
"Nda ni ketopraknya, yu makan sama ibu diluar." ujarnya memanggil dari pintu.
"Nggak bisa bu, Ella belum selesai disuapinnya. Nanda biar makan disini aja sama Ella." Ujar Ella menimpali ibunya. Pedahal dia sudah menyimpan maksud lain dibalik semuanya.
"Dari tadi masih belum selesai?" Ujarnya kaget.
"Ella gak terlalu ***** bu!" Ujar Ella. "Hmmm... yaudah nih Nda. Ibu makan diluar yah" lanjutnya lagi lalu keluar dari kamar.
Sesaat setelah ibunya keluar, Ella langsung mengambil ketoprak itu dan membukanya sendiri sambil tersenyum manis. "Sini Mas! sendoknya pinjem!" Ujar Ella lalu menyuap ketoprak yang ada dipangkuannya.
"Buburnya aja masih belum abis La!" Saut Nanda mengingatkan.
"Ketopraknya aja kita bagi 2, berarti buburnya juga dong! Biar impas." ujarnya tertawa.
"Yaelah, sudah kuduga!" Gumam Nanda.
***
Jam 10.00 wib
Siang itu Lily datang ke rumah sakit untuk menjenguk Ella dan memberitahukan sebuah berita untuk sahabatnya Nanda.
"Hy..!" Sapa Lily seraya membuka pintu kamar Ella.
"Bosmu datang tuh La!" Ujar Nanda lembut pada Ella.
Ella tersenyum dan menyambut kedatangannya. "Udah baikan La?" Ujar Lily bertanya singkat.
"Lumayan Ly, tapi sementara ini nggak boleh jalan dulu sampai kaki aku sembuh!" Ujar Ella menjawab Lily.
"Hahaha.. aku masih nggak ngerti La, bisa bisanya kamu nabrak tiang listrik." Saut Lily tertawa mengejek Ella.
"Ya namanya juga emosi Ly, jadi nggak fokus. heheh.." balas Ella tertawa malu.
"Ah.. mamas!" Ujar Ella.
"Apa? kenapa liatin aku sih." Ujar Nanda ikut meledek dengan ekspresi wajah konyolnya.
"Agh..." ella mencubit dan memukul tangan suaminya untuk menutupi rasa malu.
"Eh udah udah, ngomong ngomong mobil kalian udah aku urus jadi nggak usah khawatirin mobilnya ya." Ujar Lily menyeringai.
"Mobilnya ancur parah, pasti perbaikannya mahal!" Ujar Ella.
"Ehmm. sebenarnya mobil kamu udah nggak bisa diperbaikin sih La." Ujar Lily.
"Hah! Apa?" Ujar Ella kaget.
"Soalnya bagian depannya hancur parah. Kata montir, buat diperbaikin udah nggak bisa lagi, bisa sih tapi harganya sama kayak mobil baru. Jadi aku pikir mending di rongsokin aja." Ujar Lily menjelaskannya.
"Aduh kok bisa separah itu." Ujar Ella tidak percaya.
__ADS_1
"Gini deh La, aku ganti aja mobilmu. Anggap aja inventaris dari kantor." Ujar Lily.
"Jangan Ly, nggak papa kok. lagian kan aku pegang Kartu Debit Nanda yang dulu kamu kasih. Dalamnya bisa buat 100 mobil baru." Ujar Ella sambil menatap sinis.
"Oh gitu, ya udah sih. syukurlah kalau gitu!" ujar Lily.
"Hehehemm.... iya Ly, makasih ya kamu udah nyimpenin asset Nanda selama ini." Ujar Ella berterima kasih.
"Iya La, Aman pokoknya."
"La? ini siapa?" Saut Ibunya Ella saat melihat Lily datang.
"Ly ini ibunya Ella!" Ujar Nanda.
Lily tersenyum lalu bersaliman dengannya. "Saya Lily bu, temen kantornya Ella." Ujar Lily tersenyum.
"Ibu bawa apa?" Tanya Nanda.
"Baju ganti buat istrimu sama anduknya juga. Ellakan belum mandi dari kemarin!" ujarnya tertawa geli.
"Ouh iya, Nanda lupa. Pantas aja bau!" Saut Nanda tertawa.
"Ih kamu tuh dari kemarin ngeledekin aku aja. Males ah..!" Ella kemudian lanjut menyerang Nanda dengan mencubit dan memukul bahunya.
"Aduh aduh La, iya iya aku bercanda kok." Uajr Nanda menyeringai.
"Ouh iya La, aku mau ngomong sebentar sama Nanda. Bolehkan?" Ujar Lily.
"Ouh iya boleh, Sebentar aja ya!" Ujar Ella mempersilahkan Lily.
"okeh!" Nanda kemudian pergi keluar ruangan bersama Lily. " Jangan buru buru masuk Nda, Ella mandi dulu bentar." ujar Ibunya.
"Siap bu komandan!" Ujar Nanda lagi.
Sesaat setelah nanda keluar. Ibunya Ella langsung mendekat kearah putrinya dan menyiapkan perlengkapan.
