibumu pulang dari rumah adiknya. Dia duduk di sofa dan menangis sedu lalu ibumu memanggil bibi dengan suara halusnya yang lembut. Inah kemari panggilnya kepada bibi." Ujar bi inah.
"Bibi kemudian mendekatinya dan duduk di lantai persis di depan ibumu. Lalu ibumu memegang tangan bibi dan dia berkata. Inah kalau saya kenapa kenapa nanti. Tolong kamu jaga anak saya dengan baik. Awasi dia dengan seksama,suruh dia banyak makan. Katakan padanya jangan suka pilih pilih makanan. Jangan biarkan dia kekurangan makanan. Apalagi sampai menangis karena kelaparan. Saat dia besar nanti suruh dia mencari teman,tidak perlu banyak yang penting bisa dia percaya. Jangan sampai anak saya kesepian. Dan katakan kepadanya dia tidak boleh Dendam ataupun melupakan ayahnya. Dia harus tetap mengingat pamannya,bibinya,saudara saudaranya serta semua orang yang selalu bersamanya. Terakhir Katakan juga padanya,Saya sangat mencintainya. Saya menyayanginya melebihi apapun juga." Jelas bi inah lebih mendalam.
Mulut Nanda diam tak bicara tapi tangannya menggenggam selimut yang dia pakai dengan keras. Wajahnya memerah saat mendengar mengenai ibunya.
"Ibumu menangis deras air matanya membasahi dirimu yang masih berada didalam perutnya. Dia kemudian mengelusmu lagi lalu dia kembali berkata. Nak ibu akan memberikan doa dan hadiah terakhir untukmu. Kamu memang lahir tidak seberuntung orang lain. Tapi orang lain belum tentu sekuat kamu. Ibu sudah punya nama yang bagus untukmu. Ibu juga menyematkan nama ayah dibelakang Namamu. Anaku namamu adalah.."
__ADS_1
...----------------...
"Siapa,siapa nama asli Nanda dokter?" Tanya Ella sakin penasaran sambil mengelap air matanya.
"Ella kenapa kamu motong omongan saya. Lihatkan Sekarang kita jadi kehilangan adegan drmatisnya." Ujar Dr.Anne sambil mencubit gemas pipi Ella.
Meski bertengkar mereka berdua tetap tidak berhenti menangis. Lalu Tanpa mereka sadari ada orang lain yang terusik oleh tangisan mereka berdua. Nanda diam diam menggerakan jarinya dengan perlahan.
"Ayo dok lanjutkan lagi cerita nanda!'' Pinta Ella sambil mengucek matanya.
"Ehmm.. singkatnya setelah melahirkan Nanda ke dunia. Ibunya Nanda meninggal karena mengalami pendarahan. Sejak hari itulah bi inah selalu merawat dan menjaga Nanda. Firasatnya benar La,Dia tidak bisa menemani Nanda... ehm.. ehm.." Lanjut Dr. Anne sesenggukan.
"Ehmm.. Nanda kenapa kamu tidak bilang semua ini padaku. Kenapa masa lalumu begitu menyedihkan. Nanda.. hemm." ujar Ella sambil menangis.
"La..!" Teriak seorang lelaki memanggil Nama Ella.
Tapi karena Ella dan Dr.Anne sama sama menangis mereka jadi tidak bisa mendengar suara Nanda. Mereka malah saling sibuk berpelukan dan menguatkan satu dama lain.
"Dokter siapa yang memanggil Ella." Ucap Ella di pelukan hangat Dr.Anne.
"Oh.. itu Nanda. Dia pasti sadar dari koma karena merespon tangisan kita berdua La." Ucap Dr. Anne tidak sadar.
"ohm.. begitu! Apa? Nanda sudah sadar!" Teriak Ella baru ngeh.
Lalu Ella berlari mendekati ranjang Nanda diikuti Dr.Anne yang sadar terakhiran. Nanda nampak memegang kepalanya dan terlihat begitu kesakitan.
"Nanda.. Nanda.." Panggil Ella pada suaminya.
"La kamu menangis lagi.Maafkan aku yah La." Ucap Nanda lirih.
__ADS_1
"Tidak Nanda tidak apa,aku baik baik saja." Ujar Ella pada Nanda.
"Tidak la,kamu benar aku yang salah. Seharusnya aku pulang setelah mengantarkanmu. Ini semua gara gara aku kamu jadi sering menangis dan menderita." Ujar Nanda sambil menahan kepalanya yabg sakit.
"Tidak Nanda tidak itu tidaklah benar.Bukan karena itu aku menangis." Ujar Ella meyakinkan.
"Ahmm.. kepalakau sakit.ahmm. sakit... Hahahmmamhhhh." Teriak Nanda diikuti kejang kejang diatas ranjangnya.
"Nanda kamu kenapa nda nda." Ujar Ella memegangi Tubuh Nanda supaya tidak tejatuh.
Dr.Anne yang melihat kondisi Nanda semakin tidak terkendali. Lalu mencari jarum suntik dan menyiapkan sebuah suntikan untuk Nanda. Setelah siap Dr.Anne kemudian meemegang satu tangan Nanda dan menyuntik Nanda di pergelangan tangan. Seketika Nanda menjadi tenang dan berhenti memberontak.
"Dokter Apa yang terjadi pada Nanda?" Tanya Ella cemas.
"Nanda sudah sadar dari koma,tapi sepertinya Nanda mendengar cerita saya. Lalu otaknya mengakses ke ingatan terdalam Nanda dan mencoba memulihkannya secara alami. Tenang saja La saya hanya memberikan penenang pada Nanda." Ujar Dr.Anne.
"Jadi?" Lanjut Ella.
"Nanda pasti akan sembuh dan semua ingatannya akan kembali. Hanya tinggal menunggu waktu supaya dia bangun kembali. Dia pasti akan kembali normal." Ujar Dr.Anne.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.Like,comment,vote.