
"Selamat datang pak, bu. Ada yang bisa saya bantu?" Sapa resepsionis ramah.
"Mba disini lagi ada promo gak yah?" Ujar Ella basa basi.
"Iya betul bu. Untuk saat ini kami punya promo diskon 10% untuk setiap perawatan. Kami juga punya paket Duo untuk suami istri yang datang dan memakai jasa kami. Diskonnya naik jadi 15%" Balasnya.
"oh ya udah, saya pilih paket Duo. soalnya saya mau perawatan sama suami saya juga." Balas Ella.
"Baik bu, silahkan pilih perawatan yang ibu dan suami ibu mau." Ujarnya memberikan selembaran berisi daftar perawatan.
"Mas, kamu mau perawatan apa?" Tanya Ella pada suaminya.
"Terserah kamu La. Aku nggak ngerti kalo gitu gituan." Ujar Nanda pelan.
Ella terenyuh mendengar perkataan suaminya. Sambil sedikit tertawa Ella memilihkan perawatan yang tepat untuk dirinya dan suaminya.
"Kalo gitu saya pilih perawatan rambut dan perawatan wajah, buat saya sama suami saya juga." Ujar Ella kemudian mengembalikan selembarannya.
"Baik bu, kalau begitu tunggu sebentar. kami akan memanggil stuff kami untuk memberi perawatannya." ujarnya pada Ella.
"Indah, Yanti, ada customer nih. Tolong kalian Handle yah!" Ujarya memanggil rekan.
Tak berselang lama datanglah seorang wanita dan seorang pria menghampiri Ella dan Nanda.
"Perkenalkan bu, saya indah. Mari saya antar ke ruang perawatannya." Ujar wanita yang menghampiri mereka.
Nanda yang mendengar wanita tadi memperkenalkan dirinya. Langsung merasa was was karena itu berarti dia akan dilayani oleh si pria yang menghampirinya. Kecemasannya semakin bertambah ketika melihat gelagat si pria tadi yang sangat Aneh.
"E.. mba yantinya mana ya? kok gak dateng." Ujar Nanda cemas.
"Ehm... saya yanti pak!" Ujar pria tadi dengan logat khas wanita.
"ah bohong nih. Tulisan di seragamnya aja Yanto, bukan yanti." Ujar Nanda berat.
"Eh ini juga nama saya. Kalo siang nama saya Yanto. Kalo malam nama saya Yanti Mas ah..!" Balasnya sambil melambaikan tangan ala ala seorang wanita.
'Astaga, mamposs gue!' pikir Nanda.
Ella yang juga sudah menyadari situasinya malah cengengesan saat melihat Ekspresi Nanda. Sementara Nanda bergeser mengumpat dibelakang Ella.
"Kamu ngapain sih Mas. Mau sembunyi dibelakang aku?" Ujar Ella pada suaminya.
"Aduh, kita pindah salon aja ya La. Jangan disini!" Ujar Nanda ditelinga Istrinya.
Nanda juga terus memegangi bahu istrinya untuk tetap berusaha bersembunyi dibalik tubuh Ella.
"Nggak bisa gitu donk, kitakan udah pilih paketnya. Kamu tega sama Mbanya mau cancel gituh aja!" Ujar Ella pada suaminya.
"Betul itu pak, jangan di cancel. Temen saya nggak ngigit ko." Ledek resepsionis.
"Iya Mas, santai aja.. Nanti aku kasih bonus pijit pijit manja dech Buat kamu!" Ujar siBencong tadi sambil tersenyum senyum pada Nanda.
"Eh.. Nggak nggak. Minggir sana, jangan ngedeket." Ujar Nanda sedikit berteriak.
"Gapapalah Mas cuman sebentar ko, nggak usah takut gitu. Kamu ko liat dia kayak liat setan aja." Gumam Ella lanjut tertawa.
"Kalo setan aku berani La, Kalo yang kaya ginian baru aku nggak berani." Lanjut Nanda agak merengek.
"Kita pulang aja La." Lanjut Nanda.
"Ya udah kalo kamu mau pulang. Aku mau perawatan dulu sama mba indah. Dah.." Ujarnya.
"Ella Ella tunggu La." Ujar Nanda.
Ella kemudian berjalan meninggalkan suaminya yang ketakutan. Meski diteriaki dan ditahan beberapa kali Ella tidak mendengarkan dan pergi begitu saja.
"Halo mas, jadi nih kita pijit pijit manjanya." ujarnya menggoda Nanda.
"Awas ya kalo lo macam macam." Ujar Nanda.
__ADS_1
Mau tidak mau, suka tidak suka Nanda mengikuti Bencong tadi dan mendapatkan perawatan darinya.
"Mas! mau potong rambut gaya apa? Apapun bisa yanti lakuin." Ujatnya tertawa.
"Eh jangan ngadi ngadi lu ya. Gue udah punya gaya sendiri." Ujar Nanda.
1 jam berlalu
Ella sudah menyelesaikan perawatan. Wajahnya terlihat lebih bercahanya dan segar dari pada sebelumnya. Lain halnya dengan Nanda yang masih belum selesai juga.
Sambil menunggu suaminya menyelesaikan perawatan. Ella kembali ke meja resepsionis dan memberikan sejumlah uang untuk membayar jasa perawatannya.
"Suami saya belum selesai ya mba?" Tanya Ella halus.
"Belum selesai bu. Dia masih anteng sama yanti." Ujarnya tertawa.
"Hahaha baguslah kalau gitu." Balas Ella kembali tertawa.
Seusai menyelesaikan pembayaran. Ella kemudian duduk di ruang tunggu sambil membaca majalah yang disediakan.
Teet..
Ponsel Ella berdering ada Pesan singkat masuk ke ponselnya.
