My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 54


__ADS_3

Ketika selesai mengorek informasi dari Pak mochtar. Ella kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya. Kebetulan jam istirahat juga sudah selesai. Sebelum dia kembali pak mochtar juga tidak luput memberi tahu Ella mengapa banyak pegawai yang tidak tahu tentang Nanda. Itu karena memang kebanyakan adalah pegawai yang baru bekerja setelah Nanda pergi dari perusahaan ini.


Ketika Ella hendak kembali kemejanya dia tidak tahu bahwa seseorang telah menunggu disana. Lily telah sampai di kantor beberapa waktu lalu. Saat Ella masih asik mendengar cerita pak mochtar.


"Darimana saja kau?" Tanya Lily ketus.


"Lily, kapan kamu sampai?" Tanya Ella terkejut.


"Itu tidak penting, Yang harus kau tahu adalah kemarin aku menunggumu di lobby Apartemen semalaman. Tapi sayangnya sia sia, karena orang yang aku tunggu tidak pulang. Lalu entah bagaimana tiba tiba saja kau sudah ada disini. Aku penasaran apa kau punya ilmu gaib atau semacamnya." Ujar Lily panjang Lebar.


Ella terdiam sejenak saat mendengar Lily. Dia berdiri tegap didepan meja kerjanya. Lalu menatap lurus ke arah wanita yang menjadi bosnya.


'haha.. rasakan itu. Suruh siapa membuntutiku terus. Tapi melihat gelagatmu yang seperti hewan pengerat. Aku curiga ada hubungan yang lebih jauh lagi. Antara dirimu dan suamiku.' Gumam Ella sembari tertawa kecil dan mengepalkan erat telapak tangannya.


"Hey, aku sedang menyinggungmu dan kau malah mentertawakan aku. oh.. aku mengerti rupanya kamu sudah berani melawanku. Jangan lupa aku ini bosmu, Aku bisa menendangmu keluar kapanpun aku mau." Ancam Lily dengan wajah serius.


'Aku ragu kamu akan melakukannya, Majusty!' Gumam Ella lagi.


"Aku sengaja tidak pulang ke apartemen. Karena aku ingin menemui ibuku dirumah. Belakangan aku sangat merindukannya." Bohongnya. Ella tidak mau sampai Lily tahu kalau Nanda berada di rumah sakit. Dia takut Lily akan melakukan hal yang tidak tidak.


"Ehmm.. Benarkah, Aku harap ibumu adalah seorang dokter. Karena dengan begitu Dia bisa mengurus sendiri putinya yang terluka. Seusai dihajar oleh bosnya." Ujar Lily tegas menusuk.


Beberapa detik Ella merasa cemas. Dia mengira Lily sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tanganya mulai gemetar, karena bingung dan takut.


"Sudahlah, ayo kita harus pergi!" Ajak Lily. Wanita itu berdiri dari kursi dan menyerahkan sejumlah barang pada pemiliknya.


'Astaga, Apa Lily memecatku! Bahkan dia juga sudah mengemasi barang barangku.' Gumam Ella dihatinya.


"Kita mau pergi kemana?" Tanya Ella. Mengambil tas dan barangnya lalu berjalan mengekor di belakang Lily.


"Ke Apartemenmu." Ujar Lily.


Ella kemudian berhenti berjalan, Lalu menatap tajam kepada Lily dari belakang. Menyadari Ella berhenti Lily juga menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Ella.

__ADS_1


"Ayolah aku yakin kamu sudah tahu tentangku dan Nanda dari pak mochtar. Sempat aku melihatmu bersamanya di pos jaga saat aku datang tadi." Ucap Lily perlahan sambil memegang pundak Ella. Kemudian Ella mengibaskan bahunya supaya tangan lily lepas darinya.


"Kalau kamu memang hanya temannya Nanda. Kenapa kamu sepeduli ini padanya?" Tanya Ella serius.


"Aku rasa kamu sudah melihat rekaman videonyakan. Kamupun juga sudah tahu aku pura pura mencium Nanda. Akan tetapi aku juga tidak heran jika kamu tidak mengerti kenapa aku melakukan semuanya. Karena Kamu sama seperti Nanda, Bodoh!" Jelas Lily dengan Nada Bringas dan tatapan tajam kepada Ella.


"Aku rasa julukan penyihir yang Nanda berikan kepadamu sangatlah tepat. Lidahmu begitu tajam, dan sangat mematikan!" Ujar Ella. Ella berusaha keras untuk melawan Intimidasi dari Lily.


