My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 86


__ADS_3

"Udah Bel jangan diliatin mulu, laki orang tuh." ujar Arin.


"Lo nggak ngerti juga Rin. Coba liat baik baik, Nanda itu ganteng cool banget. Seandainya aja dia normal, dia pasti udah jadi idaman semua wanita. Gue gak akan bosan kerja kalo CEO kita kaya dia." ujar Bella.


"Yaelah Bella Bella gua juga ganteng kali." gumam Faiz.


Ella hanya tersenyum saat mendengar obrolan teman temannya. Sejak kedatangan Nanda beberapa saat yang lalu, merrka benar benar menjadi pusat perhatian.


"Kamu beruntung banget La bisa dapetin Nanda!" Ujar Bella.


"Hmm.. plus minuse sih!" jawab ella cengengesan.


"La.. makan!" ujar Nanda sambil menyodorkan sendok berisi nasi pada Ella.


"Nggak! kamu aja aku udah kenyang." Tolak Ella halus.


Ella sengaja menolak suapan dari Nanda sebab dia ingin menghargai teman temannya yang masih singgle.


"Kamu ada apa datang ke kantor?" Tanya Ella.


"Mau apa lagi? ya jagain kamu lah." ujar Nanda sambil menggadap pada istrinya.


"Aku bisa jaga diri aku sendiri. Nggak usah over kayak gitu." Lanjut Ella.


"oh.. so sweet! Nggak papa kali La, seru tahu kalo ada yang ngejagain kita." Saut Bella.


"Bel udah bel cukup!" ujar Arin.


"Iya aku tahu kamu bisa jaga diri. Tapi aku khawatir aja, gimana kalau perutmu sakit lagi." ujar Nanda.


"Nggak akan Mas!" ujar Ella.


"Kalo ada Lily sih nggak papa La, aku bisa tenang tenang aja. Lily bisa diandelin dia pasti mau jaga kamu. Tapi karena Lily gak masuk aku jadi khawatir." ujar Nanda polos.


"Siapa yang nggak masuk!" Suara itu tiba tiba muncul diantara mereka berlima. Mereka kaget saat melihat Lily datang kekantor.


"Bu Lily, bukankah ibu sedang sakit." ujar Faiz.


"Aku memang sedang tidak enak badan, Tapi aku khawatir dengan meeting hari ini. Jadi aku memutuskan untuk mampir sebentar. Tapi untunglah dengan begitu aku tahu apa yang terjadi disini." ujar Lily dengan suara serak.


"Meeting berjalan lancar, kamu tak usah khawahatir." Ujar Ella.


"Klien meminta perusahaan untuk meng-upgrade beberapa produk. Sebab beberapa bulan terakhir produk kita tidak terlalu laku di pasaran." ujar Arin.


"Tapi kami berhasil meyakinkan para klien dan berjanji untuk memperbaiki produk kita dan juga menambah produk baru. Dan mereka memberikan respond yang positif." ujar Ella menambahkan.


"Syukurlah! kalau begitu kita harus lebih serius lagi dari sekarang dan ngomong ngomong."


Plek...

__ADS_1


Lily menggenggam bahu kiri Nanda dan meremassnya dengan kuat dari arah belakang. Didalam hati Nanda mengeluarkan seribu sumpah serapah dan mengutuki dirinya sendiri.


'Pedahal aku sengaja mampir dengan gaya baru karena aku pikir Lily tidak akan datang. Tapi ternyata dia tetap datang meski masih sakit begini. Ah sial... dia pasti akan menghabisiku.' Bisik Nanda dihatinya.


"Aku ingin berbicara sebentar dengan Nanda. Kamu tidak keberatankan La?" ujar Lily sedikit tersenyum.


Nanda semakin berkeringat dan menatap wajah istrinya sambil mengharap pertolongan darinya.


'Jangan la jangan.. Tolong suami kamu ini, please!' Gumam Nanda dihatinya.


"Ok!" Balas Ella sambil tertawa.


'oh sial...!' gumam Nanda.


Lekas Lily membawa Nanda ke ruang kantornya. Nanda hanya bisa pasrah dan bersiap menerima omelan dari sahabatnya. Sementara dikantin Bella mengingatkan Ella untuk tidak sembarangan membiarkan Nanda dipinjam orang lain.


"La, Bu Lily ko kaya gak heran liat penampilan Nanda. Jangan jangan dia udah tahu lahi Nanda sekece itu." saut Bella.


"Mungkin? Tapi nggak maslah juga sih!" saut Ella.


"Ya itu masalah La, jangan jangan bu Lily suka lagi sama Nanda. Hati hati la takutnya kamu ditikung." Ujar Bella


***


Brek....


