My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 122


__ADS_3

"kamu yakin Mas! Nggak mau tidur aja? " Tanya Ella mencemaskan suaminya.


"Nggak! Soalnya aku masih mau bareng istriku." ujar Nanda santai sambil mendorong terus kursi roda yang ditunggangi Ella mengelilingi taman.


"Aku masih nggak ngerti sama jalan pikiranmu." ujar Ella kembali menambahkan kegelisahan nya.


Mendengar kalimat itu,Nanda berhenti bergerak dan berpindah ke depan Ella Dan berlutut disana. "Apa lagi yang kamu pikirin La?" tanya Ella.


"Hm.... Gimana kalau mereka datang lagi buat nyerang kamu. Kali ini taruhannya lebih besar mas, Rima, Dr. Anne, pak joko,Lily, Ibu, Aku, Anak kita." Ujar Ella mencurahkan isi hatinya.


"Waktu itu aku kalah karena aku sendirian, Tapi sekarang aku nggak sendirian La. Kali ini banyak alasan untuk aku Menang! " Ujar Nanda meyakinkan.


"Sebutin 1 alasan logis, supaya aku bisa percaya sama kamu." Ujar Ella kembali bertanya.


"Aku harus menjamin masa depan kamu, Anakmu, Rima yang lainnya juga." Ujar Nanda tersenyum.


"Pak joko juga? " lanjut Ella. "Dia udah tua, udah tau mana yang baik. Mana yang nggak buat dirinya sendiri." Ujar Nanda menjelaskan.


"Oh gitu..! " ujar Ella panjang. "Iya gitu balas Nanda singkat. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dan menuju tempat yang sedikit lebih teduh.


"Tadi pas diperiksa Bu dokter bilang apa sama kamu." Lanjut Nanda memulai obrolan.


"Bu dokter bilang kaki aku makin baik, sekitar 2 harian lagi kalau kondisinya meningkat terus. Aku disuruh buat latihan jalan. Udah boleh pulang juga! " Ujar Ella tersenyum.


"Seneng banget! udah bosen ya di rumah sakit? " Tanya Nanda lagi.


"Ya iyalah bosen, Aku pengen cepet cepet pulang. Biar bisa mandi tiap hari, Berangkat ke kantor ketemu temen temen. Aku udah kangen banget sama mereka.'' Ujar Ella mengutarakan perasaannya.


Kebalikan dengan istrinya, Nanda malah terlihat panik dan menepuk jidat. " aduh gawat aku lupa! " Ujar Nanda.


"Lupa apa? " tanya Ella.


"Aku udah bilang sama Lily. Aku mau ngawasin perusahaan selama dia pergi ke singapur. Tapi dari kemarin aku malah sibuk ngurusin hubungan kita." Ujar Nanda sedikit cemas.

__ADS_1


"Hayo lo nanti di gebuk sama Lily! " ujar Ella memanas manasi suaminya.


"H wuah... udahlah gimana nanti aja. By the way kok mereka nggak datang jengukin kamu ya La?" ujar Nanda kembali kaget.


"Ada kok. Tadi pagi Arin datang jengukin aku, tapi cuman sebentar." Ujar Ella memberi tahu suaminya.


"Jam berapa? " Tanya Nanda. "Jam 05.15! Pakaiannya juga rapih, Kayaknya dia langsung mau ke kantor deh." saut Ella.


"Woah.. gak salah, Pagi banget! " Nanda terkejut, karena dia tahu Jam kerja di PT bumi rahayu baru dimulai pukul 8 pagi. Arin berangkat setidaknya 3 jam lebih awal. ada apa? pikir Nanda.


"Kayaknya dikantor ada masalah deh Mas." Lanjut Ella. "Kayaknya iya La, Besok lah aku control kesana." ujar Nanda.


"Ella kemudian melihat jam tangan ditangan suaminya yang menunjukan pukul 9 pagi. Setelahnya dia langsung berkata pada suaminya.


"Mas jangan besok, Sekarang aja. Aku khawatir sama mereka." ujar Ella.


"Aku nggak bisa ninggalin kamu sendirian." ujar Nanda membantah dan kekeh dengan keputusannya.


