My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 25


__ADS_3

"Ella kepalaku udah sembuh.Hari ini aku main keluar yah." Ucap Nanda menyeringai.


"Nih ambil laundryan." Ella memberikan sesobek kertas ke arah Nanda.


"Laundry Wash" Baca Nanda.


"Tempatnya di ujung jalan semangka." Ucap Ella sembari menunjuk ke jalan semangka.


"Aku tahu La,tempatnya dekat rumahku." Ucap Nanda sambil tersenyum dengan sangat polos.


Sebenarnya ella ragu untuk mengatakan iya kepada Suaminya.Dia khawatir Nanda malah akan berbuat sesuatu yang tidak tidak.Tapi dia bosan mendengar gerutuan Nanda yang selalu mengatakan ingin pergi keluar.


"Iya boleh." Balas Ella lemas.


"Yes.. yes.. yes.. yes.." Nanda tertawa sambil melompat lompat kegirangan didepan Ella.Dia sangat senang karena sudah lama dia tidak bermain bersama temannya.


'Dih.. mulai dech nih orang.Kesetanan lagi.' Gumam ella dihatinya.


"Udahlah aku mau berangkat kerja.Jangan lupa beresin rumah." Ucap Ella ketus.


"Ok La beres." Nanda mengacungkan jempolnya ke arah ella.


***


Setelah Ella berangkat ke kantor.Nanda juga bersiap siap untuk pergi mengambil laundryan.Dia juga berganti kostum dan memakai sweater putih.


Sebelum pergi Nanda juga bergaya di depan cermin besar dan merekamnya dengan Handycam.Gayanya semakin lengkap ditambah dengan celana jeans hitam dan sepatu putih.


Dia pergi menuju Laundry wash sambil merekam disepanjang perjalanan.Dia menyapa semua orang yang dia temui dijalan.


Setelah sampai yang menarik perhatiannya pertama kali adalah kios baru di sisi laundry wash.Nanda berjalan menuju kios kecil itu dan melihat banyak kunci yang berada dimana mana.


'Tempat Apaan nih.' pikir Nanda.


Dia jongkok dan melongok kearah etalase yang penuh dengan berbagai kunci yang beragam bentuk.Tidak lama ada seorang yang datang menemui Nanda.Seorang pria cina muda yang memakai pakaian rapih.


"Nǐ xūyào shénme ma" Ujar si lelaki sipit kepada Nanda.


(Apa kamu membutuhkan sesuatu.)


"Hah." Nanda berdiri dan menatap bengong sampai membuka mulutnya karena tidak mengerti yang dikatakan si pemuda tadi.


"Nín xūyào shénme, xiǎng mǎi yàoshi ma" Lelaki itu kembali bertanya dengan bahasa mandarinnya.


(Apa kamu membutuhkan sesuatu,kamu mau membeli kunci)

__ADS_1


"Aku gak paham." Ucap Nanda cengengesan dan menggaruk belakang kepalanya dengan cepat.


"Lu orang mau beli kunci hah?" Si pelayan mengganti bahasanya ke bahasa indonesia.Namun tetap saja logat tiongkok yang dimilikinya tidak hilang.


"Beli kunci? jadi ini toko kunci!" Ucap Nanda dengan polos.


"Iya loh,Nama o'e lao,o'e yang punya ini kios.Kalo lu orang mau beli o'e jamin nggak akan kecewa." Rayu Lao kepada Nanda.


"Koh Lao,Jual kunci nggak ada gemboknya." Lanjut Nanda bertanya.


"Haya. lu orang mau cari kunci sama gemboknya hah.Tenang tenang O'e punya banyak hah." Koh lao kemudian mengambil sebuah kotak kecil berisi barang yang ditanyai Nanda.


"Nah ini o'e punya produk paling bagus.o'e jamin ini gembok anti maling.Pasti tok'cer punya loh." Jelas koh lao,memberikan barangnnya pada Nanda.


"Warnanya jelek." Lantang Nanda.


"Lu orang gak cocok sama warna kuning.Tenang tenang o'e punya banyak itu pilihan warna.Lu pilih mana yang cocok lah." Koh Lao kemudian mengeluarkan produk yang sama tetapi berbeda warna.Bukan hanya satu tapi 3 warna yang berbeda.


"Oe punya warna putih,warna emas,sama warna perak.Nah lu orang tinggal pilih warna mana yang cocok sama lu orang." Ucap koh Lao kembali tertawa.