Fanny: La besok kita ketemu di taman pinggir kota jam 07.00 pagi.
Ella : Ok, besok aku datang.
Setelah membalas pesan dari sahabatnya. Ella kemudian kembali fokus ke majalah yang dia baca. Namun fokusnya kembali pecah saat melihat beberapa orang disana Nampak berdiri dan saling menengok ke arah yang sama. Karena penasaran Ella pun Ikut melihat kearah yang sama.
Rupanya perhatian satu salon itu teralihkan kepada suaminya sendiri. Nanda nampak begitu berubah drastis dengan gaya rambutnya yang baru. Eajahnya juga nampak bersinar disertai senyumannya yang menggida mata. Ellapun menganga dan menutup mulutnya dengan tangan. Dia sendiri masih tidak percaya bahwa suaminya berubah menjadi lebih tampan dari sebelumnya.
"Udah yu La, kita pulang." ujar Nanda sedikit kesal.
"Kamu kenapa?" Lanjut Nanda karena tidak ada respon dari Ella.
"Argh.. eh kenapa Mas?" Ujar Ella kaget.
"Aku ngomong sama kamu loh La. kamu malah diem gitu ajah." lanjut Nanda sebal.
"Maaf Mas, Aku kaget liat kamu berubah kaya gini." Ujar Ella cengengesan.
"Eh Bu, ini semua hasil kerja dari tangan saya loh bu. Suami ibu jadi makin ganteng aduh.. cakep say." Ucap Yanto A.K.A Yanti.
"Saya minta tip dong bu." sambungnya.
"oh iya inih ambil." Ujar Ella memberikan selembar uang 50.000
"Eh saya nggak mau uang bu. Saya cuman mau foto sama si Mamas ganteng ini." Lanjutnya.
"oh.. gitu, yaudah silahkan."
"Dih.. ponselmu ketinggalan tuh disana." Ujar Nanda.
"Oh iya, lupa!" Saat Yanti perhi mengambil ponselnya yang tertinggal.
Nanda tanpa basa basi sedikitpun langsung menggenggam tangan Istrinya dan membawanya keluar dari salon.
"Ayo kabur La." ujar Nanda berlari.
***
Didalam mobil Ella tidak berhenti mencuri curi pandang pada suaminya.
"Kamu ngapain sih La, lirik lirik gitu!" ujar Nanda.
Lalu saat berhenti di lampu merah, Ella kemudian menjawab pertanyaan suaminya.
"Mas Kamu kelihatan makin ganteng banget." Ujar Ella pada suaminya.
__ADS_1
"Alesan, paling kamu sengaja buat ngerayu aku biar nggak marah lagi." Ujar Nanda ketus.
'Aku tau kamu pasti mau ngomong gitu La. Exspresimu pas disalon tadi, lucu banget. Pengen rasanya aku cubit pipi kamu dech La. Btw kamu juga nambah cantik. Tapi maaf ya La, setelah aku ganteg gini. Aku mau jual mahal sama kamu. Hehehe...' Pikir Nanda.
"Aku serius mas. Kamu ganteng banget, no debat pokoknya. Foto dulu yu!" Ajak Ella.
Ketika Ella menyiapkan ponselnya untuk selfie. Nanda dengan buru buru langsung mengambil ponsel Ella.
"ko ponselku diambil. Jangan gitu mas, sini balikin." Ujar Ella.
"Nggak mau, kamu dari tadi seenaknya aja sama aku La. Kamu gak mikirin perasaan suamimu. Kamu nggak taukan rasanya dijambak sama bencong yang lagi kegatelan. Sakit La sakit." Gumam Nanda pada Ella.
"Ko gitu sih, kamu marah sama aku." Ujar Ella.
"Terserah kamu aja dech." Ujar Nanda menyilangkan tangan. Dia juga membelakangi Ella dan menhadap ke luar jendela.
"Ya udah aku minta maaf, aku cuman iseng aja sama kamu Mas." bujuk Ella sambil tersenyum.
"Balikin ponselku yah, balikin ya mas!" bujuk Ella lagi.
"Nggak mau!" Ujar Nanda ketus.
"Ya udah kalau kamu nggak mau balikin ponselnya." Ucap Ella.
'Gak papa kamu mau ambil ponselku. Tapi tetep aja aku yang nyetir bukan kamu. Mau nggak mau kamu harus tetep ikut kemanalun aku pergi.' Ujar Ella dalam hatinya.
"Kok kita nggak belok La. Apartemen kitakan belok kesana La." Ujar Nanda.
"Aku mau bawa kamu ke tempat yang lainnya lagi." balas Ella.
"Mau kemana lagi sih La?" Balas Nanda.
"Ada dech." Ujar Ella cengengesan.
"Kenapa kamu nggak ngasih tahu tujuan kamu La." Ujar Nanda.
"Kamu mau tahu, Boleh kok. Tapi balikin dulu ponselku." Ujar Ella.
"Yaudah nih." pasrah Nanda. Ella kemudian menerima ponselnya.
"Terus?" Lanjut Ella.
"Terus apa?" Balas Nanda.
"Kamu nggak mau maafin istrimu." Ujar Ella dengan gimik sedih.
"Yaudah iya aku maafin kamu." Balas Nanda.
"Nah gitu dong, sekarang udah pas. sekarang Kamu udah ganteng luar dalam." Ujar Ella.
"Dari dulu aku udah ganteng kali La. Kamu aja yang nggak ngeh." Ujar Nanda.
Ella kemudian hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya.
'kayaknya kamu bener dech Mas. Aku yang nggak ngeh selama ini.' pikir Ella.
.
.
.
.
.
.
.Like comment vote
__ADS_1