"Kalau aku liat kamu juga masih butuh istirahat. Tapi kamu juga masih punya cukup tenaga. Jadi menurut aku mending kamu kekantor sekarang, nanti pas jam 12 kamu bisa tidur siang dulu di kantor aku. Oh iya aku juga nyetok snack sama camilan di laci meja. kalau kamu laper kamu bisa pesen ke kantin, Terus nanti tagihannya masukin aja ke bond aku. Tapi inget mas, mereka belum tahu kalau kamu udah sembuh. Jadi hati hati ngomong sama mereka. " ujar Ella menjelaskan.


Mendengar Perkataan Ella, Nanda nampak tersenyum lalu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Dia juga terlihat sedikit mondar mandir sambil menjulurkan lidahnya keluar. Nanda kemudian jongkok tepat didepan kursi roda Ella.


"Kamu tau? Aku ngerasa seneng karena kayaknya kamu udah sembuh. Tapi disisi lain aku ngerasa kamu lagi ngusir aku?" Ujar Nanda sambil tersenyum.


"Aku nggak ngusir kamu." ujar Ella membalas. "Terus apa? " Jawab Nanda spontan.


"Aku masih nggak percaya kamu Ananda yang hebat itu. Buktiin sama aku, Nanti kalau kamu berhasil aku nggak akan kasih kamu apa apa." Ujar Ella tersenyum.


"Nggak usah bilang kalau gitu! " Nanda tersenyum lepas dan membuat wajah konyol didepan istrinya yang Nampak tersenyum dengan manisnya.


"Aku pergi sebentar! Jangan kemana kemana apalagi kenapa kenapa dulu sebelum aku datang." ujar Nanda tulus menatap wajah istrinya dalam.


Ella tersenyum dengan manisnya dan memiringkan kepala menatap suaminya dalam. "I will stay here for you." ujar Nanda.

__ADS_1


Nanda menghembuskan nafas pelan berusaha menghilangkan kecemasan nya. Hingga akhirnya Nanda bisa merasa lega untuk bisa meninggalkan Ella disana. Namun sebelum pergi Nanda langsung mencium wajah Ella beberapa kali dengan cepat.


Sesaat Ella berusaha menghindar dari suaminya dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Namun usahanya sia sia karena Nanda dengan mudah membuka pertahanannya itu. Alhasil Ella hanya bisa berusaha menghindar dengan menggelengkan kepalanya kesana kemari dan sedikit berteriak kecil.


"Mas ih... Malu!" ujar Ella masih berusaha menghindar. Tapi Nanda tak mendengarkan dan semakin mendekat ke arah Ella. Sampai jaraknya cukup dekat Pertahanan Ella benar benar terbuka dan Nanda dengan sesuka hati mengecup setiap bagian wajah Ella dengan cepat dan penuh rasa gembira.


"Mas udah.. !" Ujar Ella menjerit sambil tersenyum gembira seraya menunjukan wajah merah tomatnya. Nanda lagi lagi tak mendengarkan hingga puncaknya Nanda berhasil meraih tengkuk istrinya dan mencium bibir Ella dengan cukup keras dan dalam durasi yang cukup Lama. "Argh.."


Ella mendesah pelan.


Setelah semuanya usai Ella menutup wajahnya rapat rapat dengan kedua telapak tangan dan menundukkan kepala. Tapi sungguh wanita itu tak bisa menyembunyikan kebahagiannya yang sedang membuncah.


Berbeda dengan istrinya Nanda malah tersenyum kecil seolah tidak terjadi apa apa. "Rima! " Panggil Nanda keras pada saudarinya.


Rima yang melihat ke arahnya nampak menggelengkan kepala dan beberapa kali menaikan pundaknya. Sepertinya anak itu baru saja melihat ulah Nanda barusan.


Seketika itu juga Nanda langsung mengepal alma tangannya dan menghujam lurus ke arah Rima. Beberapa detik kemudian Rima nampak berjalan ke arahnya. melihat itu Nanda kemudian kembali berpamitan pada istrinya.


"Aku pergi dulu ya! " Ujar Nanda pada istrinya yang masih menunduk.


"Iya! " Balas Ella spontan. Sebelum pergi Nanda sempat mencium jilbab Ella tepat dibagian atas kepala. selepasnya ia berjalan pergi dari rumah sakit.


'Yaelah dari tadi nggak kelar kelar! ' bisik Rima dalam hati saat melihat kejadiannya langsung didepan mata.


.


.


.


.


. Like comment vote

__ADS_1


__ADS_2