My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 105


__ADS_3

"Terus cewe yang kemarin kamu ajak kesini siapa?" Tanya pelayan sambil terswnyum.


"Hah...!" Ujar Fanny dan Ella bersamaan.


"Kapan? kemarin aku nggak kesini." Balas Nanda seperlunya saja untuk menghilangkan kecurigaan.


''Kemarin sekitar jam 2 an lah!" Ujar Si pelayan mengingatkan Nanda.


"Kamu ngapain sama cewe kesini?" Ujar Ella tegas sambil menatap wajah suaminya yang mulai pucat kelimpungan.


"Heh.. aku? nggak ah kan terakhir kali aku ke sini pas kita berantem sama preman dulu. Terus abis itu baru sekarang kita makan lagi di ah hong food." Ujar Nanda perlahan sambil menutupi rasa paniknya yabg membuncah.


Sialan nih pelayan! Gumam Nanda jengkel dihatinya.


Merasa ada yang ganjil Fanny langsung bertindak cepat untuk mendapatkan kebenaran. Dia langsung menarik tangan si pelayan setelah mendengar ucapan mengejutkan dari mulutnya.


"Apa kamu bilang? kamu tidak salahkan!" Ujar Fanny dengan tatapan tajam dan penuh penasaran.


"Egh.. anu!" Gumam pelayan bingung mendapati perlakuan aneh dari Fanny.


"Jujur aja nggak usah takut sama Nanda!" Ujar Fanny tegas sambil melirik sinis ke arah Nanda.


"Egh.. ini ada apa yah? kok kalian jadi serius kayak gitu. Maaf kalau ucapan saya menyinggung perasaan kalian."


"Awas ya mas! Kalau kamu bener bener bawa cewe kesini. Aku nggak akan pernah maafin kamu!" Ujar Ella sambil menudingkan jarinya kewajah Nanda.


Nanda merasa semakin cemas tatkala Ella mengancamnya dengan penuh kebencian seperti itu. Belakangan perasaan Ella memang tidak tenang dan khawatir dengan suaminya. Ketika pelayan mengatakan bahwa kemarin suaminya datang bersama gadis lain. Jelas saja hal itu langsung membuat Ella berantakan.


"Kok kamu juga ikut ikutan kayak fanny?" Gumam Nanda masih dengan kalimat datar dan mempertahankan ekspresi polosnya.


Ella kemudian mendengus kesal dan membuang mukanya ke samping. Dia tidak perduli lagi apa yang dikatakan suaminya dikepalanya sekarang abu abu dan ragu dengan semua hal.


Ditengah Percakapan yang semakin memanas sebuah perhatian menarik perhatiannya di arah bawah. Layar ponselnya berubah merah, panggilannya dengan Lily terputus. Barangkali Lily mematikan teleponnya setelah mendengar percakapan kami. Dia pasti sedang kemari sekarang. Pikir Nanda agak lega.


"Mba! mending mba jujur aja sekarang. Saya mau tahu semuanya sekarang biar semuanya jelas!" Ujar Ella penuh keyakinan dan penasaran.


"Egh...!" Gumam pelayan sambil tertawa kecil. Perasaannya campur aduk saat ini. Dia takut dipecat oleh bosnya jika sampai ketahuan memicu kegaduhan.


"Laki laki ini sedang jadi tersangka kasus perselingkuhan. Sejujurnya saya juga yakin kalau dia selingkuh, makanya mba jujur aja nggak papa kok." Ujar Fanny dengan tegas.


"Kemarin- " Kalimatnya terpotong karena Nanda menyela tiba tiba.

__ADS_1


"Nggak usah ngomong yang aneh aneh! Nanti Ella malah tambah marah sama aku." Ujar Nanda dengan mata melotot dan sendok yang dihujamkannya lurus dengan wajah pelayan.


Plek...


"Maksud kamu apa?" Tanya Ella makin kesal setelah memukul tangan suaminya.


"Sakit La!" Ujar Nanda meringis.


"Biarin aja! Sesakit apapun tangan kamu nggak akan sesakit hati aku." Ujar Ella mulai meneteskan air mata.


"Aku nggak salah La!" Ujar Nanda membela diri.


"Kalau kamu nggak salah! Harusnya nggak usah takut dong!" Ujar Ella dengan suara yang makin dalam.


"Anu maaf mba, tolong suaranya jangan terlalu keras. Kalau ketahuan sama pak bos. Saya bisa dipecat Nanti." Ujar Si pelayan makin panik sambil memeluk erat Nampan ditangannya.


"Ceritain semuanya mba!" Ujar Fanny menegaskan lagi.


