
Nanda kemudian pulang kerumah sekitar pukul 10.30 malam, saat membuka pintu rumah dia mendapati Faiz, Fanny, Ella dan mertuanya sedang duduk di meja yang sama. Fanny terlihat murung begitu juga dengan mertuanya. Sementara Fais nampak menundukan kepala dengan rasa bersalah. Lalu Ella jangan tanya bagaimana keras wajahnya sekarang. Jelas sekali dia sedang sangat marah.
"ada apaan ni? " Ujar Nanda.
"Kamu dari mana aja si mas, jam segini baru pulang. " Tanya Ella dengan raut jengkel.
"Faiz nih dari tadi cari gara gara terus." Ujar Ella menunjuk lurus. Dahinya mengerut menunjukan betapa emosi dirinya. Nanda sendiri berjalan lalu mendekati Faiz.
" Kenapa lu? " Tanya Nanda menepuk bahu belakang Faiz. Lalu dia ikut duduk di kumpulan orang orang itu.
"Tadi pas Fanny datang ke rumah, Faiz bukain pintu buat dia. "
"lah terus salahnya dimana?"
"Faiz todongin pistol ke Fanny. Gimana aku sama ibu gak panik. Senjata api itu kan ilegal! " Jelas Nanda dengan sangat marah.
"Aku kira tadi si Fanny itu penyusup. Makannya aku todongin pistol itu ke dia. " jelas Faiz.
"oh begitu, jadi maksudmu aku ini penjahat! " Balas Fanny sarkas.
"Ya aku tidak mengenalmu. " Jelas Faiz.
"oh begitu jadi aku yang jahat. Heh jangan hanya karena kamu memiliki postol kamu bisa menodongkan nya kepada semua orang. " Fanny semakin emosi dan berdiri menunjuk nunjukin jarinya kepada Faiz. Faiz sendiri juga terprovokasi sehingga dirinya juga bangun dan melawan Fanny dalam adegan adu mulut itu.
"eh sudah sudah jangan bertengkar Fanny! Faiz! " Ucap Bu Hasimun mencoba melerai. Nanda tersenyum menyeringai. Disaat adegan itu semakin memanas Ella berteriak dengan sangat kerasnya.
"Udah berhenti! "
__ADS_1
Prak....
Dengan sangat cepat Ella mengambil Vas bunga dan membantingnya kemeja. keras sekali sampai membuat vas bunga itu pecah dan kaca bagian atas meja remuk. Suasana hening seketika saat kejadian itu terjadi.
"Aku nggak suka dan gak mau liat kalian berdua berantem. Mending sekarang kalian keluar dari rumahku. " ujar Ella keras. matanya nampak memerah disertai genangan air di sana.
"Ella aku nggak maksud kayak gitu! " Ujar Fanny. Tapi Ella tidak bergeming, tangannya nampak bergetar menahan marah.
"Orang aneh ini pasti suruhan Nanda kan. Mereka berdua itu sama sama Aneh. Makanya aku selalu bilang buat kamu tinggalin Nanda. " ujar Fanny.
"Maksud lu apaan, lu yang paling aneh disini. " tambah Faiz.
"Cuman orang yang nggak waras, yang nodongin senjata ilegal kesemua orang yang gak dikenal. " Bela Fanny. Fanny kemudian mendekat dan mencoba memeluk Ella. Tapi Ella dengan sangat tegas menolak Fanny dan beberapa kali Ella mendorongnya.
"La tolong maafin aku, aku bilang semua itu buat kamu La. Demi kebaikan kamu, semenjak Nanda masuk dalam kehidupan kamu. Semuanya jadi berubah tau nggak, hidup kamu jadi nggak jelas karena dia La. Kamu udahin aja hubungan kamu sama Nanda. Kamu sama aku aja ya la, kayak dulu lagi kita kemana mana bareng dan aktivitas bareng lagi kayak dulu. " ujar Fanny.
"Maksudmu apa hidupku tidak jelas? " Balas Ella.
"Maksud kamu bayi yang ada dikandungan aku itu gak jelas! "
"kamu hamil La? " Fanny nampak kaget.
