My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 77


__ADS_3

Marissa POV


"Apa? Nanda adalah putra Wira." ucap ayah terkejut. Dia tertawa girang mendengar informasi yang kudapati saat makan malam di keluarga wiratmaja.


"Baguslah, kita bisa memanfaatkan masalah ini. Untuk mengadu domba keluarga mereka." saut Om Darma menyeringai. Dia juga nampak senang mengetahui adanya celah dikeluarga musuhnya. Aku rasa tak akan lama lagi celah yang tertutupi oleh gemilangnya WI. Akan dibongkar ke publik, dan menjadi awal kehancuran wiratmaja.


"Marissa, om punya tugas terakhir untukmu." ujar Om Darma menatap kearahku. Aku tersenyum padanya mengisyaratkan aku siap untuk tugas berikutnya.


"Kamu harus membawa james dan ibunya menemui kami." Ujarnya Tegas.


Tak heran jika james yang akan dipilih sebagai alat untuk menghancurkan keluarganya sendiri. James sangat kasar dan tempramen, begitu juga dengan ibunya. Apalagi jika itu mengenai kakak tirinya, james akan langsung meradang. Aku bisa melihat kebencian yang begitu dalam dari tatatapannya kepada Nanda.


***


"Apa? apakah telingaku tak salah mendengar rencana kalian?" Ujar james melotot. Dia sangat jengkel saat ayah menjelaskan rencana mereka.


"James james james. Kita punya masalah pada orang yang sama, Nanda. Dia saat ini sedang berusaha menghancurkan perusahaanku. Dan jangan lupa, dia juga ingin menggeser dirimu sebagai penerus perusahaan." Ujar ayah merayu james.


"Begitu juga dengan Wiratama ayahmu. Ingatlah saat dia membentakmu dan membandingkan dirimu dengan kakak tirimu itu. Dia pantas untuk dilenyapkan." Saut om Darma menegaskan Ayah.


"Aku tahu itu, Aku juga sangat membenci mereka berdua. Tapi menyingkirkan Nanda dan ayah disaat yang bersamaan adalah mustahil." Balas james. Aku bisa melihat jelas keraguan diraut wajah james.


Aku tak suka mengakuinya, tapi aku setuju dengan perkataan James. Nanda memang terlihat agak konyol pada awalnya. Tapi diakhir makan malam, saat dia menatap serius kearah ayahnya. Nanda terlihat sangat mengerikan. Seolah didalam dirinya ada monster yang tengah dikurung dan sewaktu waktu dapat dilepaskan.


"Tak apa james. Ingatlah ada Darma dan Hastomo bersamamu." Saut Ibunya.


"Ibu dulu melakukan sebuah kesalahan dengan membiarkan Nanda tinggal di rumah kita. Seharusnya ibu menyingkirkan dia sejak dulu. Karena dia, ayahmu berkhianat kepada ibu. Dia sama rendahnya dengan Nanda. James anakku perbaikilah kesalahan ibu, dan habisi orang yang telah berkhianat pada ibumu." Lanjut Tante Wina sarkas.


Dia sudah sangat setuju dengan rencana Ayah. Tapi James masih terlihat ragu dengan rencana yang disampaikan oleh ayah dan om Darma. Mungkin ada sesuatu yang mengganjal di hati dan pikirannya.


"James ada apa?" Tanyaku halus padanya.


"Aku sedang memikirkan Rem. Apa mungkin dia mau membantuku?" ujar james mengerutkan dahi.


"Apalagi yang kau harapkan dari adik tidak bergunamu itu? Sudahlah james jangan perdulikan dia. Dia tidak bisa diharapkan apapun." Saut Tante Wina.


"Yakinlah pada dirimu james, yakinlah pada sekutu sekutumu." Lanjutku tersenyum pada james. Akhirnya james mensetujui rencananya.

__ADS_1


***


Keesokan harinya setelah meyakinkan james. Ayah menyuruhku pergi ke Milan selama setidaknya 2 tahun. Aku harus tetap disana untuk mengamankan aku dari hal hal yang tak diinginkan.


"Ketika waktunya tiba, ayah akan menjemputmu pulang." Ujar Ayah padaku. Aku mengangguk mengiyakan perkataan Ayah padaku. Namun sebenarnya aku tidak rela pergi dari jakarta dan menjauh dari Alex.


"Lalu bagaimana dengan Alex, Om." Ujarku pada om Darma. Aku inging memastikan om Darma tidak akan mengingkari janjinya untuk menjodohkan aku dengan Alex. Sebab karena janjinyalah aku mau menjadi mata mata mereka.


"Tenang saja marissa, om tidak akan mengingkari janji. Setelah kamu pulang dari Milan, kita akan langsung membicarakan pernikahanmu dan juga Alex." Ujar om Darma menyeringai.


