
"La, kamu udah selesai ganti bajunya?" Teriak Nanda dari luar.
"Iya udah masuk aja!" Saut Ella dari dalam kamar.
Akhirnya selesai juga, Tanpa ragu dan curiga sedikitpun Nanda langsung saja membuka pintu dan masuk kedalam. ketika melihat Ella berdiri dihadapannya, Nanda dengan sengaja menutupi wajahnya.
"Kamu bilang udah selesai." ujar Nanda sedikit bernada tinggi.
"Emang udah kok. Aku udah selesai ganti bajunya, liat piyama aku baguskan." saut Ella pelan.
"Terus kenapa kamu nggak pake kerudungmu?" Tanya Nanda sedikit keras padanya.
"Loh kenapa nggak?"
"Bukannya kamu bilang kalau aku nggak boleh liat kamu nggak pake jilbab. Tapi sekarang kamu malah sengaja nggak pake jilbab depan aku."
"Oh.. iya aku lupa. Tapi Itukan dulu, sekarang semuanya telah berubah. Kamu boleh melihatku tanpa mengenakan jilbab." Jelas Ella.
"Jadi sekarang aku boleh melihatnya."
"Ehmm.. iya buka matamu." pinta Ella lembut.
Nandapun kemudian perlahan menurunkan telapak tangannya dan membuka mata. Dia nampak tercengang melihat Ella dengan rambut panjangnya.
"Gimana menurutmu?"
"Kamu Cantik banget La!"
Nanda mendekat dan langsung mengusap rambut istrinya dari samping. Namun Ella nampak sedikit menghindar, Ella masih agak takut. Sebab ini adalah yang pertama kalinya bagi Ella menunjukan rambutnya pada seorang pria.
"Udah ah, aku mau tidur. Besok aku harus berangkat kerja. Kamu juga tidur ya Mas!" Ujarnya tersenyum.
Ella kemudian naik keatas ranjang dan berbaring disana. Namun bukan Nanda namanya jika tidak bisa mengejutkan Ella. Dia malah mengambil Bantal dan rebahan di lantai.
"Loh mas! kamu mau ngapain?" Tanya Ella kaget melihat tingkah suaminya.
"Aku mau tidur La!" balas Nanda dengan gaya polosnya.
"Aku ajak kamu tidur disini, biar kita bisa tidur bareng. Eh malah kamu rebahan dibawah. Haduh..! " Ella menepuk jidat sambil mengomeli suaminya yang tidak peka.
"Yah Salah lagi!" Ujar Nanda mengerucutkan bibir.
"Ya iyalah salah! Kasurnya aja masih lega, ngapain kamu tidur dibawah." ujar Ella keras. Dirinya mulai marah lantaran menganggap Nanda tidak pernah peka.
__ADS_1
"Kamu lupa ya? Kan kamu yang bilang! Kamu nggak mau tidur seranjang sama aku. Takutnya aku ngompol, inget! Itu peraturan pertama dari 5 peraturan rumah tangga kita yang kamu bikin sendiri."
"..Hapus! "
"Eh..!"
"Aku bilang sekarang aku hapus 5 peraturan yang pernah aku bikin." Saut Ella tegas pada suaminya.
Srekk... Srekk...
Dengan sedikit paksaan dan bujukan Nanda akhirnya pindah ke atas ranjang. Mereka berdua sekarang tidur bersebelahan diatas kasur. 10 menit berlalu keadaan tetap senyap, belum ada yang membuka pembicaraan. Hingga akhirnya Nanda mulai berbicara dan membuka pembicaraan.
"Kamu kenapa sih La?" Uiar Nanda memecah keheningan.
"Ehmm.. kenapa apanya?"
"Maksud aku, sejak aku dari rumah sakit Kamu jadi berubah La! Kamu ajak aku ke salon, restoran, mall, piknik, pindah ke kamarmu. Terus tadi kamu hapus peraturan rumah tangga kita." Ujar Nanda dengan Nada bingung.
"Ehmm. kamu nggak suka?" Tanya Ella ketus sambil menoleh ke arah suaminya.
"Eh nggak gitu La, Aku suka kok! " Balas Nanda spontan.
"Terus kenapa kamu protes!" Balas Ella tegas.
