
Setelah Bu Stefy diantarkan Bu Inah menuju tempat telpon rumah Dewa berada Bu Stefy langsung mengangkat gagang telpon dan menghubungi Tante Anna untuk memberi kabar kalau dia akan pulang terlambat.
kriiing kriiiiing kriiing
Bunyi telpon rumah Tante Anna,tanpa menunggu lama lagi Tante Annapun mengangkat telpon rumahnya.
"Hallo, assalamualaikum,Ucap Bu Stefy yangasih di rumah Dewa.
"Wa'alaikumsalam,"Jawab Tante Anna.
"Stefy kamu dimana,kok Samapi pukul 5 sore belum pulang,Tante khawatir kamu kenapa-kenapa,"Jawab Tante Anna yang masih fokus dengan percakapannya.
"Stefy baik-baik saja kok Tante,"Jawab Bu Stefy singkat.
"Stefy sekarang ada di rumah murid Stefy Tan,dia demam dan sendirian di rumah," Jawab Bu Stefy lagi biar tantenya tidak lagi khawatir padanya.
"Apa muridmu baik-baik saja,"Tanya Tante Anna lagi.
"Tadi sudah Stefy kasih obat dan dia sedang tidur,"Jawab Bu Stefy lagi.
"Apa kamu akan pulang hari ini,mengingat murid kamu tidak ada yang jaga,takutnya dia kenapa-kenapa kalau kamu tinggal,"Jawab Tante Anna yang juga menghawatirkan murid Bu Stefy.
"Gini aja Stef,kamu lihat dulu kalau demamnya tinggi kamu bisa merawat dia di rumahnya sambil menunggu orang tuanya datang,"Tawaran Bi Anna yang juga menghawatirkan murid BU Stefy.
"iya Tante lihat nanti saja,Jawab Bu Stefy sambil memikirkan perkataan Tante Anna.
"Yaudah ya Tante Stefy akhiri dulu ya,Stefy mau ngecek keadaan Dewa dulu ya, assalamualaikum."Jawab Bu Stefy seraya menutup percakapannya dengan Tante Anna.
...----------------...
Sementara di rumah besar kediaman Dewa lagi-lagi kedua orang tua Dewa bertengkar.
"Papa ini dari mana saja jam segini baru pulang,"Bentak Ellen kepada Aji Suryatama ayah dari Dewa.
"Mama tidak usah mengurusi urasanku ya,saya bosan di bentak-bentak terus,"Jawab pak Aji tak kalah galak
"kalau mama begini terus papa pergi dari sini saja,"Jawab pak Aji lagi sambil berjalan cepat keluar rumah.
__ADS_1
dalam keadaan masih marah pak Aji mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tujuannya adalah bar Yang ada di pusat kota. tak lama setelah memarkirkan mobilnya pak Aji langsung masuk ke dalam bar tesebut dan pada saat itu waktu menunjukkan pukul 11 malam. Di bar tesebut pak Aji minum-minum hingga mabuk.
"Tuan apa masih mau minum bir lagi,"Tanya peramu saji dengan suara yang menggoda dan menggunakan pakaian yang minim bahan sehingga terlihat lekuk tubuhnya.
"Biar saya temanin malam ini tuan",tanya peramu saji tadi sambil mengelus-elus dada pak Aji dan duduk di pangkuannya untuk menggodanya.
"hmmmmm,hanya jawaban itu yang pak Aji berikan.
"malam ini aku milikmu tuan,goda peramu saji tadi pada pak Aji sambil mengelus dada dan mencium bibir pak Aji dengan rakus.
Karena dicium secara tiba-tiba,apalagi dengan keadaan sudah mabuk terjadilah hubungan penyatuan antara pak Aji dengan pramu saji tadi.
...----------------...
Karena Sampai dengan Maghrib Dewa belum turun panasnya maka Bu Stefy memutuskan untuk ijin ke bibi Anna untuk menginap di rumah Dewa takut terjadi apa-apa pada Dewa.
sebelum menelpon bibi Anna Bu Stefy melaksanakan sholat Maghrib dulu dan membaca Alquran.
"kriiiiing, kriiing, kriiing.....
