My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 47


__ADS_3

Waktu semakin berlalu,Nanda semakin bertumbuh besar.Mimpi buruk bi inahpun kini mulai menjadi kenyataan.Nanda semakin bisa melihat jarak dan perbandingan antara dirinya dan saudara tirinya.


Pernah disuatu ketika Nanda duduk di sudut luar bagian rumahnya.Dia menangis tersedu sembari memegang secarik kertas yang dia lipat menjadi pesawat.


Saat itu mang asep yang tak lain suami bi inah lewat dan melihat Nanda menangis dibawah jendela.Mang asep baru saja pulang setelah 3 minggu mengantar tuan besar,ke berbagai rapat penting di seantero pulau jawa.Dia mendekati Nanda lalu berkata.


"Nanda lagi apa disini? Anak jagoan ko Nangis." Ucap Mang Asep.


"Mang Asep.. james dibeliin pesawat bagus sama papah.Tapi Nanda nggak..ehmm. hmm." Balas Nanda sesenggukan.


Mang Asep kemudian melihat ke arah jendela.Di dalam rumah Tuan besar sedang memanjakan anaknya dengan pesawat canggih yang dapat diterbangkan menggunakan remot control.Harganya jelas sangat mahal dan tak masuk diakal.


Sementara Nanda hanya memegang origami pesawat yang bahkan tidak ada harganya.Nanda semakin menangis kesal dan meremas pesawat kertasnya dan berkata.


"Kenapa Nanda tidak pernah dibelikan mainan oleh papah? Mang asep.. apa papah nggak sayang sama Nanda." Lanjut Nanda seraya menundukan kepalanya.


Mang Asep kemudian menenggakan kepala supaya air matanya tidak menetes.Memang Nanda bukan Anak kandungnya tapi siapapun akan merasa sedih jika melihat Nasib Nanda.Mang Asep adalah salah satu orang yang menemani Nanda sejak dia masih sangat kecil.


Dia tidak tega jika harus melihat Nanda menangis dan bersedih.Namun Mang Asep selalu punya cara untuk menyenangkan Nanda.Akalnya tidak pernah habis jika disuruh membuat Nanda tersenyum.


Mang asep kemudian memegang wajah Nanda dan mengusap air matanya.Dia tersenyum dengan lembut lalu dia berkata dengan halus.


"Dari pada Nanda nangis,gimana kalo Nanda aja yang jadi pesawatnya.Bisa terbang kemana aja yang Nanda mau." Ujar Mang Asep dengan Nada menghibur.


"Tapi bagaimana?" Tanya Nanda heran.


Lekas Mang Asep mengangkat Nanda dan Mendudukan Nanda di pundaknya.Nanda yang mendapatkan perlakuan tak terduga dari pak asep berteriak histeris.Dia ketakutan sampai Wajahnya memerah.


"Hwa.. pak takut,Nanti jatuh!" teriak Nanda.


"Udah tenang aja,percaya sama mang Asep."


Mang Asep kemudian berlarian mengitari taman belakang dan Berputar beberapa kali.Nanda yang awalnya takut,malah jadi tertawa begitu lepasnya diatas pundak Mang Asep.


Tidak sampai disana Mang Asep juga berlari melewati beberapa bagian dari rumah.Seperti kolam renang,Taman bermain,Padang Golf dan lapangan bulu tangkis.Sesekali mang Asep juga bermanufer dan berbelok tajam.Lalu berakting seolah olah pesawat akan jatuh.

__ADS_1


Diam diam dari dalam rumah,ada yang memperhatikan Nanda dan iri kepadanya.


"Bibi Bibi,Aku pengin main kaya kakak.." Ujar Remi pada Bi inah.


"Eh.. jangan jangan,Remi masih kecil.Nanti y kalo Remi udah sebesar kakak." Ujar Bi inah pada Remi.


"Ehmm.. iya" ujar Remi bersemangat.


Meski Hanya sederhana tapi hal itu dapat membuat Nanda senang dan melupakan kesedihannya.Akan tetapi Nanda tidak selalu bisa bermain dengan mang Asep.Tentu saja karena mang Asep jarang ada dirumah.Terkadang pak Asep sering mengantar Tuan besar keluar kota.Sering kali Dia juga pulang saat Nanda sudah tertidur dimalam hari.