"Ella itu baik, cantik, wangi, aku bersyukur kamu jadi istriku. Emangsih kadang kadang kamu suka marah, tapi kamu lebih imut kalau lagi marah hehaha.. " Nanda tertawa kecil setelah mengatakan semua kalimat yang ada dibibirnya.
'Jangan puji aku terus Nda, aku malu tahu' pikir Ella dihatinya.
"Lalu.."
Tak mau lagi mendenger perkataan buaian dari suaminya. Ella langsung berbalik dan memeluk Nanda dari samping.
"Udah ih aku malu kalau kamu puji terus. Aku udah bilangkan alasannya!"
"Apa alasannya?"
"Ih malah pura pura gak tahu. Sebel!" Balas Ella sambil mencubit pelan bibir suaminya.
"Aku gak ngerti kamu ngomongin apa." balas Nanda memancing istrinya.
Ella tersenyum kecil didada suaminya lalu mengencangkan pelukannya dan sekali lagi Ella berkata pada suaminya.
"Karena Aku cinta sama kamu!" Ujar Ella malu.
__ADS_1
"Hah apa? aku nggak denger kamu ngomong apa?"
"ih Ayaaaang!" Rengek Ella dilanjut tertawa. Nanda juga ikut tertawa bersama istrinya. Tapi jauh di dalam dirinya Nanda berkata.
'Lampu hijau nih, Tapi lu nggak boleh nyerah Nda. Lu harus jual mahal tunjukan harga diri lo. Masa cuman kaya gini aja lo kalah sama Ella.'
Sesaat Nanda menghentikan obrolan dan mengusap ngusap rambut istrinya. Lalu ketika dirasa waktunya sudah tepat. Nanda kembali melemparkan kail pancingnya.
"La kayaknya bener deh aku udah dewasa, bukan anak kecil lagi." Ujar Nanda perlahan.
Ucapannya langsung mendapat reaksi keras dari Ella. Ella mengangkat kepalanya dan menghadap kearah suaminya sambil tersenyum gembira sekaligus kaget. Ella mulai merasa Nanda sudah bisa luluh dan menerima keadaan.
"Iyah iya mas bener, kamu udah dewasa. Kamu bukan anak kecil lagi." Saut Ella keras sambil tertawa.
"Iya ehmm.. soalnya aku selalu menang kalau main sama temenku. Sepedaan, balap lari, main bola, semuanya pasti aku menang. Soalnya aku lebih tinggi, lebih kuat, lebih cepet dari temenku tapi?"
"Tapi apalagi Mas, itu semua bukti kalau kamu itu udah dewasa." Tegas Ella pada suaminya.
Nanda sempat melirik ke wajah istrinya yang nampak senang dan penuh harap. Lalu dia tidur menyamping membelakangi istrinya. Dia sadar kailnya sudah disambar oleh ikan yang begitu besar.
"Tapi sepedaan sama balap lari itu juga bisa dilakuin orang dewasa sama anak kecil. Jadi kalau buktinya cuman begitu, ya bisa aja itu kebetulan. Mungkin emang aku yang lebih sehat dari temenku." Jelas Nanda.
Ella merenung mendengar perkataan Nanda. Benar apa yang Nanda katakan, kalau bukti yang dia rasakan hanya seperti itu jelas Nanda merasa ragu. Pedahal itu hanya akal akalan Nanda saja.
'Bukti apalagi yang bisa aku tunjukin ke kamu, suoaya kamu percaya Mas!' Pikir Ella dihatinya.
"Apa ya La yang bisa dilakuin orang dewasa, tapi nggak bisa dilakuin sama anak kecil?" Nah akhirnya Nanda mengeluarkan kalimat pamungkasnya untuk menarik ikannya keluar dari air.
Ella terdiam mendengarkan perkataan Nanda. Dikepalanya sekarang terdapat sebuah cara untuk meyakinkan suaminya. Ella hanya sedang berpikir sejenak dan menarik nafas untuk memantapkan rencananya.
Lalu tak lama Ella mendekat dan memeluk suamimya dari belakang, dan dia mencium tengkuk leher suaminya. Yang langsung mengirimkan rasa geli dan rangsang yang kuat untuk Nanda.
Strike!
Nanda tertawa dihatinya, akhirnya dia berhasil menangkap ikan yang dia inginkan. Sekarang dia hanya tinggal menunggu tingkah menggemashkan dari istrinya.
.
.
.
.
__ADS_1
.Like comment vote