
Di keesokan paginya, Ella terbangun duluan. Dia melihat Nanda yang sedang tidur telanjang dada. Sementara dari jendela matahari mulai malu malu menampakan sinarnya.
"Mas bangun! " ujar Ella.
"Mas! " panjang Ella.
"hmm...! " Nanda mengerang membolak balikan tubuhnya dengan cepat lalu membuka mata menatap istrinya.
"Pagi sayang...! " ujar Nanda tersenyum lebar pedahal matanya masih pejam menahan kantuk. Ella tertawa lalu menekan wajah suaminya dengan kuat menggunakan kedua tangan.
"Bangun ih! " Ujar Ella tertawa lepas.
"Masih pagi sayang! " Ujar Nanda bermalas malasan lalu meraih tubuh istrinya yang sudah duduk di tengah ranjang.
"justru karena udah pagi mas! Ayok bangun ih. " pinta Ella lalu berusaha membangunkan Nanda dengan membuatnya terduduk di ranjang.
Nanda tersenyum lebar dan bersikap lemas seperti pohon tumbang yang berayun ke arah istri.
"Sayang! " Panjang Ella. Nanda kemudian kokoh duduk disamping istrinya. Di mengucek ngucek mata lalu tersenyum saat mendapati wajah natural Ella ada didepannya.
"Kamu tahu nggak, meskipun sekarang kamu udah normal. Aku ngerasa nggak ada yang berubah dari kamu. Masih lemes kalo pagi. " Nanda tersenyum. Dia kemudian mengait badan Ella lalu kembali membawa istrinya berbaring.
"Ah... Nanda! " Erang Ella ketika Nanda dengan Nakalnya menciumi wajahnya. Mulai dari pipi, hidung, pelupuk mata, lalu turun ke bibir merah favoritnya. Nanda melanjutkannya dengan memeluk tubuh Ella seerat eratnya seolah berkata bahwa Ella adalah miliknya yang paling berharga. Nanda tidur menyamping, Sementara Ella dia sedang dalam kebahagian yang luar biasa. Jangan ditanya seberapa merah wajahnya sekarang.
"Sayang! " Panggil Ella.
"Hmm...! "
"Jangan berubah ya! jangan pergi! Sama aku terus selamanya. " Ujar Ella.
"Nggak, nggak akan pergi. Aku akan bareng sama kamu selamanya. " Balas Nanda tersenyum.
Ella kemudian meraih wajah Nanda dan mencubit pipi Nanda dengan keras.
"Ah... ehm.. " Nanda mengaduh kesakitan. Ella justru tertawa melihat suaminya.
"Aku inget waktu dulu suka cubit pipi kamu?! "
"oh iya, terus kamu merasa bersalah sekarang? " Tanya Nanda.
"Nggak, justru aku seneng dan bersyukur. Karena kejadian itu yang bikin kisah kita menarik. " Jelas Ella tertawa. Nanda lagi lagi mencium bibir Ella dengan kilat.
__ADS_1
"Dasar Nakal! " Ujar Nanda meledek Istrinya.
"Kamu sadar nggak sih La, kita udah ngelewatin banyak moment bareng yang bikin cerita kita berwarna. " Nanda mengetuk ngetuk ujung hidung istrinya yang tengah manja itu.
"Mulai dari KDRT, Glow up bareng, sampai gantian tidur di rumah sakit. " ujar Nanda sambil mengingat kenangan yang mereka buat bersama.
"ih itumah kamunya aja yang salah. Nyebrang nggak liat liat, sambil nangis lagi. Jadi ketabrak mobil kan! " Ella tertawa saat mengingat masa dimana Nanda kabur dari apartemen dan tidak kunjung pulang. Pada akhirnya Dia tahu kalau Nanda tertabrak mobil karena kebodohannya sendiri.
"Itumah nggak seberapa, lebih parah lagi. Nyetir mobil sambil nangis. akhirnya oleng terus, nabrak tiang listrik. " Ledek Nanda dengan Nada tinggi. Sementara Ella yang sedang berbaring tertawa lepas mengingat kebodohannya sendiri kalo itu. Dia kemudian menarik telinga Nanda.
"Biarin, tapikan itu bukti kalau aku tuh kuat, Tiang listrik aja aku tabrak! " Bantah Ella. Tapi Nanda justru terkekeh dan berkata dengan keras didepan Ella. Matanya menusuk lurus menghujam istrinya yang ada dibawah.
