My Little Hubby

My Little Hubby
Bab 58


__ADS_3

"kau gila james! Apa yang kau lakukan bodoh." Ujar Nanda marah.


"Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak dari dulu." Balas james.


"Kau mengambil segalanya dariku Nanda. Semuanya yang seharusnya menjadi miliku. Aku sangat sakit hati ketika ayah memutuskan kaulah yang akan mewarisi perusahaan. Apa kurangnya aku, aku mendapatkan prestasi terbaik di kampus. Aku menjalankan perusaahaan dengan sangat tekun. Tapi justru Ayah menyepelekan aku hanya untukmu. Dan yang paling tidak bisa aku terima adalah aku harus memenggilmu dengan sebutan Kakak." Lanjut James emosi.


Ketika mendengar perkataan james, Nanda berdiri tegak. Dia sadar adiknya juga terlibat, dan kini dia harus menghadapi masalah berikutnya.


"Kalau kau hanya menginginkan perusahaan sebaiknya ambil saja. Kau tidak perlu melakukan semua ini. " balas Nanda.


"Tidak semudah itu, Apa kau tahu seberapa besar benciku kepadamu, Hah! Aku tidak mengerti apa hebatnya dirimu. Pedahal dari segi manapun aku jauh lebih baik darimu. Dasar anak buangan!" Ujar james semakin sarkas.


"Lalu setelah kau berhasil, Apa yang kau inginkan sekarang Hah! Membunuhku begitu. Dengar james, Anak kuliahan sepertimu bukan tandingan berandalan seperti aku!" Ujar Nanda.


"Tutup mulutmu yang busuk itu. Sekali gua tarik nih pelatup, Lo mampus ditangan gua." Ujar James menodingkan pistolnya.


"Kalau berani tangan kosong anjenk!" Balas Nanda teguh.


James yang merasa sangat marah karena tantangan dari kakanya. Akhirnya dia menuruti Egonya lalu membuang pistol yang dia genggam dan bersiap baku hantam melawan Nanda.


"Gue akan menikmati ini sampai sisa umur lo yang nggak akan lama lagi." Balas james dengan keseriusan. Kebencian dan Dendamnya kepada Nanda telah mendarah daging.


"Apa lo yang udah bunuh bibi?" Tanya Nanda.


"Kalau iya emang kenapa? Bukan cuman dia. Suaminya yang sok kuat itu, Gue juga yang habisin. Dan sekarang giliran anaknya yang nyusul!" Ujar james.


Mendengar kalimat james yang benar benar menyakiti hatinya. Ditambah sikap james yang seolah tidak memiliki rasa bersalah. Nanda sangat marah dan kecewa pada james.


Lalu perkelahian itupun terjadi. Mereka saling adu jotos satu sama lain. Tanpa memikirkan hubungan keduanya sebagai seorang saudara. Di arena pertarungan yang telah dibanjiri darah ssbelumnya. Mereka berusaha saling membunuh satu sama lain.


Hampir 15 menit perkelahian itu terjadi. Hampir tidak ada yang tersisa dari keduanya. Mereka berdua babak belur. Darah juga mengalir dari wajah mereka. Namun perkelahian belum selesai sampai ada yang benar benar kalah dari salah satunya.


''Ah sial. gue bunuh lo, Anjenk!." Racau james sambil berguling di lantai menahan rasa sakit.


"Cukup james, seharusnya tidak seperti ini. Seharusnya lo gak ngelawan kakak lo sendiri. Seharusnya lo gak ngehabisin keluarga lo sendiri Gobl*k. Sakit jiwa emang lo!" Bentak Nanda dengan Nafas tersenggal.


Berbeda dari james yang sudah tidak berdaya. Nanda nampaknya masih lebih kuat. Dia tengah bersandar di meja kerja ayahnya. Sambil menatap lurus ke arah adiknya yang masih sedang kesusahan berdiri.