Untuk mengatasinya Terkadang Bi inah membawa Nanda pergi ke rumah pak joko.Meski Rumah pak joko memang kecil,akan tetapi disana Nanda bisa bermain dengan Rima.


Tapi tidak jarang juga Nanda mengeluh dan tidak mau pergi ke rumah pamannya.Saat diajak prgi kesana,pasti Nanda akan mengatakan.


"Nanda nggak mau bi.Disana pasti cuman ketemu sama Rima." ujar Nanda merajuk.


"Loh tapi disanakan Nanda bisa pinjem mainannya Rima." bujuk Bi inah.


"Iyasih tapikan maianan Rima semuanya mainan cewe.Nanda nggak suka!" Balasnya.


"Yaudah Nanti disana bibi beliin eskrim." Ujar bi inah.


Akhirnya Nanda akan tetap ikut ke rumah pamannya dengan bujukan 1 cone eskrim coklat.Walaupun Nanda Alot jika diajak ke sana.Tapi tidak jarang juga Nanda menginap di rumah pamannya.


Bu joko juga tidak ada masalah dengan hal iti akan tetapi jika pak joko tahu.Dia akan marah,karena tidak mau jika Nanda tidur dirumahnya.Pernah disuatu malam,pak joko pulang dan dia melihat Nanda tidur di rumahnya.


Lekas saja tanpa pikir panjang Pak joko membopong Nanda dan memasukan Nanda ke dalam mobil.Pedahal saat itu Nanda tengah tertidur pulas ditengah malam.Pak joko ingin mengantarkan Nanda pulang ke rumanhnya.


"Pak jangan pak,kasian Nanda lagi tidur." Teriak Bu joko menghentikan suaminya.


"Awas kamu,saya akan mengantarkan Nanda pulang.Sana jagain Rima!" Balas Pak joko tegas.


"Besok pagi saja pak,kasihan Nanda." Ucap bu joko.


"Ahm... saya tidak peduli.Saya tidak sudi jika Anak dari manusia sombong itu tidur di rumah kita." ujar pak joko keras.

__ADS_1


Nanda yang tiba tiba terbangun dari tidurnya,dia melihat pertengkaran paman dan bibinya dari balik jendela mobil.Hal ini semakin membuat Mental Nanda drop dan sempat membuatnya ketakutan.


Pada akhirnya Nanda tetap di bawa pergi oleh pak joko.Didalam mobik pada saat perjalanan Nanda menangis dan tidaj henti meminta maaf dari pamannya.Namun pak joko malah membwntak Nanda dna mengatakan.


"Kamu tahu.. ini semua terjadi gara gara kamu.Paman sudah bilang,kamu jangan pernah tidur di rumah paman.Dasar bandel!" Teriak pak joko pada Nanda.


Sungguh itu bukanlah kalimat yang pantas dikatakan kepada seorang Anak kecil.Ketika sampai di gerbang rumahnya Nanda pak joko langsung keluar dan menggendong Nanda yang masih menangis.


"Lho ada apa ini pak joko,Kenapa Nanda Nangis!" Ujar satpam rumah.


"Nih bawa Nanda kedalam,Saya tidak mau melihat Nanda tidur di rumah saya." Tegas Pak joko pada satpam.Lalu pak satpam menggendong Nanda yang terus saja menangis.


"Astagfirullahaladzim,Pak Joko Nanda ini kan keponakan bapak.Kok bapak tega sih!" Ujar pak satpam.


"Saya tidak peduli kamu mau ngomong apa.Yang jelas ini semua bukan urusan kamu." Teriak pak joko menuding wajah satpam.


Lekas setelahnya Pak joko kembali masuk ke dalam mobil.Tapi beberapa saat sebelumnya pak joko sempat melihat ke atas rumah dan mendengus kesal.Pak satpam yang melihat tingkah pak joko itupun penasaran dan ikit melihat ke atas.


Rupanya sedari tadi ada yang mengawasi mereka.Tuan besar berdiri begitu gagahnya di balkon lantai tertinggi.Lalu dia terlihat tersenyum sinis kepada pak joko.


"Nanda diem ya,Ayok kita ke kamarnya bi inah." Ajak satpam.


"Ehmma.... hm...hm.." tangis Nanda.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.Like comment vote


__ADS_2