
15 menit kemudian.
"Dew apa ada yang terasa sakit di badanmu,"tanya Bu Stefy dengan tatapan menyejukkan.
"Tidak ada Bu,"Jawab Dewa singkat.
"Kamu pulang naik apa,apa masih bisa berkendara menggunakan motor kalau keadaan kamu seperti ini."Jawab Bu Stefy dengan khawatir.
"Tidak tahu Bu,"Jawab Dewa singkat sambil memegangi ujung bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Sakit ya di bagian sini,"Tanya Bu Stefy sambil memegang ujung bibir Dewa.
bunyi jantung Dewa langsung berdendang dengan cepat karena tatapan keduanya saat ini sangat dekat.
"Ya Allah jadikan dia jodohku," batin Dewa.
"Begini saja kamu naik ke mobil ibu,biar nanti saya antar pulang," Jawab Bu Stefy yang masih menatap luka di wajah Dewa.
"Baik Bu,saya juga sudah tidak kuat kalau berkendara naik motor,"Jawab Dewa yang masih terpaku dengan tatapan Bu Stefy.
"Nanti biar motor saya di ambil oleh teman-teman yang ada di bengkel."Jawab Dewa sambil mengambil handphone nya dari dalam tas punggung.
"Jo loe ambil motor gue di jalan mawar ya,gue tunggu,"Ucap Dewa yang menghubungi karyawannya di bangkelnya.
10 menit kemudian......
"Boss loe kenapa kok babak belur,"Ucap Paijo yang penasaran dengan keadaan sesaat setelah dia tiba tadi
"Biasa kalau ga begini ga laki,"Jawab Dewa asal.
"Eeh ada nona cantik,siapa namanya,"Tanya Paijo sambil melirik ke arah Bu Stefy.
Bu Stefypun senyum sekilar mendengan ucapan Paijo.
"Ga usaha sok akrab de lho cepet buruan bawa motor gue."Jawab Dewa dengan tatapan tajamnya.
"Loe ke sini sama sapa Jo,"Tanya Dewa karena dari tadi hanya menjumpai Paijo saja.
"No sama sih Burhan dia lagi nongkrong di atas motornya,"Jawab Paijo sambil menunjuk ke arah Burhan.
"Lha kalo motor loe gue bawa,loe pulang sama siapa,"Tanya Paijo penasaran.
__ADS_1
"Sama dia,pake mobil dia,"Jawab Dewa sambil menunjuk ke arah Bu Stefy.
Bu Stefy pun mengangguk menandakan yang di katakan Dewa benar.
"Ya uda sana pergi bawa motor gue,"Jawab Dewa sambil mengusir Paijo,karena dari tadi Paijo memperhatikan Bu Stefy terus.
5 menit kemudian Paijo sudah pergi dengan menggunakan motor Dewa dan di susul Burhan dari belakang,dan sekarang hanya menyisakan Bu Stefy dan Dewa saja.
"Baiklah Dewa sekarang kamu ibu antar kemana,pulang atau ke rumah sakit,"Tanya Bu Stefy dengan lembut sambil memegang bahu Dewa.
mendengar rumah sakit Dewa sangat enggan karena dia punya pengalaman yang menyakitkan di rumah sakit. karena di rumah sakit dia kehilangan saudara kembarnya karena sakit ketika mereka baru berusia 5 tahun.sejak saat itu Dewa tidak suka dengan rumah sakit
"Bu Stefy ikutin arahan saya saja,"Ucap Dewa sambil memegang tangan kanan Bu Stefy.
Mereka berdua pun berjalan menuju mobil Bu Stefy yang di parkir tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang.
tidak berapa lama kemudian mereka sudah masuk ke dalam mobil.dan Bu Stefy mulai menyalakan mobilnya
"Baik sekarang sebutkan kemana kita,ucap Bu Stefy di belakang kemudinya,sementara Dewa di samping Bu Stefy.
"Dewa tidak mau ke rumah sakit,Dewa mau ke rumah Dewa sendiri saja."Jawab Dewa sambil menahan rasa sakitnya.
"Ok kita jalan sekarang rumah kamu diman,"Tanya Bu Stefy seraya menstarter mobilnya.
