My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 50


__ADS_3

Ella POV.


Setelah kondisi Nanda mulai membaik, Dr.Anne berpamitan pulang padaku. Dia juga mengingatkan supaya aku tetap waspada. kalau kalau, Nanti Nanda terbangun dari komanya. Karena bisa saja Nanda akan kembali normal.


Tapi sejujurnya aku takut jika Nanda kembali Normal. Bagaimana kalau dia bangun dan marah marah kepadaku. Bagaimana kalau dia melakukan hal yang tidak tidak. Atau Bagaimana jika dia mengatakan akan meninggalkan Aku.


Meski sempat mendengar kisah masa kecilnya. Aku belum tahu bagaimana sifat dan karakter dari suamiku. Hal apapun bisa terjadi nantinya, Karena itu aku harus mempersiapkan mentalku untuk kemungkinan terburuk sekalipun.


Hari ini aku tidur lagi disamping Nanda. Kupegang saja tangannya kali ini. Lalu kusandarkan kepalaku ke dekat perutnya. Ku tatap wajah suamiku dalam dalam. Rasanya sangat nyaman meski hari ini bisa saja menjadi malam terakhirku bersamanya.


Saat aku tengah tertidur pulas dimalam hari, tiba tiba aku merasakan ada sesuatu yang mengusap kepalaku. Rasanya lembut dan nyaman, kunikmati setiap sapuannya di kepalaku.


Aku penasaran apa itu, jadi perlahan aku menegakan kepala dan membuka mataku yang masih sayu. Aku melihatnya lagi, Dia tersenyum kearahku dengan tatapan yang hangat.


"Mas,kamu sudah bangun!" Tanyaku lemas padanya.


"Aku penasaran,apakah kata yang kau gunakan padaku adalah kenyataan atau kebohongan. Karena terakhir kali aku ingat kamu memarahiku sepuas hatimu." Ujarnya padaku.


Dia mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum padaku. Tatapan matanya begitu tajam menusuk ke arahku. Rasanya aku tersipu ketika dia menatapku seperti itu.


"Ini kebenaran,sungguh aku memanggilmu 'Mas' Karena kamu suamiku." ucapku membenarkan perkataanku.


"Benarkah? Apa ini artinya kau sudah mencintaiku. Aku harap itu tidaklah benar, Karena sepertinya Aku tidak akan punya banyak waktu untuk membalas cintamu sampai kita berpisah Nanti." Balasnya padaku dengan senyum mengukir di wajahnya.


Rupanya firasatku benar, Dia akan meningggalkan aku. Aku merasa semakin lemah kala itu. Aku kembali meletakan kepalaku di perutnya lalu memejamkan mata.


"Tidak mengapa jika kamu ingin meninggalkanku. Aku sadar yang aku lakukan selama ini kepadamu salah. Maaf karena aku menyalahkanmu karena ketidakberdayaanku. Aku tidak pernah memikirkan perasaanmu selama ini. Bahkan aku memperlakukanmu seperti pembantu di apartemen." ucapku pasrah kepadanya.


Tapi seketika aku merasakan jari jarinya menyentuh tanganku. Lalu dia menggenggam tanganku dengan erat. Tangan yang lain mengusap halus wajah kiriku. Akupun memegeng tangan hangatnya yang terus mengusapku.


"Bisa bisanya kamu pasrah saja saat aku bilang akan meninggalkanmu. Apa kamu masih mencintai Alex?" Tanyanya padaku.


Kucubit saja tangannya yang mengusap kepalaku. Aku kesal pada Nanda dia malah membicarakan orang lain.


"Seharusnya kamu membicarakan tentang Hubungan kita Nda. Tapi kamu justru membicarakan orang lain." Ujarku manja padanya.


"Habisnya sikapmu juga seperti itu. Seolah kau tidak mau menjaga pernikahan kita. Pedahal aku sangat senang ketika menikah dulu." Balas Nanda.

__ADS_1


Akupun kembali terbangun dan melihat lagi ke arah Nanda. Dia nampak bersedih ketika mengatakan kalimatnya. Jujur saat itu aku merasa bimbang. Apa yang sebenarnya Ingin Nanda sampaikan kepadaku.


"Apakah ini artinya kamu tidak akan meninggalkan aku? Kukira kamu tidak..."


"Apa yang kamu katakan La. Tentu saja aku selalu mencintaimu dan aku juga akan selalu menjaga pernikahan kita." Tatapan Nanda begitu dalam menyentuhku saat dia mengatakan hal itu.


Lekas aku langsung memeluknya yang bersandar di ranjang rumah sakit. Nanda juga membalas pelukanku dengan hangat. Dia pundaknya itulah aku bersandar. Kemudian dengan penuh kesungguhan dari hatiku yang paling dalam aku mengatakan padanya.


"Nanda,maafkan aku!" ujarku padanya.