"Aw... apa kau sudah gila? Bagaimana kalau jasku jadi kotor!" ujar Nanda.


"Hey.. hey.. bukankah kamu sedang flu, orang sakit itu lebih baik tidur diranjang dan beristirahat. Tapi kamu malah marah marah tidak jelas padaku." ujar Nanda.


"Ihuah... kemarilah akan Aku hajar mulutmu itu hingga tak bisa digunakan lagi!" Ujar Lily sambil mengangkat vas bunga ditangannya.


"Eh... eh... tunggu dulu Lily tenanglah aku hanya bercanda!" Ujar Nanda sambil merebut vas bunga dari tangan Lily.


Lily berhenti menyerang Nanda lalu dia diam mematung dengan kepala menunduk kebawah. Perlahan air mata keluar dari sudut sudut matanya. Mukanya memerah menahan kesal pada sahabatnya.


"Kenapa kamu selalu bersikap seenaknya saja. Apa kamu sudah tidak peduli lagi padaku?" Ujar Lily sambil meneteskan air mata.


"Lily aku hanya bercanda, percayalah aku sama sekali tidak melupakanmu." Ujar Nanda risih sambil memegangi belakang kepalanya.


"Kalo sampai ada orang yang mengenalimu. Kamu tahukan apa yang mungkin bisa terjadi." Ujar Lily pada Sahabatnya.


Nanda kemudian memeluk Lily kedalam dekapannya lalu dia berbisik tepat ditrlinga Lily.


"Lily aku tahu apa yang aku lakukan dan apa resiko yang akan terjadi. Kali ini situasinya berbeda aku telah siap untuk kemungkinan terburuk sekalipun. Ambil cuti dan beristiratlah, aku tahu kamu begitu lelah. " Ujar Nanda meyakinkan Lily.


"Berjanjilah kali ini kamu tidak akan kalah. Berjanjilah kamu akan menyelamatkan Remi. Aku rasa dia sangat kesepian dan menderita sekarang." Balas Lily.


"Hm.. dia adikku tentu saja aku akan menyelamatkannya." Balas Nanda sambil tertawa didepan lily.

__ADS_1


Ceklek....


'Sial!' umpat Nanda.


Tiba tiba Ella masuk ke ruangan Lily dan memergoki mereka sedang berpelukan. Nanda panik setengah mati, tapi dia memilih diam dan tak memperdulikan Ella.


"Ehm. ehmm...!" Ujar Ella memberikan isyarat.


Lily mengelap air mata dan melepaskan pelukannya dari Nanda. Dia begitu kaget melihat kedatangan Ella yang tidak ia sadari.


"La maaf aku.."


"Tidak usah berkata apa apa lagi Ly. Aku mengerti apa yang terjadi!" ujar Ella.


Ella mendekati Lily lalu dia memegang tangan dan pundak lily lalu dengan oenuh percaya diri Ella berkata pada Lily.


"Aku mengerti betapa kamu sangat memperdulilan Nanda. Sekarang biarkan aku yang mengurus Nanda, biarkan aku mengurus suamiku. Aku akan menjaganya dengan sangat baik. " Ujar Ella tersenyum.


"Lily kami semua menyayangimu, berhentilah menyiksa dirimu sendiri. Kamu bisa membagi beban yang kamu tanggung pada kami semua." Lanjut Ella.


"La.. "


"Bagi juga beban pekerjaan pada kami semua. Kami siap untuk membantumu. Ayok kita buat PT Bumi Rahayu menjadi jauh lebih baik." Ujar Ella sambil tersenyum.


"Benar bu, kami semua menyayangi ibu. Jangan pernah mengambil semua beban sendirian." Ujar Arin yang tiba tiba datang dan membuka pintu ruangan.


"Iya bu, kita pasti bisa menjadi lebih baik bersama sama." sambung Faiz.


"Yes thats sure..!" lengkap Bella.


Lily sejenak diam dan melihat kearah pegawainya, Nanda, Lalu tatapannya berakhir diwajah Ella.


"Aku rasa kamu benar La. Ayo kita berjuang bersama sama!" Ujar Lily serak.


Semua orang tersenyum dan tertawa melihat Lily yang mulai membaik. Terutama Ella yang sedari tadi menggenggam tangan Lily, tanpa isyarat Ella langsung memeluk Lily. Lalu Arin dan Bella juga datang dan ikut berpelukan.


"Ouh.. dasar gadis!" Ujar Faiz mengangkat sebelah alis.


"Faiz mau pelukan denganku?" Ajak Nanda smabil cengengesan.


"Ogah...!" Ujar Faiz keras.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.Like comment vote.


__ADS_2