
"Jadi begitulah yang terjadi, James dimanfaatkan oleh Darma dan Hastomo untuk menghancurkan keluarganya sendiri." Ujar Nanda meyakinkan Lily.
"Semuanya menjadi semakin rumit saja." Ujar Lily menghela nafas.
"Iya tapi aku tahu pasti kamu bisa menjelaskannya secara singkat iyakan." Ujar Nanda.
"Baiklah, pertama yang harus kau tahu adalah Insiden pembantaian itu disebut sebagai Tragedi banjur getih. 53 orang tewas termasuk Ayahmu, james, bi inah dan juga mang asep beserta seluruh anak buah Hastomo dan Darma yang sempat kau lumpuhkan. Sementara Remi yang saat kejadian berada di singapura dia selamat. Tapi ibumu yang mendengar kabar kematian james, dia menjadi Sakit jiwa. Lalu entah bagaimana caranya Hastomo dan Darma bisa keluar dengan selamat." Jelas Lily.
"Mustahil, Aku hanya melumpuhakan mereka bukan membunuhnya. Lagipula aku tidak menyerang organ vital. Kecuali..."
"Benar, Mereka sengaja di korbankan. musuhmu paham betul, akan sangat merepotkan apabila ada informasi yang bocor dari salah satu diantara mereka. Akan tetapi membawa 18 orang terluka juga lebih merepotkan. Karena itulah pilihan yang paling baik adalah dengan membunuh yang terluka." jelas Lily.
"Bahkan mereka membunuh temannya sendiri." gumam Nanda.
"Pada saat itu media sangat heboh, berbagai teori bermunculan untuk memecahkan kasus pembantaian tersebut. Dan aku rasa PC dan HG berusaha menutupi jejak mereka dengan mengendalikan media. Mereka membuat Narasi dan mendorong publik untuk beranggapan dirimu yang melakukan hal tersebut.
"Untunglah aku menemukan sedikit celah dari Narasi mereka, sehingga aku bisa masuk ke dalam tanpa diketahui siapapun. Aku menghubungi media lain untuk membuat berita tentang dirimu. Tentang kesuksesanmu selama 3 tahun dalam memimpin WI. Tapi karena itulah aku terpaksa membongkar identitasmu sebagai putra Wirata atmaja. Namun respon yang ditimbulkan cukuplah positif, Publik mulai terdorong dan menganggap pembantaian itu adalah akibat dari Perebutan kekuasaan." Lanjutnya.
"Lalu bagaimana dengan Remi?" Tanya Nanda serius.
"Remi tidak tinggal diam pada saat itu. Dia turut menggugat Marissa yang pada waktu itu adalah pacarnya james. Dia beranggapan semenjak kedatangan marissa di keluarganya. Hubungan keluarga mulai tidak harmonis. Tapi tentu Marissa lepas dari gugatan karena memang tidak ada bukti pasti mengenai keterlibatan Marissa dalam insiden tersebut. Tapi karena hal itu, Nama nama penting lainnya seperti Hastomo ayahnya Marissa, sempat di panggil ke pengadilan. Namun dia juga terbebas dari gugatan karena lagi lagi tidak ada bukti yang pasti."
"Marissa memang punya peran yang penting. Dalam hal ini dia adalah orang yang menjadi Informan bagi ayahnya dan juga Darma untuk melakukan kekejaman mereka. Aku juga sempat bertemu dan berkenalan dengannya di rumah, saat makan malam. Sekitar 2 hari sebelum pembantaian itu terjadi. Pada malam itu Ayahku secara gamblang mengakuiku sebagai putranya didepan james, remi, Ibu wina, serta marrisa."
"Jadi singkatnya marisa mengenalmu, Begitu?" Tanya Lily spontan. Nanda kemudian mengangguk mengiyakan pernyataan Lily.
"Lalu apa yang terjadi pada Remi selanjutnya?" Tanya Nanda.
"Polisi menutup kasus Tragedi Banjur getih tersebut dengan alasan motiv dari tragedi tersebut adalah konflik internal keluarga. Setelahnya Remi pindah dan menetap di singapura, Ibu tirimu juga mendapatkan perawatan disana. Remi juga mengambil alih pimpinan di perusahaan Wiratmaja Instituate (WI). Meski begitu WI adalah pihak yang paling merasakan dampaknya karena perusaahan kehilangan 3 pimpinannya yang paling berpengaruh yaitu ayahmu, james, dan juga Dirimu. Lalu Hastomo, dia berhasil menyelamatkan perusahaannya Priyambodo Corporation (PC) dari kebrangkutan. Sementara Darma, dia turun dari jabatannya di Hasanata Group (HG) dan digantikan oleh Anaknya Alex Hasanata. Baru baru ini HG dan PC juga melakukan merger yang diawali dengan pernikahan Alex dan juga Marissa. Ironisnya Kau juga menikah di hari yang sama, dengan mantan sekertaris Alex." Jelas Lily lagi.
__ADS_1
"Apa masalahanya dengan itu? Mempunyai istri secantik dan semenawan Ella itu adalah anugerah." Gumam Nanda sedikit tersenyum.