"Ayo buka bajumu!" Ujarnya halus.
"loh.. mandi sekarang bu?" Ujar Ella kaget.
"Ya iya dong sayang, kamu nggak denger suamimu udah komplen terus dari kemarin. Nanti dia gak mau deket kamu lagi lo." lanjutnya lagi.
"Ah ibu sok tau, semalam aja Nanda deket terus sama Ella. Tidur dikursi sambil pegang tangan Ella terus." Ujar Ella tersenyum.
"Hem... kenapa? udah suka sama suamimu?" Tanya Ibunya sambil tersenyum geli.
"Ya gitulah!" jawab Ella singkat. "Ini bener Ella harus mandi disini." Lanjutnya.
"Kamukan masih belum bisa jalan La, disini juga ngga papa kok nggak ada orang lain juga." Lanjutnya meyakinkan.
"Ibu liat, Nanda pakai jam tangan ayah. Udah yakin sama pilihanmu?" Tanyanya sambil mengelap setiap inci tubuh putrinya.
__ADS_1
"Iya Ella yakin bu. Soalnya Ella udah pernah ngerasa di campakkin sama satu cowo. Ella gak mau digituin lagi, tapi Nanda beda. Ella yakin dia nggak akan pernah ninggalin Ella." Sautnya penuh keyakinan.
"Owh syukur deh kalo kamu udah nerima Nanda, ngomong ngomong kamu udah gituan belum sama Nanda." Lanjutnya ditelinga Ella.
Beberapa menit kemudian setelah Ella selesai berseka, Nanda kembali masuk bersama Lily.
"La, lily mau pamit ke singapura. Katanya ada urusan bisnis." ujar Nanda menjelaskan.
"Loh kok medadak Ly!" Ujar Ella.
"Aku juga nggak nyangka La, Tapi inshaallah aku udah siap. Doain aja ya, supaya aku bisa menang tender."Ujar Lily tulus.
"Terus perusahaan gimana?" Tanya Ella lagi.
"Karena aku nggak ada harusnya kamu yang ngurus kantor. Tapi karena kamu lagi sakit, jadi aku percayaain sama temen temen yang lain." Ujar Lily menjelaskan.
"Aku juga ikutan loh La!" Ujar Nanda menyeringai.
"Hahaha... iya bener!" timpal Lily santai. "Yaudah aku pamit sekarang ya La!" Lanjutnya.
"Iya hati hati ya ly!" Ujar Ella. Setelahnya Liky memeluk Ella dan bersalaman dengan ibunya.
"Aku mau anter Lily ya La, sebentar aja!" Ujar Nanda. "Iya tapi jangan lama lama!" Ujar Ella lagi. Lalu Nanda juga memeluk istrinya, dan mendapatkan ciuman manis dikeningnya.
"Dah...!" Ujar Nanda lalu pergi lagi bersama Lily.
"Cantik banget!" Gumam ibunya. "Kamu nggak takut suamimu kepincut sama dia." Ujarnya lagi.
"Ya nggaklah bu, Nanda sama Lily itu udah sahabatan dari kecil kayak Ella sama Fanny." Ujar Ella ramah.
"Kamu sama Fanny kan sama sama cewe. Tapi kalo laki laki sama perempuan sahabatan, ibu nggak yakin kalo nggak ada apa apa diantara mereka." Lanjutnya agak cemas.
"Dulu Ella juga sempet mikir gitu,tapi oas udah kenal lebih jauh. Ella udah ngerasa biasa, Lily itu sahabat yang baik banget. Pas Nanda Kecelakaan sampai sekarang dia ituh terus jengukin sama Ngecek kesehatan Nanda terus." Ujar Ella lagi.
"Oh gitu, Berarti selama Nanda geger itak dan sikapnya jadi anak kecil Lily ngecek kesehatan Nanda terus?" Ujarnya Lagi. Ella lalu mengangguk.
"Nggak! itu bohong!" Ujar seorang wanita dari luar ruangan. Dia tergesa gesa masuk ke kamar Ella dengan ekspresi penuh keyakinan.
"Nanda bener bener keterlaluan, aku nggak terima dia udah bikin kamu sampai begini La." ujar Fanny.
"Apa sih Fanny coba kamu cerita yang jelas?" Tanya ibunya Ella.
"Nanda itu selama ini cuman pura pura, dia nggak gwger otak. Dia masih waras, dia udah bohongin kamu La. Bukan cuman itu, dia juga selingkuh sama Rita. Ini buktinya, foto sana vudeo ini diambil tadi malam dari cctv apartemennya Rita."Jelas Fanny.
Diabkemudian menunjukan ponselnya yang memuat video dan foto foto kedekatan nanda Dan Rita semalam. Ibunya Ella melihat semua bukti itu dan tak bisa berkata apa apa. sementara Ella entah apa lagi yang dia rasakan selain Rasa sakit yang sangat menjepit dadanya hingga terasa begitu sesak sekali.
.
.
.
__ADS_1
.
.Like comment vote