Daridulu dia memang sangat baik kepadaku. Dia sudah seperti ayah kedua bagiku. Dan sebentar lagi om Darma akan segera menjadi Ayah mertuaku. Setelah aku merasa yakin dengan Janji yang aku dapatkan. Aku berangkat pergi ke Millan.


Saat di Millan aku mendengar kabar yang simpang siur dari keluarga Wiratmaja. Nampaknya rencana yang dibuat oleh ayah, om darma serta james dan ibunya mengalami perubahan.


Tapi yang paling membuatku terkejut adalah jumlah korban yang meninggal. Aku kira hanya akan ada 2 orang yang wafat, Nanda dan ayahnya. Tapi semua Art dan sopir yang bekerja disana juga meninggal dunia. Bahkan james juga meninggal dalam rencananya sendiri.


***


Waktu sudah berjalan 2 tahun berlalu kondisi mulai mereda. WI sekarang sudah melemah, Sementara HG dan PC terus menguat secara berkala. Ini saatnya aku pulang dan menagih janji om Darma.


"Iya tante, Marissa sangat merindukan Alex. Sudah lama kami tidak bertemu." Balasku tersenyum. Aku kemudian mengambil sebuah sendok untuk mencicipi masakan yang aku buat. Sebentar lagi makan malam, dan alex akan segera kembali dari kantor.


"Wah wah wah, lihat siapa yang membantu ibu memasak." ujar om Darma menyeringai. Dia nampak senang saat melihat keberadaanku dirumahnya.


"Malam Om!" sapaku padanya. Jujur aku merasa senang saat disambut baik olehnya. Aku yakin dia tidak akan mengingkari janjinya. Dan aku rasa dia juga sudah mengerti arti kedatanganku.


"Makan malam hari ini pasti akan menjadi sangat spesial, karena malam ini. Kita akan ditemani oleh calon mantu kita, benar kan mah." ujar Om Darma merangkul istrinya.


"Iya betul sekali." Balas Tante ratna. Aku hanya terkekeh melihat tingkah mereka berdua. Bisa bisanya mereka bermesraan didepanku seperti itu.


Ngengg.. ngengg..


Suara mobil terdengar dari luar rumah. Seketika hatiku terasa berseri seri, karena aku yakin Alex sudah datang. Ingin sekali aku berlari untuk menyambutnya dan melihat exspresi kejut yang akan dia tunjukan.


"Selamat malam Tuan, Den Alex sudah sampai dirumah beseeta calon istrinya." Ujar seseorang di belakangku.


Seperti disambar petir di siang bolong. Hatiku sakit saat mendengar perkataan orang tadi. Aku berbalik dan menatap sarkas ke arahnya.

__ADS_1


"Apa maksud perkataanmu? Calon istrinya adalah aku dan hanya aku yang akan menikah dengan Alex!" Ujarku keras padanya. Dia nampak takut saat melihatku berteriak padanya.


"Hey, apa maksud perkataanmu?" ujar om Darma menunjukan jari ke wajah orang tadi.


"Eh maaf Nona, maafkan saya tuan. Tadi pagi den Alex melamar sekertarisnya sendiri. Semua orang kantor juga menyaksikannya tuan. Non Ella juga menerima lamarannya." jelas orang itu terbata bata.


Aku kemudian berjalan dan mengintip keluar dari jendela. Alex memang pulang bersama seorang wanita berjilbab. Sakit sekali rasanya saat melihat mereka berdua saling tersenyum dan bermesraan didepanku. Tanpa aku sadari air mata menetes dari ujung mataku.


"Marissa!"


"Apa ini om, mana janji yang dulu om berikan pada marissa." Ujarku lantang padanya. om Darma kemudian mendekat dan mengelap air mata yang bercucuran dimataku.


"Tenanglah marissa, om akan mengurus ini semua. Besok datanglah bersama ayahmu untuk membicarakan pernikahan kalian." ujar om Darma.


"Itu benar marissa, kami akan mengurus semuanya." Ujar Tante ratna pelan.


"Jika Om tidak bisa memenuhi janjinya. Marissa akan membongkar semua rencana om ke publik." ancamku padanya. Setelahnya aku pergi lewat pintu belakang dan meninggalkan kediaman hasanata.


Saat hendak keluar, aku sempat mendengar om Darma memanggil anak buahnya.


"Hey waluyo, kemari kau." Ujarnya redup ditelingaku.


Saat berjalan pulang, aku melihat Alex dari bakik jendela. Dia sedang bermesraan dengan sekertarisnya. saat itu juga Aku bersumpah jika wanita itu masih mencoba merebut Alex dariku, aku akan menghabisinya.


.


.


.


.


.


.


.Like comment vote.

__ADS_1


__ADS_2