
"Makan nih pizzanya" Lily menyuapi Nanda dengan Pizza berukuran cukup besar.
"Enak nggak!" Ujur Lily tersenyum.Dia juga membersihkan sisa sisa pizza di bibir Nanda.
Nanda mengangguk mengiyakan Lily.Mereka berdua terus bertatapan satu sama lain dan makan pizza dengan mesranya.Mereka lupa ada orang lain yang makan bersama mereka.
Ella hanya bisa gigit jari saat melihat pemandangan didepannya.Hatinya mendidih apalagi saat Nanda mengambil potongan pizza road rocky bertoping marsmalow dan coklat lalu menyuapi Lily.
'Nanda,you hurt my heart.' Gumam Ella dihatinya.
Tidak beberapa Lama Ella juga mengambil Potongan Pizza road rocky dan ingin menyuapi suaminya.
"Nanda,cobain yang ini deh.Enak loh." Ujar Ella pada Suaminya.Alih alih memakan Pizza dari tangan Ella.Nanda justru menggelengkan kepala dan menolaknya.
"Nggak mau La.Aku nggak suka Pizza yang manis." Nanda menolak dan menghindari suapan Ella.
Ella terkejut dengan sikap suaminya.Karena seharusnya Nanda tidak menolak suapan dari istrinya sendiri.Ella merasa jengkel karena tidak dihargai oleh Suaminya.
"Tapi tadi kamu juga ambil pizza ini kan.Lily juga bilang semua ini kesukaan kamu.Ayo makan!" Bujuk Ella halus.
"Enggak La.Aku nggak suka.Yang suka Pizza itu Lily,bukan Aku.Aku cuman ngambil pizza ini buat nyuapin Lily." Nanda menyodorkan potongan Pizza bekas gigitan Lily disana.
Ella semakin merasa jengkel pada suaminya.Terutama bosnya yang dari tadi tertawa mengejek Ella,ketika melihat penolakan Nanda.
"Kamu mau nyuapin Aku La." Ejek Lily.
"Udah lah bodo." Ella membantingkan potongan Pizza yang dia pegang ke meja lalu pergi meninggalakan suami dan bosnya.
"Ella tunggu.Kamu mau kemana?" Tanya Nanda berteriak.
Tapi Ella tidak mengidahkan panggilan itu dia terus berjalan sambil mengusap matanya yang sedikit berair.Lekas Ella keluar dan kembali ke meja kerjanya.
"Ko Ella pergi?" Tanya Nanda polos.
"Ella lagi banyak kerjaan tau." balas Lily.
"Tapi kayaknya Ella marah." Ucap Nanda cemas.
"Ella gak marah.Dia cuma mau ngurusin kerjaan yang belum selesai.Udahlah kan Ada aku disini." Ucap Lily.Dia lantas kembali menyuapi Nanda dengan ceria dan tanpa merasa berdosa sama sekali.Meskipun dia tahu Alasan.Kenapa Ella bisa marah.
Setelah keluar dari ruangan Lily dia duduk dengan kasar dikusrinya.Dia mendengus kesal karena sikap Nanda yang tidak memperdulikan keberadaannya.
Ella kemudian menghentak hentakan kakinya ke lantai berulang kali untuk meredakan emosi.Hal itu juga sukses menarik perhatian Arin.
"Kenapa Kamu La,Belum makan?" Ledek Arin kepada Ella.
__ADS_1
"Aku sudah makan." Ujar Ella ketus kepada Arin.Untunglah pada saat itu terjadi karyawan lain berada di kantin.
"Makan pizza?" Lanjut Arin.
"Makan Ati!" Jawab Ella sarkas.Ella tidak terlalu memperdulikan Arin dan melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Arin mengerutkan dahi ketika melihat tingkah Ella.Diam diam dia mentertawakan sikap Ella yang tengah merajuk.
Ella kemudian menata ulang jadwal pertemuan Lily dengan klien yang tadi sempat dibatalkan.Dia masih tidak habis fikir kenapa bosnya lebih mementingkan Nanda daripada klien perusahaan.
Sementara itu Lily Asik bermesraan dengan lelaki yang dicintainya.Dia tidak peduli meski Nanda sudah menjadi suami orang lain.Baginya itu tidaklah penting.
"Nih makan lagi.Sampe kamu puas." Ujar Lily.
"Maksaih ya Ly,Kamu baik banget." Jawab Nanda senang."Tapi kayaknya aku harus ketemu ella,Aku takut nanti dia marah." Lanjutnya.
"Emang Ella suka marah marah sama kamu?" Tanya Lily mulai serius.
"Ehmm.. anu.. itu." Nanda agak ragu ingin menjawab pertanyaan Lily.
"Udahlah Nanda dari dulu sampai sekarangpun kamu gak pernah bisa bohong sama aku.Aku tahu pasti Ella suka mukulin kamu,iya kan?" Tanya Lily tegas pada Nanda.
