
Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya dia sampai di rumah sakit.Langsung saja dia mencari keberadaan Nanda dan bertanya kepada seorang suster.Kebetulan dia adalah suster yang menyelamatkan Nanda.
"Suster.. sus!" Panggil Ella.
"Ada yang bisa saya bantu bu?" Balasnya ramah.
"Saya mencari Suami saya! Namanya Nanda saputra." Ucap Ella.
"Oh.. jadi ibu istrinya.Dia ada dikamar melati No.3,lurus saja dari sini lalu belok ke kanan.Tapi sebelumnya tolong urus administrasinya terlebih dahulu." Ucap si suster.
"Baik sus." Ella kemudian mengikuti suster menuju resepsionis.setelah selesai Ella kemudian bertanya jepada suster tadi.
"Sus,bagaimana keadaan suami saya?" Tanya Ella sedikit bergetar dan harap harap cemas.
"Suami ibu kecelakaan! Dia tertabrak mobil.Dan Maaf bu selebihnya saya tidak bisa katakan.Disana sudah ada dr.Anne yang akan menjelaskan semuanya." Ucapnya.
"Ehmm.. baiklah." Ella kemudian pergi menuju ke ruangan Nanda.
Entah kenapa Langkah kakinya terasa begitu berat.Kali ini dia takut untuk menemui Nanda.Dia merasa sangat bersalah Dan Menyesal dengan tingkahnya.Ella tidak mengira pertengkarannya akan berakhir seperti ini.
Dari jauh dia melihat Dr.Anne terduduk sedang menangis pilu di sebuah kursi.Dia nampak bersedih sekali dengan kecelakaan Nanda.Ella mulai menyusuri lorong rumah sakit dan mendekati Dr.Anne perlahan.
Saat Ella sudah dekat Dr.Anne menyadari keradaannya.Dia sempat Menatap Ke arah Ella dengan Wajah Lesu dan mata merah yang menyolok.Hendaklah dia berdiri lalu mengangkat tangan kanannya.
Ella kemudian menutup mata karena takut di tampar oleh Dr.Anne.Tapi yang terjadi sangat tidak ia duga.Sesuatu yang lebih besar menimpa tubuhnya.Ya.. Dr.Anne justru memeluk Ella dengan sangat kuat.
Ella dibuat termenung dengan perlakuan Dr.Anne.Dia menangis dipelukan Ella,Suara hatinya tersampaikan jelas pada saat itu.Perlahan Ella kembali membalas pelukan Dr.Anne dengan Hangat.
"Kenapa seperti ini La? Kenapa kamu tidak menjaga Nanda?" Tanya Dr.Anne ditelinga Ella.
"Maafkan saya dokter,saya yang salah." Ucap Ella sambil menangis.
Tubuh Dr.Anne kian melemah seraya air mata dan kesedihannya yang semakin kuat.Ella kemudian membantu dr.Anne kembali duduk dan menemaninya.Meski begitu tangan Ella tetap dipegangnya dengan sentuhan Hangat seorang ibu.
''Kenapa kamu bertengkar dengan Nanda? Kenapa kamu memarahi putra saya?" Tanya Dr.Anne halus.
__ADS_1
Ella kemudian turun dari kursi rumah sakit lalu menempelkan kedua lututnya di lantai.Lalu dia memeluk perut dr.Anne dan seraya menangis dia menceritakan keluh kesalnya pada Dr.Anne.
''Dokter,ini memang salah saya.Saya terlalu membuat Nanda sakit hati.Saya berdosa kepada suaminya.." ujarnya.
Ella kemudian menceritakan semua yang dia alami kepada Dr.Anne.Mulai pada saat pertemuannya dengan Nanda.Tujuannya untuk menikah,Kehidupan Rumah tangganya bersama Nanda.Sampai kepada perlakuan tidak manusiawinya kepada Nanda selama ini.
Hingga pada akhirnya semua meledak di pertengkeran mereka tadi siang.Saat Ella adu mulut bersama suaminya.Berlanjut kepada kekhawatiran Ella yang takut Nanda akan bunuh diri.Lalu penyelidikannya dalam usaha mencari Nanda.
Hingga Saat ini ketika dia datang ke rumah sakit karena info dari bu dokter.Ella menceritakan setiap detilnya tanpa terlewat sama sekali.
"Saya sangat kesal kepada Nanda dok.Karena dia,pada saat ini saya di cap sebagai wanita murahan.Karena itulah saya melampiskan kebencian saya pada Nanda.Saya sering memarahinya bahkan memukul Nanda Tanpa memikirkan perasaannya.Tapi percayalah dokter.Saya sungguh menyesali perbuatan saya..'' Ucapnya sambil menangis.
"Sudah La cukup!" balasnya.
Dr.Anne kemudian mengangkat Ella dan kembali mendudukan Ella di sampingnya.Wanita tua itu kemudian memegang pipi Ella dengan halus lalu mengelap air matanya.
"Semuanya telah berlalu La.Saya bisa mengerti apa yang kamu rasakan.Saya tahu kamu juga tertekan dengan semua yang terjadi.Tapi saya mohon dengan sangat kepada kamu.Tolong.. kamu jaga Nanda dengan sangat baik.Sudah cukup Nanda merasakan penderitaan seumur hidupnya.Cuman kamu yang akan bisa membuatnya merasa bahagia.Hanya kamu yang bisa melakukan itu.Saya percaya penuh kepada kamu!" Ujar Dr.Anne menguatkan Ella.