"Koh lao cuman jual kunci gini ajah?" Tanya Nanda.


"O'e juga bisa buat itu kunci duplicate.Kunci serep loh.Semua jenis kunci o'e bisa bikin serepnya." Lanjut koh lao sambil tertawa.


"Wah.. hebat juga koh Lao." Sanjung Nanda sambil tertawa.


"Ah.. nggak sayamah cuman nanya.Nggak mau beli.Saya mau lanjut kesebelah makasih yah koh." Nanda langsung pergi begitu saja tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Haya.. lu orang bikin o'e pusing saja loh.Amshong Amshong!" Teriak si kokoh kepada Nanda yang telah berjalan meninggalkan kiosnya.


Lalu Nanda menuju Laundry wash dan mengambil laundryannya.Dia masih mengangkat cameranya dan terus merekam.


"Mbak,saya mau ambil laundryan." Ucap Nanda sambil memberikan kertas nota yang diterimanya dari ella tadi pagi.


"Baik mas tunggu sebentar,ya." ucap si karyawan meninggalkan Nanda untuk mengambil laundrynya.


"lowongan pekerjaan.." Baca Nanda saat melihat kertas yang terpasang di tembok.


"Ini mas barangnya." Wanita itu kembali dan memberikan barang Nanda.Sekresek besar penuh pakaian.


"Mba bilang hai sama cameranya." Lanjut Nanda menyeringai.Dia menodongkan handycam pada si karyawan wanita yang melayaninya.


"Hi,Laundry wash pakaian harum,kinclong,bersih sempurna." Ucap Si pelayan sambil tertawa ke arah camera.


"Makasih mba.dadah.." Nanda kemudian melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan laundry wash.

__ADS_1


Awalnya Nanda sempat berfikir untuk pulang ke apartemen.Tapi kemudian dia mengingat bahwa laundry wash letaknya sangat dekat dengan Taman tempat dia biasa bermain bersama teman temannya disana.


Nanda menyempatkan untuk mampir ke Taman.Dia berharap teman temannya berada disana.Dan benar saja,kedua temannya tengah duduk dibangku panjang dekat taman.


"Nanda,Sini!" Panggil beberapa bocah dari arah taman sambil melambaikan tangannya kearah Nanda.


Tanpa ragu Nanda langsung berlari kesana dengan penuh semangat.Sudah lama Sekali dia tidak bertemu dengan teman temannya.Dia sangat merindu untuk bermain bersama temannya.


"Hey,kalian gak sekolah." Ucap Nanda sambil tertawa menyeringai kepada teman temanya.


"Nggak ah,malas sekolah terus.Mending main game disini.'' jawab Aldo.


"Bolos sekolah sekali kali.Nggak papakan" Lanjut Dio sambil tertawa.


Mereka berdua adalah anak remaja yang saat ini duduk di bangku sekolah menengah pertama.Hari ini mereka bolos sekolah dan malah menghabiskan waktunya taman.


"Emang sekolah itu gak asik.Bukannya enak jadi punya banyak temen." Saut Nanda sambil merekam kedua temannya.


"Udahlah sekolah itu gak penting.Btw itu Handycam dari mana bagus banget." Saut Aldo sambil tersenyum.


"Ini Dikasih dari ibuku." Jawab Nanda menyeringai.Kemudian Nanda duduk ditengah tengah mereka dan menunjukan gambar apa saja yang telah dia rekam.


"Eh.. tapi bukannya ibumu udah meninggal!" Saut Dio kepada Nanda.


"Iya sih bener.Tapi kemaren aku punya ibu baru." Jawab Nanda menyombongkan Ibunya.


"Hah.. pak joko kawin lagi." Ucap kedua remaja itu bersamaaan.


"Bukan paman tapi aku yang nikah." Balas Nanda sedikit berteriak.Hal itu justru malah menarik gelak tawa kedua temannya.


"Hahaha.. mana ada ciwi yang mau sama lu.Lo kan geger otak." Ucap Dio sambil tertawa keras didepan nanda.


.


.


.


.


.


.Like,comment,vote.


Maaf banget author gak update 2 hari kemarin.Soalnya kondisi badan lagi gak fit tapi terima kasih sudah mau comment.

__ADS_1


Terima kasih sudah mau membaca novel saya.Pantengin terus Nanda dan Ella ya.


__ADS_2