"Tidak usah meminta maaf La. Sudah tugasku untuk menanggung beban yang kau rasakan. Sudah tugasku juga untuk membersihkan Nama baikmu. Dibahu inilah kelak tempatmu untuk bersandar. Dan kepadakulah kamu akan menceritakan semua masalah dan keluh kesahmu. Aku adalah satu satunya orang yang tidak akan meninggalkanmu meski satu dunia ini berpaling darimu." Ujarnya.


Sungguh aku merasa tersentuh dengan semua kalimat hangat Nanda. Tidak aku kira dia adalah seorang laki laki yang sangat baik dan begitu penyanyang. Nanda kemudian melepaskan pelukannya. Lalu dia menatapku dengan senyum manis di wajahnya.


"Tidurlah,aku yang akan menjagamu." ucapnya.


Kemudian aku kembali tertidur diperutnya dan dia kembali mengusapku. Malam ini rasanya aku bertemu dengan orang yang begitu mencintaiku. Dia adalah suamiku.


...----------------...


Kemudian aku terbangun sebab aku tahu itu pasti dr.Anne. Ketika aku membuka mataku Benar saja Dia sudah datang lagi pagi ini. Dia mencubit hidungku dengan gemash.


"Ehmm... bu dokter sakit!" Ujarku padanya.


"Habisnya kamu terlihat lucu sekali,ketika bangun tidur.Ibu jadi tidak tahan pengin nyubit.." Ucapnya padaku.


"Nanda lihatlah apa yang ibumu lakukan padaku ibumu.." Aku seketika diam ketika melihat Nanda masih berbaring di ranjang rumah sakit.


Aku kira Nanda sudah bangun tapi ternyata dia masih tertidur. Aku sungguh terkejut melihatnya. Bukankah Nanda sudah bangun tadi malam.


"Apa Nanda sudah bangun La?" Tanya bu dokter padaku.


"Sudah ko dokter,Tadi malam saya sudah mengobrol dengannya." Ujarku padanya


"Benarkah? Tapi Nanda masih tertidur."


Bu dokter lantas mengecek keadaan Nanda. Dia meletakan telapak tangannya di kepala Nanda lalu dia juga mengecek denyut Nadinya.

__ADS_1


"Sepertinya Nanda belum terbangun!" Ujarnya sambil menggelenglan kepala. Dr.Anne lalu menghadap lurus kearahku.Lalu dia kembali berkata padaku.


"Mungkin kamu hanya mimpa La." ujarnya.


Aku tidak terima dengan perkataannya padaku. Jelas jelas aku mengobrol dengan Nanda. Bahkan aku juga memeluknya dengan erat. Bagaimana mungkin itu cuman mimpi.


"Tidak dokter.Sungguh semalam kami mengobrol bahkan semalam saya memeluk Nanda." bantahku.


"Oh iya,lalu apa yang kalian obrolkan?" Tanyanya lagi.


"Kami.. ehm.. itu. Ella tidak bisa mengatakannya pada dokter." Ujarku gelagapan. Aku malu jika mengatakannya oada Dr.Anne itukan privacy suami istri.


"jadi benarkan itu cuman mimpi!" Tegasnya padaku.


"Tidak dokter.Ella."


"Sudahlah La.Nanti kamu terlambat bekerja." Ujarnya padaku.


Tidak mau berdebat lebih panjang akupun menuruti perkataannya. Mau dilawan bagaimana? sejujurnya akupun masih bingung.


"Ehmm baiklah dok." ucapku.


Setelahnya aku bersiap siap di toilet rumah sakit. Karena kebetulan aku sudah mempersiapkan semua kebutuhan ngantorku sejak kemarin. Setelah berganti baju dan berkemas aku kemudian berpamitan dengan bu dokter.


"Dok ella berangkat dulu." pamitku.


"Iya,hati hati ya." balsnya.


Aku kemudian berangkat ke kantor selepas mencium tangan dr.Anne. Selama perjalanan ke kanor aku terus memikirkan tentang semalam. Apa benar aku hanya bermimpi? Tapi sungguh rasanya seperti nyata.


Ketika aku sampai di kantor langsung saja aku duduk dimeja dan melaksanakan tugasku. Tapi aku tidak melihat lily pagi ini, seperinya dia sedikit terlambat.


Sampai waktu menunjukan hampir pukul 10.00wib. Lily belum juga sampai, aku mencoba untuk meneleponya tapi tidak diangkat. Aku juga bertanya pada arin,bella, dan faiz tapi mereka tidak tahu. Sumpah aku heran kenapa Lily sulit dihibungi.


Tapi karena Lily tudak kunjung datang aku iseng iseng membuka laptopku. Saat aku membuka laptop. Aku baru ingat ternyata rekaman dari handycam Nanda ada dilaptopku. Jadi aku memeriksanya kembali dan karena banyaknya video. Langsung saja aku lihat video yang terakhir.


Rupanya handycam terus merekam saat Nanda dan Lily berduaan di dalam kantor. Baguslah aku jadi bisa tahu apa yang mereka lakukan. Lekas saja ku kecilkan volume dan menontonnya.

__ADS_1


__ADS_2