
"Bi, bi Inah,lho kok melamun,"kata Stefy yang seraya membuyarkan lamunan bi Nah.
"Bi Inah melamun apaan sih,sampai-sampai berkaca-kaca matanya tadi,"Ucap Bu Stefy lagi
"Oh tidak apa-apa kok non,nanti saja kalau ada waktu bibi ceritakan,"Jawab bi Inah sambil meneruskan pekerjaannya.
"Oh ya non bagaimana keadaan den Dewa,apa masih demam,"Tanya bi Inah sambil dengan tatapan sendu dan mata berkaca-kaca.
"Sudah agak turun demamnya, insyaallah sebentar lagi baikan,"Jawab Bu Stefy sambil menghapus air mata bi Inah.
"non jangan pulang ke rumah non dulu gimana,tinggal di sini merawat den Dewa ya,bibi takut terjadi apa-apa dengan den Dewa,"Pinta bi Inah sambil memegang kedua tangan Bu Stefy.
sorot mata bi Inah yang sendu membuat Bu Stefy luluh. dan dia melihat sorot mata bi Inah penuh dengan pengharapan.
"Bagaimana ya bi,saya kan belum ijin Sam akeluarga saya, takutny a mereka khawatir pada saya,"Jawab Bu Stefy tegas sambil memegang tangan bi Inah balik.
"dan lagian saya tidak bawa baju ganti,di sini kan tidak ada baju ganti buat saya,"Jawab Bu Stefy lagi dengan sorot mata yang teduh.
"Non telpon saja kelauarga non dulu,dan minta bawakan baju ganti ke sini,kasihan den Dewa tidak ada yang merawat,"Jawab bi Inah mencoba memberi solusi.
setelah beberapa saat mencerna omongan bi Inah.bu Stefy pun akhirnya mau tinggal di rumah Dewa dan menghubungi Lily buat nganterin baju ganti,hari ini Bu Stefy tidak pulang soalnya.
setelah 30 menit menunggu Lily datang dan membawa beberapa helai baju buat Bu Stefy,
"Stef mana muridmu yang sakit itu,"Tanya Lily penasaran.
"Ada di kamar tamu kak, kakak lihat saja keadaannya."Jawab Stefy sambil menunjuk arah kamar tamu di rumah Dewa.
"Aku masuk ya pengin lihat keadaannya,oh ya sapa nama muridmu itu"Jawab Lily lagi penasaran.
dilihatnya keadaan Dewa dan Lily merasakan kasihan dengan keadaan Dewa yang babak belur dan dipegangnya dahi Dewa yang terasa panas,
"Kasihan kamu nak,semoga cepat sembuh,"gumam Lily.
__ADS_1
setelah melihat langsung keadaan Dewa lilypun beranjak keluar untuk pulang,namun sebelum pulang Lily berpamitan pada Stefy dan memberi nasehat agar Stefy juga jaga kesehatan seraya merawat Dewa.
...****************...
sementara di kediaman rumah besar yang dihuni orang tua Dewa,adu mulut terjadi lagi antara kedua orang tuanya dan bahkan asisten rumah tangga yang bekerja di situ tidak berani melerai.
"Papa itu keterlaluan kembali seperti dulu yang suka tidur dengan wanita malam,mama tidak terima papa sudah tidak setia,"bentak Bu elen,yang merupakan mama kandung Dewa
"sudahlah ma,mama jangan urusin urusan papa,terserah papa mau apa,lagian terserah mama mau apa,papa tidak akan ikut campur,papa cape mama tidak pernah perhatian ma papa,"Jawab pak Aji seraya pergi begitu saja keluar rumah.
"Papa mau kemana lagi,mama tidak ijinkan,"Jawab Bu Elen berteriak-teriak.
tapi pak Aji tidak peduli dan pergi begitu saja,yang pasti dia pergi ke tempat biasanya yakni klub malam yang. selama seminggu ini menjadi favorit nya dan menghabiskan malam dengan wanita malam yang sama.
setelah pak Aji keluar,Bu Elen pun juga keluar dia tidak mau tahu lagi urusan suaminya dia juga mencari kesengan dengan teman-teman sosialitanya.
...****************...
setelah melaksanakan sholat Bu Stefy ke kamar tamu dimana tempat Dewa berada.
ceklek bunyi pintu dibuka secara pelan.
Bu Stefy langsung masuk dan mengeceka suhu badan Dewa dengan meletakkan tangannya di dahi Dewa.
"Alhamdulillah sudah tidak demam,namun kayaknya Dewa masih lemas."Gumam Bu Stefy.
sekitar pukul 7 malam,Bu Stefy melaksanakan sholat isya namun Bu Stefy sholat di kamar tamu dan tak lupa Bu Stefy mendoakan Dewa agar cepat sembuh.
tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam,karena kecapaian maka Bu Stefy tertidur sambil terduduk di samping Dewa dengan menggenggam tangan kanan Dewa
tiba-tiba Bu Stefy tersadar karena tangannya ada yang menyentuh.dan dengan cepat Bu Stefy bangun serta menoleh ke arah Dewa untuk memastikan apakah Dewa bangun sungguhan atakah hanya mimpi
"Dewa kamu sudah sadar,Tanya Bu Stefy lembut.
__ADS_1
namun Dewa tidak menjawab hanya tersenyum dan mengangguk,
"Apa kamu lapar,tanya Bu Stefy lagi yang masih menggenggam tangan kanan Dewa.
"sebentar ibu panggilkan bi Inah,buat nyiapin bubur buat kamu,"Jawab Bu Stefy dan langsung menuju dapur.
Dewa hanya bisa melihat kepergian Bu Stefy.
tak lama kemudian Bu Stefy sampai di dapur dan ternyata bi Inah belum tidur.
"Bi bisa buatin bubur tidak buat Dewa,Dewa baru saja bangun dan dia lapar,nanti anterin ke kamar tamu ya bi,saya tunggu,biar saya nanti yang menyuapi Dewa,"Jawab Bu Stefy sambil mengukir senyuman manisnya.
"Baik non,non Stefy tunggu saja di kamar tamu temenin den Dewa,kasihan kalau di tinggal lama kan tidak ada yang jaga,"Jawab bi Inah sambil masak bubur buat Dewa.
"kalau begitu Stefy tinggal ya bi,"Jawab Bu Stefy sambil berjalan menuju kamar tamu tempat Dewa dirawat.
tak lama Bu Stefy sampai di kamar tamu,senyum terus mengembang di bibir mungilnya karena sangat senang atas kesembuhan Dewa.setelah sampai di kamar tamu Bu Stefy duduk di kursi samping Dewa.
"Ibu yang merawat Saya dari kemarin,apa ibu kecapaian,"Tanya Dewa dengan wajah sendu.
"Tidak apa-apa,kamu kan sendirian hanya ada bi Inah dan suaminya saja,kamu kan murid ibu sudah seharusnya saya merawat murid yang sedang sakit,"Jawab Bu Stefy sambil tersenyum.
"Makasih Bu,orangtuan saya saja tidak peduli sama saya,lha ibu yang orang lain saja sampai tidak pulang merawat saya,"Jawab Dewa terharu.
"sudah tidak apa-apa,yang penting kamu sembuh,itu sudah cukup",Jawab Bu Stefy menenangkan Dewa.
tok tok tok,bunyi ketukan pintu dibarengi suara bi Inah.
"Non ini buburnya sudah siap,saya masuk ya
non,"Tanya bi Inah di balik pintu.
Bu Stefypun berdiri dari duduknya dan membuka pintu serta mengambil nampan berisi bubur dan minum.
__ADS_1