"lho bukankah rumah kamu di kompleks elite itu ya jalan Anggrek,Jawab Bu Stefy yang memang sudah tahu alamat rumah Dewa sambil melajukan mobilnya.
"Nanti ibu tahu sendiri ayo cepetan jalan,"Jawab Dewa yang masih menahan rasa sakitnya.
Bu Stefy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia tidak mau ngebut apalagi membawa Dewa yang sedang kesakitan akibat lukanya.
"Kamu tidak apa-apa kan Dew,"Tanya Bu Stefy khawatir.
Dewa tidak menjawab dan hanya senyum sekilas,sambil memejamkan matanya.
setelah berkendara selama 30 menit merekapun sampai di rumah yang di tunjuk oleh Dewa.
Rumah berlantai dua itu tidak begitu besar tetapi terlihat nyaman karena banyak bunga dan pepohonan yang menambah kesejukan.
"Ini rumah yang kamu maksud Dew,"Tanya Bu Stefy penasaran.
"Iya,"Jawab Dewa singkat.
__ADS_1
"Apa ada orang di dalam Dew,Tanya Bu Stefy.
"Ada bi Inah Bu,dia yang merawat rumah ini bersama pak Ali suaminya,"Jawab Dewa yang masih menahan rasa sakitnya.
Dewapun membunyikan klakson dari samping,karena dia berada di samping Bu Stefy.
tak lama kemudian muncullah sepasang suami istri yang kira-kira berumur 40an membuka gerbang depan rumah Dewa.
Tak lama kemudian Bu Stefy keluar dari mobil diikuti Dewa setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Dewa yang luas.
Dewa berjalan perlahan sambil di papah Bu Stefy,karena Bu Stefy yang khawatir dengan keadaan Dewa
mereka berdua pun tiba di depan pintu rumah Dewa.
"Den kenapa kok babak belur begini,"Ucap Bi Inah khawatir dengan tatapan yang teduh.
"Dewa tidak kenapa-kenapa kok bi,"Ucap Dewa yang sedang dipapah Bu Stefy.
"Bawa saja Den Dewa di kamar tamu non,di lantai bawah,itu kamarnya,"Jawab bi Inah seraya ke dalam rumah buat mengambil kotak P3K.
Bu Stefypun mengangguk tanda mengerti.
Setelah mendengar penjelasan Bi Inah letak kamar tamu,Bu Stefy langsung menuju sana sambil tetap memapah Dewa.
Bu Stefyeletakkan tubuh Dewa di Atas ranjang kamar tamu,ranjang memang bukan yang besar tetapi muat kalau buat tidar bertiga,Bu Stefy menatap ke penjuru kamar tesebut,dia kagum dengan penampakan kamar tamu tersebut,kamar itu berwarna putih dan ada sofa si depannya,serta lemari di samping kirinya,dan kalau kamar mandi ada di ujung kamar tersebut.
"Ini non obatnya,Ucap Bi Inah yang seketika membuat Bu Stefy terkejut.
"Ih bibi bikin kaget saja,ya udah Bi biar saya saja yang obatin Dewa,"Jawab Bu Stefy.
"Ya udah non bibi tinggal,"Jawab bi Inah sambil meninggalkan kamar tersebut dan menutup pintu dengan perlahan.
setelah Bu Inah pergi....
"Dew kamu ganti baju dulu ya biar tidak masuk angin,kan baju kamu juga kotor,"Ucap Bu Stefy.
"Tapi di kamar ini tidak ada bajuku,bajuku ada di kamar atas,"Jawab Dewa.
"Ya udah kamu istirahat dulu,nanti aku minta tolong Bu Inah buat ambilnya baju kamu,"Jawab Bu Stefy sambil keluar untuk minta bantuan Bu Inah.
tak berapa lama bi Inah sudah membawakan baju ganti buat Dewa dan di serahkan ke Bu Stefy.
__ADS_1
"Ini baju kamu,kamu ganti dulu,saya keluar dulu buat bikinin kamu teh anget,"Ucap Bu Stefy sambil berjalan ke luar kamar menuju dapur.
setelah selesai bikin teh anget Bu Stefy berjalan menuju kamar tamu tempat Dewa beristirahat.