"Assalamualaikum
"Hallo Stefy ada apa,"Tanya Lily pada orang yang menelpon.
"Wassalamu'alaikum salam",
"Kak tolong sampaikan pada bi Anna,aku tidak pulang hari ini karna harus merawat muridku,Dia belum turun juga panasnya,aku khawatir kak,"Jawab Bu Stefy dengan suara yang benar-benar khawatir.
"Apa dia tidak punya keluarga Sampai kamu yang merawat"Jawab Lily lagi seraya menyelidik.
"Orang tuanya lagi keluar kota kak dia tidak ada yang menjaga,"Jawab Bu Stefy yang masih dengan suara yang khawatir.
"Ok baiklah kalau begitu,kamu juga harus jaga kesehatan juga ya,"Jawab Lily yang menyetujui keinginan Bu Stefy.
"Makasih ya kak,Stefy sayang kakak,"Jawab Stefy kegirangan.
"Yaudah ya kak Stefy tutup dulu telponnya,"Jawab Bu Stefy lagi.
__ADS_1
"Assalamualaikum" ,Jawab Stefy seraya menutup telponnya.
"Wa'alaikumsalam salam,"Jawab Lily yang juga mengakhiri obrolannya di telpon dengan Bu Stefy.
"baiklah aku akan kembali ke kamar Dewa,"Batin Bu Stefy.
Bu Stefy dengan sabar menunggu i dan mengganti kompres di kepala Dewa dia merawat dengan penuh kesabaran.
tok tok tok.
"non ini bibi bawakan makan malam non Stefy kan belum makan dari tadi sore,"ucap bibi Inah sambil membawa nampan berisi nasi soto dan air putih.
"Iya bi tunggu sebentar,"Jawab Bu Stefy seraya berjalan menuju pintu.
"Makasih ya bi,"Jawab Stefy dengan senyum manisnya sambil menerima nampan berisi nasi soto dan minumam.
"Kasihan ya non den Dewa,"Ucap Bi Inah sambil melihat Dewa yang masih tertidur efek obat yang diminum tadi.
"Kenapa memangnya bi,"Jawab Bu Stefy yang masih memegang nampan tadi.
"bibi jangan bikin Stefy penasaran dong,sini masuk duduk di sofa,lagian biar Stefy juga ada temannya,"Jawab Bu Stefy sambil menarik tangan bi Inah untuk masuk ke kamar Dewa berada.
"tapi non....,Jawab Bi Inah,tetapi sebelum menyelesaikan ucapannya,Bu Stefy sudah mendudukkan Bu Inah di sofa yang ada di kamar tamu Dewa dirawat.
"Tidak ada tapi-tapian bi,"Jawab Stefy tidak mau kalah.
"Sekarang bibi ceritakan semua tentang Dewa,saya juga kasihan melihat Dewa seperti ini,Jawab Bu Stefy dengan tatapan sendu.
"Ya walaupun Dewa murid yang sering bikin saya jengkel dengan tingkahnya,tapi menurut Stefy pasti ada pemicu yang membuat Dewa bertingkah seperti itu,"Jawab Stefy sambil minum.
"Ya udah non Stefy,bibi akan. ceritak semua tentang den Dewa sambil nona makan ya,saya tahu non Stefy lapar kan,"Jawab bi Inah sambil menyodorkan maskannya tadi.
Ehhhhhh iya bi,Jawab Bu Stefy sambil nyengir kuda.
"enaknya mulai dari mana ya non,"Tanya bi Inah yang saat ini sedang fokus mengingat masa lalu.
bi Inah adalah asisten rumah tangga Dewa yang telah merawat Dewa dari bayi,makanya Dewa sangat akrab dengan bi Inah.sebelaum pindah ke rumah yang sekarang yakni rumah yang di beli Dewa dari kerja kerasnya,bi Inah lebih dulu bekerja di kediaman pak Aji sambil merwat Dewa.sampai pada suatu ketika bi Inah di fitnah oleh pbanti baru bahwa bi Inah seorang pencuri,saat itulah Dewa minta bi Inah untuk bekerja di rumah Dewa yang sekarang sekaligus sebagai pengganti oarng tua Dewa yang tidak pernah ada waktu buat Dewa
__ADS_1