My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 61


__ADS_3

20 menit berlalu masakan mereka akhirnya selesai. Mereka bertiga kemudian makan bersama dimeja makan. Ella duduk disamping suaminya sementara Lily duduk didepan mereka berdua.


Nanda nampak sangat menikmati makan siangnya. Makan bersama istri dan sahabatnya ditambah juga dengan hidangan Rendang favoritnya semakin menambah kesenangan yang ia rasakan. Siang ini sungguh menjadi moment yang paling membahagiakan dalam hidup Nanda.


Lily diam diam juga memperhatikan sikap Ella, 'kaku' pikirnya. Ella masih kesulitan untuk membuka hatinya pada Nanda. Tapi lambat laun dia yakin Nanda sanggup membuka pintu hati Ella. Baginya tidak ada pilihan lain selain mendukung penuh keputusan yang sudah diambil oleh Nanda.


Ella sendiri juga tidak berhenti memperhatikan Lily. Rasanya sangatlah aneh, Lily yang awalnya sangat tegas, galak, dan menyeramkan. Tiba tiba berubah menjadi baik, lembut dan sangat bersahabat.


"Nanda, kamu menyukai Rendangnya?" Tabya Lily halus.


"Ehmm.. ini masakan terenak yang pernah Ella masakan untukku." Balas Nanda datar.


Ella yang mendengarnya seolah terhentak hatinya. Dia memandangi wajah lelaki yang telah menikahinya.


'Benar! ini adalah yang pertama kalinya aku serius memasakan makanan untukmu, itupun karena ada Lily bersama kita hari ini.' pikir Ella.


"Benarkah? kalau begitu kau harus makan yang banyak. inih makanlah!" Ujar Lily mengasongkan sesuap nasi kepada Nanda.


Namun Nanda menggelengkan kepala, lalu dia menunduk dan kembali menyantap makanan di piringnya sendiri. Sudah jelas Nanda menolaknya. Ella yang menyadari ada hal yang berbeda dari Nanda. Dia mencoba hal yang sama dengan Lily pada suaminya.


"Nanda, ayo dong makan lagi!" ujar Ella mengasongkan sesuap nasi pada suaminya.


Nanda kemudian menyamping dan menyabar umpan yang diberikan istrinya. Dia menerima secara sukarela suapan dari istrinya itu.


Ella yang melihat suaminya memakan suapan dari tangannya merasa senang. Tanpa dia sadari, senyum halus tergores di bibir merahnya yang merona.


'oh.. gini rasanya jadi nyamuk. Tapi si Ella keknya seneng banget. Baguslah kalau gitu.' pikir Lily tersenyum.


''Sepertinya saat koma, Nanda belajar banyak hal." ujar Lily.


Ella hanya mengangguk sambil tersenyum, saat menjawab perkataan Lily. Mereka bertiga kemudian melanjutkan makan hingga menghabiskan makanan mereka.


Seusai makan bersama, Ella duduk di sofa menemani suaminya menonton TV. Sementara Lily sedang mencuci piring dibelakang.


"Nanda, apa kamu yakin tidak ada lagi yang kamu keluhkan?" Tanya Ella pada suaminya.


"Iyah aku yakin, aku sudah bisa beraktivitas seperti biasanya lagi." ujar Nanda meyakinkan Ella.


"Baiklah, kalau begitu jika kamu merasakan ada seseuatu yang aneh. Seperti sakit dikepalamu, segera beri tahu aku yah. Aku pasti akan mengantarmu ke Dokter." Ujar Ella dalam.


"Tidak, aku takut itu akan menganggu Ella. Jika aku merasakan ada yang sakit, aku akan langsung oergi ke dokter sendirian. Ella tidak usah mengkhawatirkan aku. Aku akan baik baik saja." Balas Nanda tersenyum.


"Jangan Nanda, itu berbahaya! Beritahu aku terlebih dahulu meski sesibuk apapun aku waktu itu. Mulai sekarang Aku berjanji tidak akan menyepelekan kesehatanmu lagi, Aku akan merawatmu hingga kamu sembuh. Percayalah padaku!" Ujar Ella keukeuh.


"Ehmm.. iyah!" ujar Nanda sambil tersenyum. Ella juga kembali membalas senyuman suaminya.


"Diluar sih mendung, tapi kok di dalam panas banget ya!" Saut Lily keras dari belakang. Ella paham perkataan itu ditujukan untuknya.


"Tunggu sebentar yah! aku akan membantu Lily dibelakang." lanjut Ella.


Nanda mengangguk mengiyakan perkataan Ella. Ella kemudian menemui Lily yang sedang mencuci piring.


"Udah mesra-mesraannya" Ujar Lily agak ketus.

__ADS_1


"Apasi! masa mesra mesraan." Balas Ella cengengesan.


"kalau bukan, terus apa namanya? Kawin kawinan!" ledek Lily pada Ella.


"Lily, udah ih!" Ujar Ella menyenggol Lily.


Mereka berdua saling tertawa dan bersenda gurau satu sama lain. Sejenak mereka diam hingga akhirnya Ella kembali menyakan hal lainnya lagi.


"Lily, apa benar dulu Nanda membenci pamannya? Aku sulit untuk mempercayainya." Tanya Ella.


"kenapa kau ingin mengetahuinya. Bukankah itu tidak penting!" Ujar Lily menyeringai.


