
Di pagi harinya Seperti biasa Ella bangun pukul 04.00 pagi. Saat bangun Ella melohat suaminya masih tertidur pulas seperti biasa. Dia mencium kening Nanda dengan penih cinta sebelum akhirnya dia ke dapur untuk membuat sarapan.
1 jam didapur Ella sudah selesai masak dia kembali ke kamar dan pemandangan serupa ada didepan matanya. Ella menggeleng kepalanya kadang dia heran kenapa Nanda suah untuk bangun tidur.
Kali ini Ella tidak membangunkan Nanda, Biarlah mamas tidur sebentar lagi Pikir Ella ringan. Selanjutnya dia mengambil handuk dan bergegas mandi. Sampai selesai mandi dan berganti pakaian, Nanda masih tidak bangun juga. Ella mengambil inisiatif.
"Mas bangun udah siang!" Ujar Ella membangunkan suaminya. Beberapa kali Ella menggoyangkan tubuh suaminya. Tapi Nanda tetap kekeh tidak mau bangun.
"Hmmm...!" Saut Nanda malas. Dia bergesar ke sisi lain ranjang dan mengubah posisi tidurnya.
"Mas..! Jangan giu terus ih, masa tiap pagi susah di bangunin." Gumam Ella agak kesal.
"5 menit!" Ujar Nanda lirih. Dia saja masih setengah sadar saat membalas istrinya.
"Oke 5 menit lagi!" Ujar Ella meninggalkan suaminya.
Pada saat awal menikah, Nanda sering bangun pagi. Bahkan tak jarang saat Ella bangun apartemen sudah disapu dan dipel. Tapi Belakangan Nanda malah bangun siang. Dibangunkanpun sangat sulit seperti sekarang.
Ella membiarkan lahi suaminya tidur, sementara dirinya mulai berias. 20 menit berlalu Ella sudah siap dengan penampilannya. Sekarang Ella mulai menyiapkan tas dan kunci mobil.
Tak lama kemudian Ella sudah siap untuk aktivitasnya hari ini. Dia bisa berangkat kapan saja ke kantor. Sementara Nanda masih tidur dengan tenang diatas ranjang.
"Mas udah lebih dari 5 menit!" Teriak Ella dari meja makan. Teriakannya tak mendapat respond yang positive.
"Huftt.. Nanda pasti masih tidur. Kebiasaan banget sih heran!" Gumam Ella jengkel.
Ella kemudian memgambil sedikit Nasi dan ikan yang dia masak tadi pagi. Karena waktu yang sudah siang Ella lebih memilih sarapan lebih dulu. Hingga sarapannya habis, Nanda masih tidak bangun.
Setelah sarapannya habis Ella mengambil tas dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Tapi sebelum berangkat dia tak mau meninggalkan ritual paginya. Ella berdiri bersandar ditembok dekat depan pintu kamarnya. Lalu dia berteriak memanggil Nanda.
"Mas aku berangkat ke kantor!" Teriak Ella keras.
"Hmmmm....... " Saut Nanda malas. Karena Nanda masih tidak mau bangun, Ella berteriak sekali lagi dengan Nada yang kebih keras.
"Mas aku mau berangkat ke kantor!" Teriak ella lebih keras dan lebih tegas lagi.
"Hmm.. iya La." Ujar Nanda agak keras. Karena belum mendapat etikad yang baik dari suaminya. Ella berteriak lebih keras dan lebih menekan setiap katanya.
"Mas aku mau berangkat ke kantor sekarang!" Tegas Ella semakin keras dan jengkel.
"Cep.. apasih tinggal berangkat aja repot." Nanda mengrenyit kesal pada Ella dan mengambil satu bantal untuk menutup kepalanya.
Kali ini Nanda mulai bangun dan perlahan mendapatkan kesadarannya. Sesaat Nanda merasa kesal dengan sikap Ella. Tapi kemudiam dia melotot dan langsung berdiri setelah sadar Ella memberinya kode merah.
__ADS_1
Langsung saja dia berlari keluar kamar untuk menemui istrinya. Tapi sayangnya dia terlambat, pintu keluar apartemen sudah tertutup. Ella pasti sudah pergi, Batin Nanda.
Sekarang dia hanya bisa menggaruk kepala, sambil memandangi pintu yang sudah tertutup. Ella pasti sangat marah dan kesal pada dirinya. Nanda kemudian berbalik dan dia melihat Ella seang berdiri menatap kearahnya dengan wajah cemberut.
"Eh.. Ella. Mau berangkat La?" Ujar Nanda cengengesan pada istrinya.
Ella berjalan mendekati suaminya lalu mencium pipi Nanda. Kebiasaan banget sih, Batin Ella. Dia kemudian merapihkan baju Nanda yang berantakan.
"Jangan dibiasain bangun siang mas, Aku nggak suka!" Ujar Ella tegas.
"Iyah iyah, Besok besok nggak lagi." Ujar Nanda sambil mencium kening istrinya.
Ella sebenarnya ingin marah, tapi dia tidak tega pada suaminya. Barangkali Nanda hanya kelelahan karena aktivitasnya semalam. Batin Ella. Sesaat sebelum ingin pergi, Ella merasa aneh dengan sebuah tanda di pangkal leher bawah suaminya.
"Mas kok ini merah!" Ujar Ella mengusap bekas merah ditubuh suaminya.