"Jadi kemarin saya lihat Laki laki yang datang kesini bareng sama temen wanitanya sekitar pukul 02.00 siang. Mereka duduk dimeja ini juga. Jujur saya kurang jelas lihat lelaki itu, soalnya dia pakai kacamata dan topi hitam. Tapi kalau saya ingat ingat postur tubuhnya mirip banget sama Nanda. Makanya saya iseng langsung tanya siapa yang dia ajak kemarin." Jelas pelayan sambil tersenyum datar.


"Menurutku mba ini nggak salah, aku yakin cowo itu Nanda sama selingkuhannya." Ujar Fanny yakin.


"Hufftttt..... Astagfirullahaladzim!" ujar Ella sambil mengusap wajah dengan kedua tangannya. Dia benar benar kaget mendengar pernyataan pelayan ditambah dengan asupan dari Fanny.


Tapi Ella langsung menghindar dan memberikan respond keras dengan mengibaskan tangannya.


"Jangan pegang pegang tangan aku!" Ujar Ella kesal sambil berusaha menahan tangis yang kian deras seraya wajahnya yang memerah.


"Aduh.. saya jadi nggak enak!" Ujar Pelayan merasa bersalah karena memicu keributan diantara pasutri ini.


Sementara Fanny yang merasa dirinya benar, dia tidak merasa bersalah sama sekali. Justru sebaliknya dia berharap supaya Ella lepas daei pernikahan yang tak wajar ini.


"Nggak usah merasa bersalah mba, cowo kurang ajar kaya dia emang harus dikasih pelajaran. Ella juga layak untuk dapat yang lebih baik daripada orang ini. Ella, Sebaiknya kamu tinggalin aja Nanda!" Ujar Fanny tegas.


"Tutup mulutmu jal*ng!" Bentak Nanda keras.


Nanda sungguh tak lagi bisa menahan emosinya. Belakangan ini dia juga takut Ella akan meninggalkannya. Kalimat kecil dari Fanny berhasil memicu kemarahan Nanda.


"Mas..!" Bentak Ella menimpali.


"Aku udah nggak ngerti lagi, aku udah nggak kenal siapa kamu yang sekarang!?"Ujar Ella lirih sambil menangis.

__ADS_1


"La.. tapi fanny yang duluan!" Ujar Nanda dalam.


"Cukup Mas!" Bentak Ella spontan.


"Aku nggak mau denger apapun lagi dari kamu. Mending kamu talak aku sekarang juga." Ujar Ella sambil menatap wajah Nanda.


Sontak hal itu membuat Nanda tercengang, tak pernah terlintas dipikirannya bahwa Ella akan mengatakan kata yang paling tidak ia sukai. Dia terdiam disana sambil menatap wajah merah istrinya. Pikirannya terombang ambing berantakan tidak jelas.


"Kenapa diam? hemmm... Talak aku sekarang Mas!" Teriak Ella keras yang langsung menarik perhatian beberapa pengunjung lain.


"La.. nggak, a.. aku nggak mau!" Ujar Nanda gemetaran.


Saat suasana makin ramai dan mencengkam itulah keberuntungan masih berpihak kepada Nanda. Dari arah belakang datang seseorang yang memang sangat ia harapkan.


"Ella..! Aku nggak salah denger." Ujar Lily menimpali dengan wajah kaget.


"Lily!" Gumam Ella pelan.


"Sebenarnya kamu kenapa? kepalamu kebentur meja. Kenapa kamu minta di talak sama suamimu. Kamu udah gila ya La!" Tegas Lily pada Ella. Lalu tak lama dia mengalihkan perhatiannya pada orang lain disana.


"Heh.. bukankah kamu Fanny!" Ujar Lily sambil menatap sinis


"Hah... kamu siapa? darimana kamu tahu namaku?" Timpal Fanny tak kalah aneh.


"Siapa aku bukan urusanmu, yang paling penting sekarang adalah apa yang kalian lakukan disini." Ujar Lily sambil menatap tajam pada Fanny.


"Ehm.. apa apaan tatapanmu itu? Aku tak melakukan apapun kau tahu!" Ujar Fanny keras berusaha keluar dari intimidasi yang dia dapatkan dari Lily.


"Benarkah? kalau begitu sekarang katakan padaku, Apa yang terjadi kepada suami istri ini. Kenapa mereka bertengkar sampai ingin bercerai?" lanjut Lily pelan.


Perlahan dia berjalan mendekati punggung Nanda dan meletakkan kedua tangannya di pundak Nanda dengan gerakan meremas agak keras. Fanny yang memang sejak awal dia tidak tahu siapa Lily. Dia langsung meracau dan menduga duga hal yang aneh.


"Kenapa kau ingin tahu? Lagipula apa apaan tanganmu itu. Sepertinya kalian punya hubungan yang sangat dekat. Aku mengerti sekarang.." Gumam Fanny.


"Kamu adalah wanita itu, kamu selingkuhannya Nanda iyakan." Tuding Fanny dengan keras.


.


.


.

__ADS_1


.


.Like comment vote


__ADS_2