"Hahaha... ya ampun. Baru saja seperti itu, tapi kamu sudah sangat ketakutan!" Ujar Lily tertawa didepan Ella.


"Hey.. Hey.. Berani sekali kamu mentertawakanku!" Ujar Ella emosi.


"Ella Ella, kalau baru seperti ini saja kamu sudah ketakutan. Bagaimana kalau ada hal yang lebih buruk terjadi padamu?" Ujar Lily cengengesan.


"Hey apa maksudmu? Aku bisa menghadapi masalah apapun sendirian. Aku tidak butuh bantuan orang lain, Apalagi darimu." Ujar Ella ketus.


"Sudahlah La. Jangan bergurau, Ayo cepat kita harus pergi!" Ucap Lily kembali berjalan.


"Tidak, Aku tidak mau pergi bersamamu." Tolak Ella tegas.


"Hey itu kunci mobilku!" Ella lalu berlari mengejar Lily.


Mau tidak mau Ella harus mengikuti Lily. Kalau tidak dia akan terpaksa pulang jalan kaki. Ella kemudian kembali berjalan mengikuti Lily sampai di parkiran. Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil Ella. Lily yang mengemudi sementara Ella menjadi penumpang di mobilnya sendiri. Tanpa berpanjang lebar Lily kemudian memasang sabuk pengaman lalu menjalankan mobilnya.


5 menit berlalu tapi belum ada obrolan diantara mereka berdua. Lily sibuk menyetir, Sementara Ella terus memalingkan wajahnya dari Lily. Ella tidak berhenti berpikir apa yang akan terjadi kedepannya.


"Terima kasih ya, kamu sudah menjaga Nanda di rumah sakit." Ujar Lily membuka obrolan diantara mereka.


Ella terkejut bukan main saat mendengar Lily. Rasanya seperti disambar petir di siang bolong. Tapi untunglah Ella masih punya kekuatan untuk menyembunyikan ketakutannya.


"Oh.. jadi kau sudah tahu." Ucap Ella datar.


"Iyah, tadi saat aku sudah sangat frustasi karena menunggumu pulang. Tiba tiba Nanda datang sendiri sambil menekuk wajahnya." Ujar Lily. Ella malah tambah terkejut lagi mendengar penjelasan Lily.

__ADS_1


"Nanda sudah siuman!" Ujar Ella terkejut.


"Iya benar! Dia bisa pulang karena kamu meninggalkan kunci apartemen di rumah sakit." Ujar Lily tegas.


"Apa Dr.Anne tidak mengantarnya? Lalu bagaimana dengan kondisi Nanda?" Tanya Ella cemas.


"Dia masih bersikap seperti anak kecil. Aku sudah menelepon Dr.Anne, Lalu dia mengatakan bahwa masih butuh waktu supaya Nanda mengingat masa lalunya. Tapi tadi dia merajuk karena saat dia siuman kamu tidak ada disisinya. Jadi meskipun Dr.Anne sudah memaksanya, dia tetap menolak diantar." ujar Lily menjelaskan.


"Begitu ya?" Ujar Ella. Diam diam Ella menggigit bibir bawahnya untuk menunjukan kesenangannya.


'Untunglah Nanda tidak berubah, Bukannya aku ingin Nanda tetap cacat.Tapi rasanya aku belum siap kalau Nanda kembali Normal secepat ini.' Ujar Ella lega.


Meski ingin dipendam atau disembunyikan seperti apapun. Tetap saja Ella tidak bisa mengumpat dari Pemikiran Lily yang sangat tajam.


"Jadi dengan begitu kamu masih punya waktu untuk belajar mencintai Nanda sampai saat dia sembuh Nanti." Ujar Lily.


"ehmm.. Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti apa maksudmu?" tanya Ella ketus.


"Kamu kira aku tidak tahu, Kamu senang Nanda masih belum normal." Ujar Lily.


'Tapi sayangnya kamu salah La. Maaf ya aku berbohong padamu. Lagipula Nanda yang memintanya padaku. Pasti sebentar lagi kamu akan mencintai Nanda. Karena sebelumnya tidak ada wanita yang tidak terfoda oleh pesona Nanda, kecuali Aku tentunya.' Umpat Lily dari Ella.


"Lily kenapa kamu melakukan semua ini? Kenapa kamu sampai berpura pura mencium Nanda didepanku?" Tanya Ella.


"Aku melakukan, apa yang diinginkan oleh seorang sahabat La? Aku ingin Nanda bahagia" Ujar Lily.


.


.


.


.

__ADS_1


."Like Comment Vote" Author


__ADS_2