
Saat jam pulang tiba, Ella langsung keluar bareng suaminya dan disambut senyum geli dari teman temannya.
"Bibirnya Ella merah banget tuh." Timpal Bella Cengengesan.
"Udah selesai main bolanya Nda!" Ujar Faiz menyeringai.
"Apasih kalian?" Ujar Ella Kesal lalu langsung pergi keluar dan menggandeng tangan suaminya.
Selama dimobil dalam perjalan pulang Ella terus senyum senyum sendiri, sementara Nanda malah senderan lemes ke pintu mobil.
"Kenapa sih mas, loyo lagi. Kan tidur siangnya lama hampir 3 jam. Udah nggak ngantuk lagi dong harusnya." Ujar Ella menyeringai.
"Iyasih nggak ngantuk, tapi ga mood." Timpal Nanda dengan malas.
"Ya abisnya timing kamu kurang pas. Udah tau itu dikantor kamubmalah minta begituan." Ujar Ella membenarkan dirinya.
"Ya intinyakan tetep sama aja." Ujar Nanda kekeh.
"Apa?" Balas Ella.
"Kalau aku yang ngajak pasti di tolak." Ujar Nanda tegas lalu menekuk wajahnya.
"Hmm... ada yang ngambek nih." Ella tertawa keras. "Nanti deh diapartemen aku kasih jatah." Lanjut Ella sambil menoleh kearah suaminya.
"Serius yah, jangan bohong!" Ujar Nanda menyeringai.
Ella kemudian mengangguk dan menancap pedal gasnya lebih dalam.
"Yes..!" Teriak Nanda kencang.
10 menit kemudian sampai ditempat tujuan lalu Ella parkir ditwmpat kosng. Bukan diapartemen, melainkan Ah Hong Food.
"Apartemen?" Gumam Nanda panjang.
"Apa? Aku udah janjian disini sama fanny." Ujar Ella tersenyum.
Sebelumnya Ella memang sudah membuat janji bertemu dengan sahabatnya saat Nanda tertidur pulas dikantor.
"Yuk turun!" Ajak Ella pada suaminya.
"Nggak ah nggak mau, aku malas ketemu sama temenmu itu." Ujar Nanda menolak permintaan Ella.
Ella kemudian turun sendirian, lalu dia berputar dan membuka pintu mobil disisi Nanda dari luar. "Aku nggak akan ngebiarin kamu lepas dari pengawasan aku, turun sekarang!" Perintah Ella.
Nanda yang emang sadar kalo istrinya gak bisa ditolak dan dia nggak mau berdebat lagi. Nanda nurut dan ikut turun buat ketemu sama Fanny. Pas masuk kedalam restoran fanny udah ada dan duduk disalah satu meja.
"Ella!" Panggil Fanny sambil melambai lambaikan tangannya.
Ella kemudian verhalan kearah Fanny sambil menarik tangan Nanda yang nasih bergerak lambat dan malas.
"Udah lama nunggunya, sorry ya aku telat." Ujar Ella.
"Ah nggak kok aku juga baru datang." Ujar Fanny menyeringai. "Ini kok tersangka kita dibawa sih La." Lanjut Fanny sambil menatap sinis kearah Nanda.
"Kenapa emang? ngajak berantem!" Balas Nanda ketus.
__ADS_1
Dari awal Nanda memang tidak terlalu suka pada Fanny. Fanny selalu curiga pada Nanda dan yakin kalau Nanda itu sebebarnya cuman pura pura. Makanya Nanda tidak suka kalau Ella bertemu dengan Fanny, Bagaimana kalau Ella juga mulai mencurigai dirinya lagi. Rencananya bisa sangat kacau dan berantakan.
"Hush.. Mas nggak boleh gitu." Ucap Ella sambil mencubit Nanda pelan.
"Soalnya aku khawatir kalau Nanda ditinggal sendiri. Tadi aja aku bawa dia ke kantor." Ujar Ella menjelaskan
Beberapa lama kemudian Pelayan datang dan memberikan buku menu kepada mereka bertiga. Ella dan Fanny kemudian membuka bukunya sementara Nanda memilih cuek karena dia sudah tahu apa yang dia inginkan.
"Saya pesen mie ayamnya aja sama jus jeruk!" Ujar Fanny.
"Kalo saya pesen capcay sama minumnya Es teh aja, Kamu mau pesen juga nggak mas?" Tanya ella.
"Aku mau pangsit rebusnya aja." Ujar Nanda.
"Okeh pangsit rebusnya satu sama Estehnya juga buat suami saya." Ujar Ella pada pelayan.
Setelah mencatat semua pesanan Ella dan juga Fanny. Si pelayan kemudian pergi sambil membawa buku menunya kembali.
"Tunggu sebentar yah!" Ujar pelayan pergi.