Ella sungguh tersentuh dengan perkataan Dr.Anne.Dia mulai memantapkan hatinya untuk terus bertahan.Ella kemudian melirik ke pintu dimana Nanda Dirawat.Dr.Anne kembali berkata pada Ella dan memberi tahu kondisi Nanda.
"Dok,Bisakah saya melihat suami saya." Ujar Ella.
"Tentu saja.Simpan semua kesedihan kamu La.Jangan menangis didekatnya.Itu bisa memperburuk kondisi Nanda saat ini.Keluarlah jika kamu merasa tidak sanggup untuk menahan diri.Biar saya yang mendengar keluh kesahmu." Ucap Dr.Anne
Ella hanya mengangguk lalu dia masuk ke ruangan Nanda.Untuk kesekian Kalinya dia menemui Nanda.Akan tetapi kondisinya berbeda saat ini.Nanda yang biasa berdiri gagah dan tersenyum saat menyambutnya dibalik pintu,kini berbaring tidak berdaya diatas ranjang.
Perlahan Dia mendekati suaminya dan menatap wajah polos Nanda yang biasa tersenyum.Tapi kali ini wajah manis Nanda tertutupi sejumlah luka lebam dan bonyok di beberapa tempat akibat terbating ke area Aspal jalanan.Ditambah selang oksigen yang berada di hidung Nanda.
'Nda maafkan aku!' ucapnya dalam hati seraya memegang Tangan Nanda.
'Karena aku kamu jadi seperti ini.Aku terlalu Egois,hingga mementingkan diriku sendiri.Tanpa memikirkan perasaanmu.!' Lanjutnya.
'Aku mohon maafkan aku.Aku pastikan kamu akan sembuh.Lalu aku akan membawa kamu pulang.Kita akan bermain bersama seperti yang selalu kamu inginkan dariku.Aku akan masakan makanan kesukaanmu.Aku akan menemani kamu terus.Karena itu aku mohon sadarlah.Nanda...' Ujar Ella.
Lama lama Ella tidak bisa menahan Air mata dan perasaan di hatinya yang semakin tertekan.Hatinya terasa begitu sakit dan terpukul.Ella sungguh menyesali semua perbuatannya.Lantas Ella keluar dari ruangan Nanda dan dia disambut oleh pelukan hangat dari Dr.Anne.
__ADS_1
"Sabar La,ini adalah ujian.Kamu harus tabah!" Ucap Dr.Anne
"Dokter,Nanda akan selamatkan! Dia akan sembuh bukan.Tolong lakukan apapun asal itu bisa selamatkan Nyawa Nanda." Ujar Ella.
"Iya La.Nanda akan selamat." Ucap Dr.Anne.
Lalu mereka berdua kembali duduk di kursi.Ella menangis menyesali setiap perbuatannya dipelukan Dr.Anne.Sementara wanita tua itu terus mengusap bahu La dan menguatkannya.
Waktu terus berjalan hingga 15 menit.Ella sudah mulai tenang dan menerima semua keadaan.Kemudian Dr.Anne kemvali bertanya pada Ella.
"La.. kamu sudah makan malam belum?" Tanya Dr.Anne.
"Hm... Belum dok!" Ucap Ella cengengesan.
Yah.. selama berjam jam Ella sibuk mencari tahu Mengenai Nanda dan menyesali perbuatannya.Jadi dia lupa untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
"Jangan dibiasakan telat makan La.Bahaya,saya mau cari makan makan dulu.kamu tunggu saja di sini,sebentar saya kembali." Ucapnya.Dr.Anne kemudian pergi dari Ella.
Ella hanya menganguk untuk membalas pernyataan Dr.Anne.Dia merasa lebih tenang setelah mengobrol bersama Dr.Anne.Sebelumnya Ella mengira Dia akan dimarahi tapi tidak.
Dr.Anne sangatlah baik,Dia adalah sosok seirang ibu yang begitu penyayang.Bahkan Dr.Anne sangat menyangi Nanda seperti putranya sendiri.
'Tunggu.. Putra..? Hah...' Ella kaget setelah dia menyadari perkataan bu dokter.
Dr.Anne sempat mengatakan bahwa Nanda adalah putranya.Dan dia juga bilang bahwa hanya Ella saja yang bisa memberikan kebahagian kepada Nanda.Itu artinya ada sesuatu yang Dr.Anne ketahui mengenai suaminya.
Tidak berselang lama Bu dokter kembali bersama 2 Nasi kotak ditangannya.Ketika bu dokter duduk disampingnya.Ella langsung memberikan serentetan pertanyaan mengenai Nanda.
"Dr.Anne Sebenarnya siapa Nanda? Kenapa Dokter menyebut Nanda sebagai putra ibu? Bukankah ibu kandung Nanda sudah meninggal? Dan sebenarnya Nanda sakit apa? Kenapa dia bisa seperti ini? sikapnya berubah menjadi anak kecil sejak dia kecelakaan 2 tahun yang lalu kan dokter?" Tanya Ella.
"Ayo dimakan Nasinya La! Saya akan menceritakan siapa Nanda yang sebenarnya kepada kamu!" Ucapnya sambil tersenyum Manis.
.
.
__ADS_1
.Like comment vote.