"Iya,Ella suka mukul aku.Tapi.. tapi itupun karena aku gak sopan sama Ella.Waktu itu aku mau peluk Ella,Terus Ella marah.Dia bilang aku nggak sopan terus dia pukulin aku pake gagang sapu." Jawab Nanda panjang Lebar.
Setelah mendengar perkataan Lily Nanda jadi tidak ragu untuk menceritakan semuanya.Lily memang sangat tanggap dan langsung dengan cepat menyadari bahwa dia tengah berbohong.
"Apa? Pake sapu? Ella udah keterlaluan.Aku harus kasih dia pelajaran." Ucap Lily emosi.
Ketika Lily hendak bangun dan keluar untuk memarahi Ella.Nanda menarik tangan Lily dan menghentikan lajunya.
"Jangan Ly.Ella bener kok,Itu salahku.Harusnya aku gak usah berusaha buat meluk dia." Ujar Nanda meyakinkan Lily.
Lantas Lily kembali duduk,dia juga menggeserkan kursi Nanda sehingga posisi mereka saling berhadapan satu sama lain.
"Itu Semua gak bener Nda.Kamu boleh kok meluk Ella,Bahkan lebih dari itu juga boleh.Kamu suaminya,kamu punya hak atas Ella." Jelas Lily kepada Nanda.
"Maksudnya gimana Ly.Aku gak ngerti Apa yang kamu omongin?" Ujar Nanda heran.
Nanda dan Lily terus melanjutkan obrolan mereka yang terus mengarah kepada hal yang lebih panas.Sampai sampai mereka kehilangan batas satu sama lain.
Dilain tempat Ella melanjutkan pekerjaannya dan menyusun ulang jadwal pertemuan dengan para klien.Ella berusaha tetap profersional dalam bekerja.Meskipun dia terus terbayang bayangi adegan kemesraan Nanda dan juga Lily.
Pikirannya berantakan kemana mana,dia tidak berhenti memikirkan suaminya yang sedang makan siang dengan bosnya sendiri.
'Astaga.. kenapa aku mikirin Nanda terus.Buat apa coba aku mikirin dia,Diakan gak penting.Pengganggu,sampah,gak guna.Dia gak mikirin perasaan orang lain.' Batin Ella.
__ADS_1
30 menit sudah berlalu ella sudah selesai menata ulang Schedulenya.Lalu dia mem-Print out schedule tersebut dan pergi ke ruangan Lily untuk menyerahkn jadwalnya.
Ella terus melangkah dan membuka pintu ruangan Lily,Namun dia begitu terkejut ketika melihat pemandangan didepannya.Lily mengangkat sebuah buku ditangannya dan dibelakang,wajah lily dan juga wajah Nanda terbenam.
Ella sangat shock melihat pemandangan didepannya.Dia tidak menyangka hal ini akan terjadi.Dia tidak mengira Nanda akan berciuman dengan Lily dan menyakiti perasaannya.
Ella mulai mengalirkan air mata diwajahnya.Tangannya melemah,Tanpa sadar dia menjatuhkan berkas yang dia bawa.Hal itu lantas membuat Lily dan Nanda menyadari keberadaannya.
"Ella,kapan kamu datang?" Tanya Nanda polos
Sementara Lily tersenyum ke arah Ella dan mengusap bibirnya yang basah,Setelah sesi panas bersama Nanda.Dia juga mengedipkan salah satu matanya ke arah Ella.
Dengan kemarahan dalam dirinya,Ella berjalan ke arah Nanda dan juga Lily.Dia menatap sarkas ke arah Mereka berdua.
"Cukup Kalian sudah diluar batas.Lily kamu harus inget siapa Nanda dan siapa kamu." wajah Ella merah padam dan telunjuknya menunjuk lurus ke arah Lily.
"Kamu tahu,aku bebas melakukan apapun dengan pria yang aku cintai.Lagipula Nanda juga menyukai semuanya." Ucap Lily tegas.
Ella menghela Nafas panjang lalu dia menarik tangan Nanda dengan keras.Akhirnya Wanita ini telah kehilangan kesabarannya.Kini dia dikendalikan kemarahan.
"Pulang sama aku sekarang!" Teriak Ella pada Nanda.
"Nanti La,pizzanya masih banyak." Ucap Nanda.
"Udah cepet Pulang sekarang." Ujar Ella lebih keras.Dia menarik Nanda dengan kedua tangannya.
"Aduh La sakit." Rintih Nanda kesakitan.
"Lepasin tangan Nanda,kamu tidak boleh kasar seperti itu." Ujar Lily teriak.
"Diam! Tidak usah ikut campur urusan rumah tanggaku." Bentak Ella keras.Dia kembali menarik tangan Nanda dengan sekuat tenaganya.
"Tunggu La.Kameraku." Nanda dengan cepat langsung mengambil kameranya dan menurut pada Ella.
Ella menarik tangan Nanda dengan keras dan penuh kemarahan.Dia benar benar kecewa pada suaminya.
.
.
.
.Like,comment,vote.
__ADS_1
Hi readers,maaf yah author jarang update.Soalnya 2 minggu kemarin author lagi ujian jadi gak sempet Update.Maaf ya..