"Aku ini istrinya, tentu saja aku ingin tahu. Malah sebenarnya harus tahu!" ujar Ella menatap Serius.


"Kenapa? Udah ngerasa jadi orang penting sekang!" ujar Lily.


"Iyah!" lanjut Ella.


"Dulu Nanda memang membenci pamannya, tapi lihatlah Nanda yang sekarang!" Ujar Lily melirik Nanda. Ella juga ikut melihat suaminya dari belakang.


"Nanda yang sekarang sangat jauh dari kata benci. Saranku sebaiknya kamu hanya perlu mengurusi Nanda yang sekarang bukan yang dulu. Barangkali kebencian Nanda yang dulu bisa hilang." Ujar Lily.


"Aku heran dengan sikapmu Lily. Bagaimana bisa kau bisa bicara seenteng itu." Balas Ella.


"Kalau kamu tidak suka dengan sikapku. Salahkan saja suamimu karena dia aku jadi begini." Ujar Lily.


"Apa maksudmu?" Balas Ella mengerutkan dahi.


"Seperti saat perusaahan kalian memgalami kebakaran." ujar ella.


"Iyah, itu salah satunya.'' lanjut Lily.


"Apa yang dia katakan?" Tanya Ella penasaran.


"Menangis tidak ada gunanya, menyesalpun sia sia. Teruslah melangkah kedepan dan lakukan yang terbaik, yang bisa kau lakukan."


"Wow, Nanda terdengar seperti orang yang bijak! Aku penasaran seperti apa dia dulu." Ujar Ella sambil tersenyum halus.


"Hmm.. kalau kau benar ingin tahu. Lakukanlah apa yang dia katakan!" Ujar Lily menyeringai.


"La, jangan menangis karena kehilangan Alex dan jangan pula menyesal karena menikahi Nanda. Lakukan saja kewajibanmu sebagai seorang istri untuk Nanda. Pasti kamu akan dapat melihat sisi lain dari laki laki itu." Lanjut Lily.


"Aku rasa sekarang aku juga busa mengategorikanmu sebagai orang bijak." Balas Ella.


"Terserah kau saja, Aku mau pulang!" ujar Lily tersenyum.


Setelah selesai mencuci piring Lily menyiapkan barangnya lalu berpamitan untuk pulang.


"Nanda, aku pulang dulu ya!" Ujarnya.


"iyah, kapan kapan datanglah lagi." Balas Nanda.


"Baiklah, Dah... " Lily kemudian pergi meninggalkan sepasang suami istri itu di apartemennya.

__ADS_1


***


Selang beberapa lama Ella kemudian duduk di samping Nanda, Dia menatap lurus ke arah suaminya tanpa berkedip disertai senyuman manis di bibirnya. Mengetahui di tatap terus seperti itu, Nanda kemudian merasa risih dan terusik.


"Apa sih La?" ujar Nanda menyeringai.


Namun Hal itu tidak membuat Ella bergerak. Ella terus menatap suaminya tanpa berkedip sama sekali.


"La apasih, aku nggak mau ah di liatin kayak gitu." ujar Nanda sambil membentengi wajahnya dengan telapak tangan.


Namun lagi lagi Ella tidak berkutat sedikitpun. Nanda merasa semakin risih dan jengkel dengan sikap Istrinya.


"Apa sih la, arggghhhhh.. diem ih." Ujar Nanda mengerutkan dahi kemudian berbalik membelakangi Ella.


Melihat suaminya yang semakin muak Ella baru mau bergerak dan berkata pada suaminya.


"Kenapa emangnya, masa diliatin sama istrimu sendiri aja gak mau." Ujar Ella tertawa. Dia juga menarik narik bahu Nanda supaya nanda mau berbalik. Tapi Nanda tidak mau berbalik, terlanjur malu pikirnya.


"Kamu liatinnya gitu!" Balas Nanda.


"Ya emang kenapa sih hahah.." Balas Ella tertawa.


"Nggak mau la, Nggak suka!" Ujar Nanda keras.


"Sini Nanda ih.." Ujar Ella tertawa. kini Ella semakin memaksa nanda berbalik dengan menggerakan kedua tangannya.


Setelahnya barulah Nanda baru mau berbalik melihat istrinya. Itupun dengan wajah yang sudah memerah karena malu.


"Cie.. malu!" Ujar Ella.


"La awas lah." Ujar Nanda masih mencoba menutupi wajahnya.


"Nanda sini liat aku, sini liat ke aku cepet!" Ujar Ella.


Nanda kemudian berhenti melawan, lalu menatap wajah istrinya sambil menahan tawa di mulutnya yang sangat menggelitik. Beberapa saat mereka saling bertatapan cukup lama sampai Ella mengeluarkam kalimat pamungkasnya.


"Nanda.. kamu Ganteng!" Ujarnya berbisik dengan jarak yang sangat dekat dengan wajah Nanda.


Tiba tiba Nanda langsung melonjak karena malu. Dia kemudian masuk ke kamar dan mengunci pintunya rapat rapat.


"Nanda, sini ih.. aku serius tahu." Lanjut Ella berteriak.


"Nggak mau" Balas Nanda cengengesan dari dalam.


.


.


.


.


.Like comment vote sip

__ADS_1


__ADS_2