Ditengah rintihan dan helaan Nafas keduanya yang masih terputus putus. Sosok lainnya datang dan masuk ke ruangan melalui pintu utama tepat dibelakang james.

__ADS_1


"Udah nih. Segini ajah, Kirain bakal ada yang mati dari kalian. Hahah.." Ujarnya tertawa.


Nanda hanya terdiam saat melihat irang itu. Rupanya bukan Hastomo priyambodo, tapi Darma Hasanata juga menjadi dalang dari pembantaian ini. Benar! Nanda baru ingat, Bahwa perusahaan yang ingij dia kuasai berikutnya buka 1 tapi 2.


Darma kemudian berjalan maju dan melihat keadaan yang sudah sangat kacau di ruangan itu. Wiratama atmaja yang selama ini menjadi musihnya telah meninggal. Sementera Rekannya Hastomo masih berbaring sekarat dilantai. Lalu james juga masih berguling menahan sakit di tubuhnya. Dan juga Nanda yang sedang menatap tajam kearahnya.


"Lo gak papa! Bocah?" Tanya Darma pada james.


"Brisik Lo! Cepet habisin Dia." Ujar James menunjuk ke arah Nanda.


Nanda yang menyadari posisinya sangat terpojok. Ditambah tenaganya yang sudah terkuras habis. Dia sadar kali ini dia tidak akan selamat. Saar Darma mengeluarkan pistol dari dalam jasnya. Nanda sudah sangat pasrah, lalu dia memejamkan mata menunggu timah panas itu menghujam ke tubunhya.


'Ibu sepertinya hanya sampai di sini, maafkan aku! Aku gagal menjaga keluargaku' Pikir Nanda pasrah.


"Dor.." tembakan telah melesat, satu lagi nyawa melayang dalam peristiwa tersebut.


Namun rupanya Nanda masih memiliki kesempatan untuk hidup. Ketika dia membuka mata, rupanya James yang pergi mendahuluinya.


"Jangan terkejut begitu. Kami hanya memanfaatkan adikmu saja. Lagi pula dia pantas menerimanya setelah begitu banyak pembunuhan yang telah dia lakukan di rumah ini."


"Apa yang kau inginkan?" Tanya Nanda lemas.


"Dasar Biadab, Sadar bahwa kalian tidak bisa mengalahkan aku dan ayah. kalian memanfaatkan celah di keluargaku. Dan memanfaatkan james untuk menghancurkan keluarga kami." Ujar Nanda marah.


"Ah.. tidak tidak, kami justru membantumu. Sekarang lihatlah, orang yang selama ini membuangmu. kini dia sudah tiada, Lalu adikmu yang selalu merendahkanmu juga sudah mati. Kau bisa berkuasa sekarang. Ayolah bergabung bersama kami, Bersama kita kuasai pasar dan berkuasa bersama sama. Ayolah anak muda, jangan sia siakan kesdmpatan ini dan juga bakatmu. Bergabunglah." Bujuk Darma pada Nanda.


"Untuk apa? Supaya kau bisa memanfaatkanku, lalu kemudian menembakku dari belakang seperti yang kau lakukan pada james." ujar Nanda.


"Heh.. tidak mau dengar. Kalau begitu kami akan melanjutkan rencana kami. Aku tahu kau masih memiliki seorang Paman dan juga bibi. Oh iya jangan lupakan juga adik sepupumu yabg manis itu. Tapi tenang saja, itu tidak akan lama. Segera mereka akan menyusulmu pergi." ujar Darma.


Seketika Nanda panik, Ketika mendengar rencananya. Paman,Bibi, dan juga Rima dalam bahaya. Namun apalah daya, Nanda juga tidak bisa melakukan apa apa sekarang. Nanda benar benar merasa kacau dan pasrah. Saat Darma bersiap menembak dirinya. Tiba tiba Nuansa hangat menyapu jari jarinya yang terbalur darah.


