
"Pembunuh! " 1 kata yang langsung membunuh mental pria yang tegap berdiri saat ini.
"Apalagi yang kamu mau sekarang? Kamu bunuh suami saya, kamu nikahi anak saya dan mencampakannya demi perempuan lain." Ujarnya kesal tak dapat lagi menahan emosi.
Setelah meluapkan emosi yang begitu besar dia menangis sedu dengan deras. Sementara Nanda terdiam dan mengepalkan tangannya keras. Meski begitu hatinya tak lagi menyimpan beban bersalah pada keluarga istrinya.
Nanda melirik dan melihat Ella yang terbaring lemas dan membuang muka darinya. Pak joko juga terlihat sangat kaget dengan pengakuan Nanda. Nanda sudah benar benar pulih. Pikir pak joko.
Rima dan Dr. anne lalu berusaha menenangkan keadaan. Dr.Anne menggenggam tangan Ella dan membelai wajah Ella dengan lembut. Sementara Rima segera memeluk bu Hasimun dengan cepat saat melihatnya lemas dan terjatuh ke belakang. Perlahan lahan wanita paruh baya itu kehilangan kesadarannya.
"Bu..! Bu..! Bu..! " Ucap Rima pada wanita di pelukannya.
Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, Nanda segera melangkahkan kakinya untuk pergi sementara dari sana. Tak tinggal diam, Pak joko lalu mencoba menghentikan Nanda.
Tapi justru Dia mendapatkan tatapan tajam dari ponakannya tersebut. "Menyingkir lah dariku! " ujar Nanda lalu dia pergi.
15 menit berlalu, Dr. Anne dibantu Rima dan pak joko sudah mengamankan Ella dan ibunya yang mengalami shock. Ibunya Ella pingsan dan tak sadarkan diri. Sementara Ella tetap terjaga tapi satu suara pun tak muncul dari mulutnya.
Tubuhnya mengeluarkan keringat dingin yang cukup banyak. Tangannya tak berhenti mencengkram tangan Dr. Anne dengan kuat. Matanya tak henti mencari kemana arah ibunya terbaring.
"Ella... Sayang! Semuanya pasti akan baik baik saja. Ella tenang ya nak yah..! Inget sama anak diperut Ella." Ujar Dr. Anne menenangkan gadis muda tersebut.
Ella terlihat mengedipkan mata dan satu persatu air mengalir dari sudut matanya. Mulutnya tiba tiba melintang dan Ella menangis pelan disana. Dr Anne langsung mengusap rambutnya dan menempelkan pipinya di kening Ella.
"Tenang La..! Tenang yah..! Ucapnya lembut.
Pak joko nampak memperhatikan interaksi antara Ella dan Dr. Anne yang begitu dalam. Pikirannya seketika melayang sejak kejadian yang baru saja dia alami. Apa ini benar benar kebetulan? Nanda menakahi gadis yang ayahnya tak sengaja ia bunuh.
Setelah beberapa saat Ella bisa tenang. Dr. Anne memanggil Rima ke dekatnya.
"Nanda kurang tidur 3 hari kemarin, sekarang badannya pasti lemes. Ditambah Nanda juga dapat serangan batin barusan. Cari Dia, saya khawatir sama Nanda. " Bisik Dr. Anne
"Baik Dok..! " ujar Rima. Pak joko yang mendengarnya kemudian langsung menghampiri dan melontarkan satu kalimat.
"Biar bapak yang cari Nanda. Kamu tunggu aja disini." ujar Pak joko.
__ADS_1
"Jangan pak! " saut Dr. Anne dari belakang. " Nanda tidak akan mau mendengarkan pak joko. Sekarang kita percayain aja semuanya ke Rima." Ujar Dr. Anne.
"Pak sekarang Rima udah bisa jaga diri. Bapak tenang aja, Rima bakal cari Nanda sampai ketemu! " ujar Rima lalu dia bergegas pergi.
Disisi lain Nanda yang benar benar sudah kelelahan duduk bersandar di sebuah toko kecil di trotoar kota. Ternyata aku benar benar bodoh. Aku memegang kunci sedang mewah, tapi malah pergi jalan kaki. Konyol...!
Nanda menghadap langit dan tertawa lebar disana. sekilas dia mengingat beberapa kenangan bersama istrinya.