"Hah.. Dasar cewek! " Ujarnya. Sontak Ella menarik Rambut Nanda. Sampai Sampai Nanda mengaduh kesakitan. Meski begitu dia masih tertawa karena berbeda dari hari hari pertamanya menikah. Kali ini Ella melakukannya karena dia menyayangi Nanda.
Saat Wajah Ella hampir jatuh ke arah Ella. Ella langsung menangkap wajahnya dan mencium bibir suaminya itu. Bagi mereka cara inilah yang paling indah untuk menyalurkan kasih sayang diantaranya.
"Tapi jujur loh ya, kamu suka moment yang mana selama kita menikah. " Tanya Nanda pada istrinya.
"Pas kita glow up bareng sih mas. Soalnya aku nggak nyangka aja, kamu di make over sedikit aja. Tiba tiba langsung berubah jadi ganteng banget gitu. Aku tuh dalam hati langsung kayak bilang, Wah seriusan itu Nanda, Ganteng banget ya Allah. Kenapa aku nggak pernah sadar gitu suami aku seganteng itu. " Ella tertawa lepas saat mengatakan kejujurannya didepan Nanda.
"Kamu terpesona yah? " Tudung Nanda.
"Iyah! " Mereka berdua tertawa bersama dengan sangat lepas mengungkapkan kebahagiannya masing masing.
"Masa? " balas Ella.
"Iyah, tapi aku nggak suka sih pas moment moment itu. "
"kenapa? " Tanya Ella heran.
"Ya karena pas disalon ada si yanto as yanti itu. " Ella tertawa lepas saat mengingat Nanda ketakutan dan bersembunyi dibelakangnya.
"Iyah Iyah aku inget. "
"Aku kalau sama hantu,atau penjahat aku berani la. Tapi kalau sama orang kayak dia, aku takut sumpah. Setan aja pasti nggak mau sama orang kayak gitu. " Jelas Nanda pada istrinya yang masih asik tertawa. Dia juga ikut tertawa saat melihat istrinya sangat bahagia.
"Kalau kamu suka moment yang mana Mas? " Tanya Ella.
"Aku suka yang mana ya oh iya." ujar Nanda.
"Aku suka pas malam malam aku bawa kamu keluar rumah sakit terus aku bawa kamu ke kuburan. " Nanda tertawa. Ella terlihat kaget dan cemas saat mengingat moment itu.
__ADS_1
"Iyah ih, kamu mah aku takut banget gilak. Masa kamu suka moment yang itu sih. "
"Soalnya pas aku gendong kamu aja, kamu udah bergetar gitu. Terus pas aku turunin, aku buka penutup matanya kamu langsung teriak keras banget. Badan kamu kejang megangin ke aku terus. " ujar Nanda.
"Ah mamas mah! " Rengek Ella jengkel kepada suaminya.
"Kamu kejang kejang ketakutan, pengin kabur tapi nggak bisa." Lanjut Nanda tertawa keras sampai terguling guling diatas Ranjang. Ella sendiri berusaha menangakap Nanda yang berguling ke ujung lain tempat tidur.
"Ya iyalah gimana aku nggak takut, dari awalnya aja udah mencurigakan banget. suasananya hening cuman ada suara jangkrik sama burung hantu aja. Pas aku tahu di kuburan jelaslah aku teriak kenceng. Orang liat dari jauh aja aku takut banget, lah ini malah dibawa ke tengah tengah pemakaman. " ujar Ella pada Nanda. Nanda kemudian berguling kembali menuju pelukan Ella lalu menjulurkan lidahnya dan mengejek Ella.
"Wlee.e.. "
"ih....! " kali ini Ella mencengkram erat kepala Nand a dan memeluknya dengan sangat kuat samapi Nanda kesulitan bernapas. Tapi akhirnya dia melepaskan ikatannya juga dan membuat Nanda kembali tertawa segar.
Mereka yang sedang tidur berdampingan kemudian menoleh dan saling menatap satu sama lain.
"Cerita kita belajar abis la, ini saatnya kita bangun moment kita yang baru. " Nanda kemudian memegang perut Ella. Diikuti dengan Ella yang meletakkan tangannya diatas tangan Nanda.
"Iyah Mas, perjalanan kita masih panjang. Aku mau tahu moment apalagi yang bakal melengkapi kisah kita. " Ujar Ella.
"I love you! " Ujar Nanda tersenyum.
"I love you too! " Balas Ella dengan tawa yang lebih cerah.
Mereka kemudian kembali mendekat dan berciuman lagi. membagi kasih sayangnya satu sama lain. Pagi ini akan jadi salah satu momen indah yang akan mereka miliki dalam kisahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
. Like comment Vote