My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 130


__ADS_3

Setelah kejadian tadi pagi, Arin faiz dan Bella kembali bekerja dengan serius. Tentu saja kali ini dengan lebih bersemangat. Karena mereka telah mendapatkan harapan baru yang lebih baik.


Nanda sendiri berada dikantor Lily sedang mengatur siasat untuk mengembalikan PT Bumi Rahayu dari ketertinggakan sebelumnya. Dia kemudian memberi tahu semua orang untk berkumpul di ruang meeting dalam 1 jam lagi.


Ketika meeting berlangsung, suasananya sangat kondusif. Nanda menjelaskan setiap point point masalah dengan sangat rinci kepada bawahannya. Selanjutnya mereka bergantian saling menjelontorkan ide masing masing untuk menyelesaikan point masalah tersebut. Hingga akhirnya meeting selesai. Hasilnya adalah sebuah Rencana matang untuk memperbaiki kekacauan yang selama ini dalam tempo 2 bulan.


Mereka sangat optimistis bisa menyelesaikannya. Apalagi dibawah Naungan Nanda.


"Kalian terlihat sangat ceria sekali ya hari ini? " Ucap Nanda.


"Tentu saja, Kami sangat bersemangat. Apalagi setelah tahu kalau yang memimpin kami adalah Ananda Putra Wiratmaja. " Mereka tertawa. Bella justru lebih agresif dari biasanya. Dia melakukan kuda kuda tinju dan melayangkan tinjunya menghajar udara.


"Aku rasa sekarang, aku bisa menghancurkan siapapun yang ingin melawan kita! " Ujar Bella yakin dan menunjukan otot lengannya yang kekar. Selayaknya seorang binaragawati yang kuat.


Berbeda dengan Arin dan Bella yang merasa sangat optimis. Faiz justru sebaliknya, dia merasa sedikit khawatir. Selain membawa keberkahan mungkin Nanda juga akan membawa Bencana. Dia paham betul dengan kondisinya sekarang. Salah salah, musuh musuh dari WI bisa saja datang untuk menyerang Perusahaan mereka.


"Kamu akan segera melakukanyakan, membuat perang dan menghancurkan orang lain. Darma yang dari kemarin kamu katakan adalah pemimpin Hasanatan Group sebelumnya. Kalian memiliki persaingan yang sengit, hingga seringkali kalian menyerang dan membunuh satu sama lain kan. " Nanda tertawa lalu mengubah ekspresi tiangnya dengan tatapan tajam, yang syarat akan kewibawaan seorang pemimpin.

__ADS_1


"Aku tidak masalah dengan itu, apapun yang akan kamu lakukan nantinya sejujurnya aku tidak perduli. Tapi bagaimana dengan perusahaan ini, bagaimana dengan orang yang bekerja di dalamnya. Mau bagaimanapun juga, pada dasarnya mereka hanyalah karyawan biasa. Mereka tidak bisa bertarung apa lagi memegang senjata? " ujar Faiz tegas dengan rasa percaya diri yang tinggi. Nanda lekas tertawa setelah mendengar perkataan dari Faiz.


"Benar kalian memang hanya pegawai biasa, pegawai biasa yang mencintai atasannya. " Ujar Nanda sambil bertepuk tangan. Faiz terdiam, begitu juga Arin dan Bella yang tidak mengerti.


"Kamu tahu terlalu banyak Faiz. Bagaimana bisa aku tidak memperhatikanmu? kamu menyukai penyihir itukan. Dia memang menawan meski sangat menyebalkan. " Ujar Nanda lalu berdiri ke belakang Faiz. Faiz terlihat memburu Nafas, matanya memerah seperti menahan sebuah emosi didalam dirinya. Nanda kemudian meremas kedua bahu faiz dengan sangat erat.


"Katakan padaku, apa yang membuat kamu jatuh cinta pada Lily. " Ujar Nanda lagi. Arin dan Bella baru ngeh apa yang sedari tadi dikatakan oleh Nanda.


Sesaat Faiz terdiam, kemudian dia kembali menarik nafas untuk menjawab pertanyaan Nanda.


"Bukan hanya bagi Lily tapi juga bagiku. Tempat ini adalah awal mula dari perjalananku. Tempat yang dulu aku impi impikan menjadi tempat yang hangat. Tempat semua orang yang aku sayangi berkumpul. Sahabatku dan istriku berada disini. Orang-orang yang dulu datang membantuku juga ada disini. Aku tidak akan membiarkan hal buruk apapun terjadi pada mereka, kepada perusahan ini. " Nanda kembali tersenyum lalu dia berjalan perlahan mendekati pak Yogi.


"Terima kasih atas babtuan dan dukungan yang bapak berikan kepada saya. " Ucap Nanda.


"Saya yang harusnya berterima kasih, Tuan sudah memberikan kami semua peluang untuk hidup yang lebih baik. " dia kemudian melipatkan tangan didepan Nanda. dan Nanda mencengkram tangan itu untuk turun.


"Kalau dulu saya tidak bekerja disini, mungkin saya sudah mati karena bangkrut dan terlihat hutang. " ujarnya pada Nanda.

__ADS_1


"Kalau pak Mochtar tidak bekerja disini, mungkin anaknya tidak akan bisa menjadi sarjana sekarang. "


"Kalau bu iyem, tidak dibangunkan kantin dan bekerja disini. Mungkin dari dulu dia tidak bisa lagi menemukan pekerjaan yang kayak. " Kami semua yang harusnya mengucapkan Terima kasih.


"Kali nggak gitu, kita nggak akan bisa makan soto buatan bi iyem yang enak itu. " ujar Bella menyaut pak Yogi. Arin hanya mengangguk.


"Faiz aku sangat mengerti dengan kecemasan yang kamu rasakan, tapi kamu harus percaya 1 hal. Bahwa Aku, Lily,Ella, dan yang lainnya, ingin yang terbaik untuk tempat ini. Pemikiranmu tidak salah, bahaya mungkin akan datang jika aku ada disini. Tapi percayalah padaku, kita bisa melewati semuanya bersama. " Nanda mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Faiz. Mencoba membuatnya percaya bahwa semua akan baik baik saja.


"Apa kamu bisa melakukan nya, kamu bisa mengalahkan Darma? " Faiz kembali bertanya. Nanda tertawa dengan lega dan dia kembali berkata dengan sangat percaya diri.


"Aku bisa! " Faiz menjabat tangan Nanda lalu berdiri dan memeluk pemuda tersebut. Arin, dan bela bertepuk tangan sebagai bentuk penghormatan kepada Nanda.


Faiz seraya dipeluk oleh Nanda dia mengucapkan satu kalimat tepat di depan Telinga Nanda. "Maaf jika aku sempat meragukanmu! " Ujar Faiz.


"iyah tidak papa, aku mengerti"


"By the way, jangan kelamaan yah. Nanti Ella cemburu! " Nanda masih sempat mengajak Faiz bercanda setelah sesaat kondisi sedikit mencengkam. Yang lain juga ikut tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2