Selanjutnya Ella melanjutkan obrolannya dengan Fanny. Sementara itu Nanda diam diam menyalakan ponsel dan membuat panggilan keluar untuk memanggil bantuan.
"Ehm... gimana kerjaanmu lancar nggak?" Tanya Fanny.
"Lancar dong, Sekarang tuh perusahaan lagi fokkus buat ngembangin produk lama yang kurang laku di pasaran." Ujar Ella menjawab.
"Loh gak bakal bikin produk baru lagi, 4 produk kalian itu booming banget loh." Ujar Fanny menimpali.
"Iyah, jadi ya itu kita jadiin pancingan buat ngangkat produk lama." Ujar Ella.
"Kalau produk baru kita udah punya sih beberapa cuman tinggal tunggu aja waktu yang pas." Ujar Ella.
"Kok pesanannya belum sampai ya La, biasanya kalo di ah hong food cepet." Ujar Nanda memotong pembicaraan sebelum Ella mengungkapkan rencana perusahaan lebih jauh lagi.
Dia juga sengaja mengucapkan nama restoran untuk memberi tahu Lily lokasi mereka saat ini. Pasti sekarang Lily sedang berangkat menuju ke tempatnya. Nanda juga tidak mematikan telepon supaya Lily masih terus bisa mendengar percakapan mereka.
"Sabar aja ya mas! Bentar lagi juga nyampe kok." Ujar Ella lembut.
"Gak sabaran banget jadi cowok!" Ketus Fanny karena Nanda memotong mereka.
"Eh La.. " Ucap Fanny tersenggal.
"Kita nggak usah lama lama ya La, sebentar aja." Ujar Nanda kembali memotong Fanny.
"Heh... ganggu aja orang mau ngomong. Gak sopan tau motong pembicaraan orang lain." Ujar Fanny mulai jengkel.
Ella menggelengkan kepala saat melihat suami dan sahabatnya saling bertengkar dan berebut bicara.
"Aku nggak suka sama temenmu La." Ucap Nanda menoleh kepada Ella.
"Hush.. gak sopan bilang gituh!" Ujar Ella memperingatin suaminya.
"Biarin aja, soalnya dia galak!" Ujar Nanda lagi dengan gaya polosnya.
"Heh... apa lo bilang?" Tantang Fanny.
__ADS_1
"Heh.. udah dong, kita aja belum 5 menit ada disini. Kalian malah berantem mulu, malu diliatin orang." Ujar Ella menengahi.
"Kok kamu belain dia sih La?" Ujar Nanda mengerutkan dahi.
"Aku nggak belain fanny!" Balas Ella spontan
"Ya jelaslah Ella belain gue, daripada suaminya yang tukang selingkuh!" Ujar Fanny menggertak.
Nanda heran dan agak marah dengan perkataan fanny. Tapi dia berusaha tenang dan tidak terlihat panik, Apa fanny tau gue jalan bareng sama rita. Batin Nanda.
"Selingkuh apa La?" Lanjut Nanda polos.
Ella tertawa dan mengusap wajahnya saat mendengar pertanyaan Nanda. Sekarang Ella mulai ragu apakah Nanda bener bener selingkuh atau memang cuman perasaannya aja yang berlebihan.
"Alah nggak usah so polos deh lo." Ujar Fanny keras.
Tak lama kemudian, seorang pelayan yang lain datang sambil membawa pesanan mereka. Saat meletakan pesanannya di meja, ternyata Si pelayan kenal sama Nanda.
"Loh Nanda!" Ujarnya kaget.
"Hy..!" Balas Nanda singkat.
"Serius? kok kayaknya kamu makin ganteng yah." Ujarnya menyeringai.
"Mungkin gara gara ganti gaya rambut ajah." Timpal Nanda sederhana.
"Nggak ah, kamu juga kurusan." Balasnya tersenyum ramah.
Fanny menggerakan kepalanya memberikan kode pada Ella. Ella juga menangkap kode dari sahabatnya dengan baik dan langsung bertanya pada suaminya.
"Kamu kenal mas?" Tanya Ella.
"Iya kan dulu aku sering kesini, kalo paman pulang kampung ke surabaya." Ujar Nanda tegas.
"Ini istrimu Nda, eh iya aku inget! Dulu dia juga sempet kesini nyariin kamu." Ujarnya tersenyum lalu bersalaman dengan ella.
"Oh iya dulu kita pernah ketemu." ujar Ella mengingat masa kala dia mencari Nanda yang tak pulang ke rumah.
"Ya ampun istrimu juga cantik!" Ujarnya memujI kecantikan Ella.
"Biasalah!" Ujar Nanda singkat.
"Terus cewe yang kemarin kamu ajak kesini siapa?" Tanyanya Lagi.
.
.
.
.
.
Like comment vote
__ADS_1