"Dasar bodoh.. apa kau tidak mengerti juga." Bentak Lily.
"Disisi lain adalah Kau, dan disisi lainnya adalah Hasanata Group dan Priyambodo corporotian melalui Alex dan Marissa. Kemudian Ella adalah benang merah yang menghubungkan kedua sisi. Itu artinya Sebenarnya Masa lalu sangat dekat denganmu. Ketika orang Hasanata Group mengetahui keberadaanmu yang ternyata masih hidup. Apalagi jika sampai ke telinga Darma dan Hastomo maka aku rasa Banjur getih season 2 tidak akan terelakan." Jelas Lily membentak marah dan menatap tajam ke arah sahabatnya.
"Iya aku mengerti tapi aku juga tidak mau memutuskan benang merah itu. Aku tidak akan meninggalkan Ella, dan aku rasa kaupun mengetahuinya." Balas Nanda tegas.
"Tapi itu sangat berbahaya Nanda, Bukan hanya untukmu tapi juga bagi Ella. Sejujurnya aku kasihan pada Ella, tanpa dia sadari dirinya berada tengah tengah kekuatan yang besar. Didalam permusuhan yang tiada habisnya antara WI dan juga HG&PC." Gumam Ella.
"Iya kau benar, Ella sangat dekat dengan bahaya. Tapi tentu saja hal tersebut tidak akan terjadi begitu saja. Ella akan tetap baik baik saja selama tidak ada yang mengetahui keberadaanku. Karena itu aku akan tetap menjadi anak kecil demi menjaga Ella." Ujar Nanda mengangkat sebelah alisnya.
Sementara Lily pasrah saja, karrna fia tahu Nanda adalah orang yang sangat keras kepala dan teguh pada pendiriannya.
"Baiklah kalau begitu, Aku tidak punya pilihan lain selain memback-up kalian dari belakang. Jika melihat hubungan Alex dan juga Ella. Ditambah Kau dan Marissa yang sudah saling mengenal. Dan mengkorelasikan keduanya, maka. Kesimpulannya akan sangat berbahaya jika sampai marissa mengetahui kalau kau masih hidup. Singkatnya jangan sampai marissa mengetahui bahwa kau masih hidup. Lalu kau juga harus bisa menghalangi Alex dan Ella untuk bertemu kembali." ucap Lily memperingatkan Nanda.
"Dich.. dasar cowok. Tapi yang tidak kalah penting adalah tentang kematian ayahnya Ella. Menurutku akan lebih baik jika Ella tahu langsing dari mulutmu." Ujar Lily tegas.
"Iyah, akan aku usahakan. Tapi tidak dalam waktu dekat. Tapi ngomong ngomong, aku sudah sangat merindukan Ella. Jadi tugasmu sekarang sebagai tim back-up adalah membawa istriku kembali dengan selamat. Awas saja kalau lecet dijalan." Ujar Nanda pada Lily.
"Hah.. apa kau bilang." Lily terkekeh tidak bisa percaya apa yang baru saja dikatan sahabatnya.
"Hey, aku bilang aku akan memback-up kalian. Bukan menjadi pembantu, aku tidak mau." Balas Lily merajuk.
"Oh begitu rupanya, jadi kau tidak mau menuruti perkataanku. Apa kau tahu apa yang bisa aku lakukan padamu." Balas Nanda tertawa jahat.
"Hey dengar yah, apapun yang terjadi kau tidak akan bisa menyetirku." Balas Lily sinis.
"Iya, kamu benar tapi aku masih bisa menyetir Remi." Lily melotot karena terkejut saat mendengar perkataan Nanda.
__ADS_1
"Aku akan mengatakan padanya nanti, kalau pacarnya yang bermata empat ini tidak mau membantu kakanya. lalu aku akan melarangnya untuk menikahimu. Kau mengerti hah?" Ejek Nanda. Tiba tiba Lily langsung saja menampar wajah Nanda dengan keras.
"Coba saja kalau bisa, Kau tidak akan melakukannya." Jawab Lily tertawa.
"Oh begitu kah, asal kau tahu saja Kenapa waktu itu Remi pergi ke singapura pedahal sehari sebelumnya dia sempat melamarmu. Karena aku yang menyuruhnya pergi, mengerti. jadi jangan macam macam denganku atau.." Belum selesai berbicara Lily tiba tiba menarik telinga Nanda dan membisikan sepotong kalimat disana.
"Apa kau tahu, keesokamnya saat dia akan oergi ke bandara. Dia tidak melirikku sama sekali. Jadi itu juga ukahmu yah hah!" Ucap lily dengan Nada kejam ditelinga Nanda.
Nanda yang mendapat sikap menyeramkan dari Lily. Bergerak tak berkutik sedikitpun, rasanya seperti disambar petir disiang bolong. seluruh badannya terasa sangat Kaku. Gleckk.. Nanda hanya bisa menelan ludah dan terdiam.
'Sial! alu keceplosan.' Pikir Nanda merenung.
.
.
.
.
.
.
.***Like,comment,vote.
note.
lanjut cerita yuk***...
__ADS_1