"Ha.. Kamu yang bikin, sok sokan gak tau lagi." Ucao Nanda tertawa geli.
"Perasaan aku nggak ada cium disitu deh." Ujar Ella mengerutkan dahi.
"Udahdeh La, jangan aneh aneh. Masa iya aku cium leher aku sendiri, Kan nggak bisa." Ujar Nanda tertawa.
"Hem.. iyasih." Balas ella pelan. Dia masih ragu dan bingung, pedahal ingatannya jelas. Ella yakin bekas merah itu bukan dari bibirnya.
"Yaudah aku berangkat dulu. Dah..!" Ella kemudian mencium suaminya sekali lagi sebelum dia berangkat ke kantor.
......***......
Setelah sarapan bersama istri dan keluarganya Alex bergegas berangkat ke kantor. Pagi ini dia memiliki hal yang sangat penting untuk dia lakukan.
"Selamat pagi fanny!" Sapa Alex pada sekertaris cabinya.
"Selamat pagi pak!" Sapa Fanny kemudian mengikuti Alex dari belakang.
Mereka kemudian masuk kedalam ruang kantor Alex. Lalu Alex duduk dikursi kejayaannya, tahta tertinggi hasanata group.
"Fanny bawakan aku informasi tentang PT Bumi Rahayu." Perintah Alex pada sekertarisnya.
"Baik pak!" Jawab Fanny sigap. Kemudian Fanny mengambil sejumlah berkas berkas yang telah dia siapkan.
"PT Bumi Rahayu adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan ringan. Belakangan nama perusahaan mereka bersinar setelah 4 produk baru mereka meledak dipasaran. Pak mereka adalah perusahaan yang baru berkembang dan ada dikelas menengah. Perkembangan mereka juga terbilang sangat cepat. Bisa dibilang juga mereka sedang berada diatas angin saat ini." Ujar fanny.
"Perusahaan kelas menengah! Dalam 2 sampai 3 tahun lagi perusaahan mereka pasti akan bertambah besar." Gumam Alex sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sekarang katakan bagaimana kondisi bisnis kita dalam bidang yang sama dengan mereka." Pinta Alex sambil berdiri dari kursinya dan melihat ke luar jendela.
"Berbanding terbalik dengan PT Bumi Rahayu perusaahan kita mengalami kemunduran yang cukup besar. Produk produk kita mulai hilang dipasaran. Ditambah dengan adanya 4 produk dari PT bumi rahayu. Semakin membuat nama produk kita tenggelam. Pak Alex, ini adalah pukulan telak bagi kita." Jelas Fanny.
"Lalu bagaimana menurutmu ibu sekertaris?" Tanya Alex singkat pada Fanny.
"Menurut saya daripada melawan dominasi PT bumi rahayu saat ini. Kita akan lebih diuntungkan jika menjalin kerja sama dengan mereka. Perusahaan mereka mungkin mau menerima suntikan dana dari kita. Dengan begitu kita bisa masuk sebagai salah satu pemegang saham." Ujar Fanny menjelontorkan idenya. Alex berbalik dan menepuk tangan saat mendengar ide fanny.
"Briliant! Saya juga memikirkan itu semalam. Tapi mungkin mereka akan menolak tawaran kita dengan mudahnya. Kau tahu kenapa? Berikan daftar namanya padaku?" Ujar Alex.
Fanny menelan ludah, Dia tahu apa yang dimaksud dengan Alex.
"CEO mereka Lily septi anugerah mendapat berbagai pujian dari sejumlah orang orang besar terutama rekan bisnis mereka. Namun ada satu orang yang menarik perhatian disana, tak lain adalah COO mereka Ella gabriella." Ujar Fanny memelan.
"Bagus sekali, akhirnya kamu menyebutkan nama itu. Daei info yang aku dapatkan PT Bumi Rahayu mengalami peningkatan setelah memasang Line up baru. Mereka menambahkan posisi baru yang belum ada sebelumnya, COO, CMO, CFO dan yang lainnya." Jelas Alex singkat.
"Nama gadis itu muncul sebagai COOnya, Aku tahu kalian adalah sahabat dekat. Aku ingin kamu mencari tahu informasi tentang Ella dan apa rencana perusahaan mereka selanjutnya. Sejujurnya aku suka dengan saranmu, tapi aku lebih suka untuk menghancurkan mereka." Jelas Alex sambil menatap tajam kearah Fanny.
Jantung Fanny berdebar saat melihat bosnya, terutama kalau mengingat apa yang terjadi pada sahabatnya. Dia takut Alex dan keluarganya akan merencanakan hal buruk untuk dirinya juga
"Informasi apa yang bapak inginkan. Aku punya banyak." Jelas Fanny sambil mengempalkam tangamnya kuat.
"Berikan semua yang kamu tahu padaku!" Perintah Alex.
Fanny kemudian menarik nafas dan menceritakan semua kebenaran yang dia ketahui pada Alex. Dia takut, tapi fanny lebih memilih membuka kebenaran untuk sahabatnya Ella. Bagaimanapun Juga Ella pantas dan berhak untuk mendapatkan keadilan. Batin Fanny
.
.
.
.
.
.
.***Like comment vote.
Note.
1 like kalian sangat berharga untuk author, minta authir untuk uodate setiap hari dengan memberikan like ke semua bab. Thank you***
__ADS_1