Seketika dia sadar, masih ada satu kesempatan supaya dia bisa selamat. Dia juga masih punya kesempatan untuk menjaga orang yang dia sayangi. Perlahan cahaya mulai menyinari tubuh Nanda dengan terang. Lalu dijari yang lain segempal benda hangat yang tak asing juga ditemuinya.


Pistol yang ditendang oleh Hastomo rupanya bersarang di kolong meja kerja ayahnya. Setelah mendapatkan kesempatan Nanda langsung mengatur rencana untuk melatikan diri.


"Hahahahahaha..." Tawa Nanda di depan Darma.


"Hey, apa yang kau tertawakan?" Tanya Darma.

__ADS_1


"Kau sangat bodoh, jika merasa dirimu sudah menang. Pedahal aku masih hidup dan bisa tertawa keras. Paman dan bibiku juga akan mengikutiku untuk terus tertawa. Lalu Rima masa depannya masih akan sangat panjang!" Ujar Nanda.


Ketika Darma lengah Nanda kemudian mengambil pistol di kolong meja. Lalu menembak darma dengan peluru terakhirnya. lalu setelah Darma dilumpuhkan, Nanda berlari ke arah samping tempat jalan keluarnya untuk pergi. Dia mendobrak jendela besar itu dan melompat ke bawah dari lantai 5. Untunglah temlat dia mendarat adalah kolam renang pribadi yang sangat luas.


Byurr...


Suara itu menandakan Nanda masih selamat dan memiliki kesempatan untuk terus bertahan hidup. Nanda kemudian berusaha keluar dari kolam dan berlari menuju keluar menuju mobilnya.


Setelah dapat selamat dan masuk kedalam mobil. Nanda memacu kendaraan dan pergi dari rumah tersebut. Namun rupanya sejumlah mobil masih mengejarnya dari belakang. Kondisi tersebut memaksa Nanda untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Lalu disaat yang bersamaan Nanda berusaha menelepon bibinya.


"Halo" jawab seorang wanita dari seberang.


"Bibi, cepat pergi dari rumah. jemput Rima dari sekolah lalu pergi menemui paman di Ruko." Ujat Nanda tergesa gesa.


"Nanda, Apa yang terjadi? kamu tidak papa papa." Ujar Bibinya cemas.


"Pergi sekarang bibi, jangan berhenti. apalagi menengok kebelakang. selamatkan diri bibi dan juga rima." Ujar Nanda keras lalu memutuskan telepon.


Melihat keadaan yang semakin mendesak. Nanda kini berusaha menelepon bantuan dari sahabatnya, Lily. Namun hasilnya nihil, lily tidak mengangkat telepon dari Nanda. teleponnya terus saja di riject berkali kali.


"Ah serius Lily, Kenapa kamu menghilang saat aku membutuhkanmu." Teriak Nanda.


Merasa usahanya sia sia, Nanda memacu kendaraanya lebih kencang lagi supaya bisaa lolos dari orang orang yang mengejarnya. Lalu disaat inilah ketika Nanda melakukan belokan tajam. Dia malah menabrak mobil yang berlawanan arah dengan dirinya.


Karena Nanda sedang berada didalam top speed. Alhasil mobil yang dikendarai Nanda, beserta mobil yang dia tabrak. Melompat terjun ke jurang.


Kedua mobil tersebut akhirnya hancur berkeping keping dan saling bertumpukan. Nanda dengan sisa sisa tenaganya. Berusaha keluar dari mobil, meski dengan cara merayap Nanda sempat menjauh sekitar 3,5 meter dari mobil. Saat Nanda melihat ke arahnya mobilnya. Pria paruh baya yang dia tabrak beserta mobilnya. Rupanya telah meninggal dunia dengan pendarahan hebat.


Lalu mobil meledak Nanda yang sudah berada di luar mobil. Terhampas cukup jauh, Sementara pria itu ikut terbakar didalam mobil.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.Like comment vote


__ADS_2