"Apapun yang terjadi dalam hidup aku itu urusanku sendiri. Aku yang udah mutusin nikah sama Nanda dan aku nggak peduli hidupku jelas atau nggak. Tapi yang pasti aku nggak mau ninggalin Hidup aku yang sekarang. " ujar Ella tegas.
Aku akui keberanian Fanny yang masih mencoba mengajak Ella berbicara. Aku sendiri sebenarnya takut jika Ella sudah sangat marah seperti itu kepadaku. Aku punya pengalaman yang sangat pahit dengan keganasan Ella.
"Gugurin aja kandunganmu La. " suasana seketika hening, Faiz dan Nanda menatap tidak percaya. Sedangkan Ella, jangan ditanya lagi bagaimana bentuk matanya. Dia benar benar terkejut dengan perkataan Fanny.
__ADS_1
"Gugurin kandunganmu terus kamu pisah Sma Nanda! "
Geplak
Tamparan yang sangat keras itu mendarat dengan sempurna di pipi Fanny. Seorang istri membenci suaminya mungkin saja. Tapi seorang ibu membenci anaknya sendiri sangat mustahil. Ella benar benar kalap dengan kemarahan. Fanny sampai dibuat tersungkur dengan tamparan tangannya.
"cukup Fanny, kamu sudah sangat keterlaluan. Pergi dari Sini! " Bentak Ella.
"Pergi! " ujar Ella dengan sangat keras. Fanny terdiam dan memandangi orang orang sekitarnya. Dia kemudian berdiri dan mengambil tas yang dia bawa lalu beranjak pergi.
"kamu juga Faiz! " Ujar Ella. Nanda kemudian memberikan kode kepada Faiz untuk menuruti perkataan Ella. Faiz kemudian mengambil jasnya yang ada di sofa lalu menundukan kepala dan berpamitan pergi.
Setelah mereka berdua, selanjutnya bu Hasimun juga melangkah untuk membersihkan vas bunga tesebut dan membawanya ke dapur. Kini giliran Nanda yang mencoba beraksi, menantang harimau betina yang sedang kalap. Dia mencoba mendekati Ella dam duduk di sampingnya. Tapi belum sempat berbicara Ella langsung melayangkan hujan pukulan berkali kali kepada Suaminya.
Bet bet bet bet bet bet bet
Keras dan sangat cepat sekali. Ella mencoba memukul semua bagian tubuh dan kepala Nanda. Untung saja Nanda masih bisa menangkis serangan Ella dengan kedua tangannya. Sesaat kemudian Serangan Ella mereda dan dia kemudian mulai menangis sesenggukan.
"Aku nggak tahu harus bilang apalagi sama kamu, aku udah bingung gimana cara ngomong nya gimana. " Ujar Ella sambil mengelap air mata.
"Aku udah bilang mas, kamu jangan ke malaman pulangnya. Kenapa sih? ngurusin apa lagi? " Ujar Ella keras. Dia berusaha membentak Ella dengan sangat kuat.
Nanda tidak menjawab, dia terus saja membiarkan Ella berbicara dan memukul sepuas hatinya. ketika Ella lengah, Nanda dengan sangat sigap langsung memeluk Ella dengan sangat erat dan menggendong tubuh Ella. Ella berusaha memberontak, tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya dengan menggerutu dan protes kepada suaminya. Ella dibawa secara paksa ke kamar oleh Nanda.
saat sampai dikamar Nanda langsung menaruh Ella diatas Ranjang. Dia kemudian berjalan untuk menutup pintu lalu setelahnya dia melepaskan dasi yang dia pakai dan melompat ke arah Ella.
"Ahk....! " Ella berteriak dengan sangat kencang. Tapi Nanda malah tertawa dan menggoda istrinya.
__ADS_1
"Marah marah nggak baik buat ibu hamil. " Akhirnya setelah sekian purnama terdiam, Nanda mengeluarkan 1 kalimat juga.
"Kamu nggak dengerin aku yah dari tadi! " Ujar Ella. Nanda tertawa cengengesan lalu mengambil selimut dan menubruk Ella dan menutupi badannya dan juga Ella yang ada di bawahnya. Ella mencoba berteriak, tapi suaranya hilang saat bibir Nanda sudah ******* bibir Ella dengan sedikit kasar dan menantang wanita yang sedang hamil tersebut.