"Yank...! " ujar Ella panjang dipintu kamar.
"Apa? " Balas Nanda polos sambil menengok ke arahnya.
"Kamu mau gitu terus!?" ujar Ella dengan ekspresi jengkel nya yang khas.
"kan biasanya juga nonton film sampai jam 10, sekarang baru jam 9! " Jawab Nanda sambil menghadap istrinya.
"Kalo kamu nonton TV terus. Yang nemenin aku siapa? " Ujar Ella dengan raut wajah kesal.
"kamu ya tidur kayak biasanya! " ujar Nanda tersenyum lebar.
Ella menghembuskan nafas panjang dan berjalan dengan cepat kedepan TV. Tombol Off ditekannya dalam dalam dan mengakhiri nonton malam ini.
Nanda tanpa perlawanan langsung mengikuti istrinya dengan pasrah dan gesit ke kamar. Ella juga mengunci pintu kamar dan segera naik ke ranjang.
"Nungguin apa kamu? Cepetan Naik!" ujar Ella agak kesal melihat tingkah suaminya yang terkesan sangat lambat. Padahal bukan sekali dua kali dia berusaha mengajak suaminya untuk bermesraan.
Tapi tetap Nanda berada dimode polosnya dan mempermainkan sang istri sedari tadi. Sambil melipat bibir Nanda masuk kedalam selimut dan berbaring terlentang .
Sementara Ella menatapnya kesal dengan posisi badan miring dan menyangga kepala dengan tangannya.
"Kamu sayang gak sih sama aku? " Tanya Ella.
"Sayang..!" Nanda tersenyum lebar. "Tapi tadi sayang La. Filmnya udah setengah jalan." ujar Nanda tersenyum polos.
Seketika Ella menjatuhkan sandaran kepalanya dan tidur terlentang disana. "Ella marah ya? " Lanjut Nanda menggoda istrinya.
__ADS_1
"Gak tau deh, Gak ngerti aku!" ujar Ella memalingkan wajahnya.
Melihat Ella yang semakin kesal. Nanda langsung mengambil moment dan memeluk tubuh istrinya yang tengah pasrah itu. "Awas ah berat!" Ujar Ella.
"Jangan marah atuh La! " Nanda mencium leher dan pipi Ella beberapa kali. Sontak hal itu membuat Ella terangsang dan mulai kembali meresponnya.
Seketika Ella memeluk kepala Nanda yang bersandar dibawah dagunya. "Kok kamu nggak pernah ngerti sih Mas!" Ujar Ella mencium kepala suaminya.
"Ngerti apa? " Ella menghembus nafas kecil lalu kembali menciumi kepala suaminya. Beberapa saat kemudian Mereka saling berbincang bincang kecil dan beberapa cumbu aan kecil mereka lontarkan satu sama lain.
Saat moment moment terakhir sebelum tertidur. Ella mengucapkan Satu kalimat panjang pada suaminya. "Jangan bosen bosen ya tidur bareng aku."
"Badan kamu empuk, Wangi Lagi..! Gimana aku bisa bosen." Ujar Nanda lembut.
Nanda mengusap wajahnya dalam hati ia tertawa. Kalau dipikir pikir lagi aku ini bodoh, kenapa dulu aku harus tetap berpura pura. Sekarang Aku malah bersandar sendiri ditempat ini. Apa aku masih bisa bersandar ditempat yang sama bersama Ella. Sepertinya tidak, Tidak akan pernah lagi.
Sesaat Kemudian Nanda mulai kehilangan kesadarannya. Tanpa ia sadari dia terlelap kedalam tidur yang sunyi.
***
"Akh... .... ...! Akh... Akh...! " Nafasnya menderu kasar dan nampak begitu terengah saat terbangun dari tidur. Kepalanya masih pening dan matanya cukup berat untuk tetap bertahan.
Nanda menunduk berusaha menenangkan dirinya yang merasa tertekan. Sesaat kemudian Nanda mengangkat kepala dan melihat seorang wanita duduk di atas kursi roda tersenyum ke arahnya.
"Gue udah mati ya..? " Wanita itu nampak lipat bibir ke bawah dan menahan tawa. "Ini diakhirat kan? " Lanjutnya bingung.
"Bapak lo di akhirat."
.
.
.
.
__ADS_1
.
. Like comment vote