
jam menunjukan pukul 15.50, 10 menit lagi jam kantor berakhir. Nanda sedang membereskan peralatannya untuk segera pulang. Tak lama kemudian sebuah telepon masuk kedalam ponselnya. Saat Nanda melihat layar ponselnya dia menemukan nomer itu dengan tulisan MISI. kali ini Rita yang lagi lagi menghubungi dirinya.
"Halo! " Angkat Nanda.
"Kamu pikir bisa lolos semudah itu dariku? " Ujar Rita, terdengar Nada mengancam dari sebrang. Tapi Nanda dengan santai hanya tersenyum kecil dan kembali mendengarkan ancaman dari Rita.
"Aku akan menghabisi semua yang kamu punya. Ibu angkat mu itu juga akan merasakan akibatnya. Sakit hati yang aku Terima dan perlakuan kasar darimu. Akan kamu bayar dengan harga yang sangat mahal. Apa kamu mengerti!? " Ujar Rita mengintimidasi.
"Bagaimana dengan istrimu? Apa kamu masih ingat wajahnya saat dia mengetahui perselingkuhan kita hah! hahahahah. cantik sekali kan hahahahah. " Anak itu tertawa dengan keras dan penuh percaya diri tanpa dia sadari sedang mengancam macan yang sedang menunggu untuk menerkam keluarganya sendiri.
"Sayang sekali aku tidak bisa melihat wajahnya. Aku juga turut prihatin karena kamu tidak bisa melihat wajahnya lagi. " Rita tertawa.
"Tapi kau tenaga saja, santai saja. Karena sebentar lagi aku akan mengirimmu ke tempat istrimu sekarang berada. Di Neraka! " Teriak Rita lalu kembali tertawa dengan sangat keras.
"Sudah! " ujar Nanda santai dan tersenyum mengejek Rita.
"Anak kecil sepertimu ingin mengancam Aku, yang benar saja? Apa tidak ada yang lebih berguna lagi daripada wanita ****** yang tidak pernah laku ini hah. Kemana keluargamu itu, Ayahmu, Marissa, atau mungkin kakakmu yang merasa paling hebat sendiri. Keluarkan saja semuanya, aku akan menghabisi kalian semua. " Ancam Nanda dengan Nada serius, Rita kembali menjawab dan mengancam Nanda lagi untuk kesekian kalinya. memuntahkan ratusan kalimat sumpah serapah ke arah Nanda.
Nanda hanya membalas semua kalimat kasar yang datang kepadanya. Dengan tersenyum jahat lalu mengatakan bahwa dirinya tidak takut sama sekali.
"Ngomong ngomong, ada hal yang keliru dengan perkataanmu. Istriku masih hidup, dan dia sehat wal afiat. Kamu jangan repot repot memikirkan istriku, biar aku saja yang memikirkan keadaanya. Tapi jika sedang berbicara dengamu, aku jadi 1 ingat satu hal yang sebelumnya kamu janjikan padaku. Aku jadi ingin merasakan hangatnya tubuh ****** itu, mengerti! " Ujar Nanda kasar laku mematikan teleponnya. Dia kemudian berbalik Arah dan melihat keluar melalui jendela kantornya. Nanda sejenak berpikir dan mencoba memahami setiap perkataan yang keluar dari mulut Rita.
kenapa Rita bisa berpikir bahwa Ella sudah meninggal? pemikiran yang sangat kurang ajar. kalau dia ada di hadapanku pasti aku sudah menghajarnya. Tapi ini akan jadi menarik, hanya ada 1 orang yang seharusnya bisa menjadi informan Rita, pasti Fanny yang memberikan info itu pada Rita. Tapi kenapa dia memberikan info yang salah? apa tujuan dia yang sebenarnya?
"Nanda! Apa ada masalah? " Nanda melihat ke arah belakang. Ternyata Ada faiz yang berada di pintu masuk kantornya. Dia kemudian berbalik dan mendekat ke arah Faiz yang berjalan menghampirinya.
"Ya tentu saja, hidup tidak bisa terlepas dari maslah bukan? " Ujar Nanda sambil tersenyum.
"Tentu saja, tapi aku rasa masalah yang kamu hadapi saat ini sangat berat. Aku tidak sengaja mendengar obrolanmu dengan seseorang dari telepon tadi. Kelihatannya kalian sangat membenci 1 sama lain. Apa dia musuh? " Tanya Faiz langsung, tanpa bertele tele.
"hem... ! " Nanda tertawa.
"Dia hanyalah masalah kecil, aku yang akan mengurusnya. Tapi aku ingin meminta sedikit bantuan darimu. " Balas Nanda lalu menyilangkan tangannya tepat didepan Faiz.
__ADS_1
"Bantuan apa? aku akan dengan sangat siap membantumu. " Nanda tertawa ceria didepan Faiz yang sangat siap selayaknya seorang Ksatria.
"Nanti malam aku akan pulang terlambat, jujur aku khawatir dengan keselamatan Ella. Jadi Aku ingin kamu menjaga Ella dan menginap di rumah Kami. Atau setidaknya sampai aku pulang nanti kamu baru boleh pergi. Bagaimana kamu sanggup tidak? " Lanjut Nanda. Faiz tersenyum.
"Itu mudah, aku akan melaksanakannya dengan senang hati." ujar Faiz dia tertawa. Nanda yang melihat senyum Faiz lantas merogok belakang celananya dan mengeluarkan pistol dari dalam sana. Faiz nampak terkejut saat Nanda memberikan pistol tersebut ke arahnya.
"Apa ini? "
"Yang aku maksud menjaga, adalah benar benar menjaga Ella. " Nanda kemudian tersenyum dan menggerakkan tangannya membuat tanda kutip.
"Apa ini serius? " Ujar Faiz.
"Aku bukan anak kecil lagi Faiz. Aku tidak membawa bola lagi kemana mana. Hanya mainan ini yang selalu aku pegang sekarang." Faiz lantas menerima senjata tersebut dari Nanda yang menandakan dirinya siap untuk tugas tersebut.
"Ketika seseorang berurusan dengan yang namanya kekuasan, kedudukan, dan Harta. Maka kekerasan adalah pilihan ke 4 yang harus dia terima."
"Aku sedikit Ragu soal ini, tapi aku akan melakukan yang terbaik. Ella akan baik baik saja sampai kamu kembali. Percayalah! " Ujar Faiz.
"Sebesar kepercayaanmu kepadaku, maka sebesar itu juga kepercayaanku kepadamu. " Nanda tersenyum.
"Halo sayang! " Ujar Nanda.
"Hem.... " Balas Ella datar.
"Maaf yah, nanti aku pulangnya telat."
"hah telat lagi! " Terdengar Nada kecewa dari seberang, Nanda hanya mengerutkan dahi. Dia halal betul watak istrinya yang sedang berbadan dua. Belakangan Ella memang jadi lebih lengket dari biasanya.
"Iya maaf ada kerjaan yang harus secepatnya aku beresin. Tapi aku udah kirim Faiz ko ke rumah biar jagain kamu dulu selama aku belum pulang. " Ujar Nanda.
"Faiz? Aku maunya kamu bukan Faiz? Lagian kenapa harus dijagain sama Faiz sih, kan ada knh yang bisa jagain aku disini. " Ujar Ella.
"Masalahnya sekarang agak beda La. Ini juga aku lakuin buat kebaikan kamu kok, buat anak kita juga, buat ibumu juga. " Ujar Nanda meyakinkan..
__ADS_1
"Kamu nggak main yang aneh aneh kan mas? " Tanya Ella curiga.
"Nggak, ko kamu jadi curigaan gitu sih? " Ujar Nanda tertawa kecil.
"Ya soalnya semenjak kamu sembuh, aku ngerasa hubungan kita makin jauh. Kamu sibuk di kantor, udah gitu tambah lebay lagi sekarang. "
"Lebay apanya? " Tanya Nanda.
"Lah itu tadi, pakai siap siapain Faiz buat jagain aku. Emangnya Faiz bodyguard apa? " Ujar Ella lagi.
"Yaudah sih buat semalam ini aja. " sontak hal itu membuat Nanda tertawa lepas. Terlepas dari kondisinya yang sekarang, Ella memang masih belum mengetahui apa apa saja yang sudah terjadi di kantor.
"Tapi kamu pulangkan?! " Ujar Ella tegas
"Ya pasti pulangkan, aku nggak akan lama ko La. Aku juga kangen sama calon Anakku. " Ujar Nanda.
"Dih anaknya doang, ibunya nggak berarti nih. " ujar Ella kembali tegas.
"Iyakan kian emang 1 paket. " Nanda tertawa, sementara dari depan sana terdengar rengekan dari sebelah sana.
"Aku nggak mau di 1 paketin. " ujarnya lagi, Nanda kembali tersnyum.
"oke deh, nggak lagi. Ya udah ya aku pamit, selamat sore sayang ku! " ujar Nanda.
"okeh! " Balas Ella datar.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. Like coment vote