Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kunjungan Tak Terduga


__ADS_3

Saat Langit memperhatikan Luxi dan Suyira bermain di sekitar pinggir hutan.


Tiba-tiba bibi Sellen datang membawa makanan dan menyuruh mereka untuk sarapan dulu di atas tikar yang dibawanya.


"Tumben membawa makanan ke sini?"kata Langit heran.


Sambil memeluk pinggang Langit dari belakang dan menatap ke arah Suyira dan Luxi, bibi berkata,"Mulailah untuk membuat daftar tamu."


Langit memandang ke arah istrinya untuk menyakinkan dan bibi Sellen menggangguk kepalanya. Langit terlihat putus asa.


Sambil menepuk bahu suaminya, bibi Sellen berkata,"Mulailah berlatih untuk tersenyum."


-Hari Pertama-


Dua hari kemudian, Paman Teeran dan bibi Ariel beserta Tatra datang berkunjung. Paman Teeran melihat mereka baik-baik saja terlihat lega.


Paman Coeli bisa menangkap makna dari tatapan paman Teeran dan berkata,"Suyira, baik-baik saja."


Kemudian paman Teeran menatapnya dan mengiyakan. Paman Teeran melihat perkelahian dua penjaga kastil Langit dari Langit. Akhirnya paman Coeli menceritakan kejadiannya secara lengkap.


Sementara itu, Suyira langsung memeluk Tatra saat datang dan mengajaknya bermain bersama Luxi dan serigala putih.


Sambil memperhatikan anak-anak bermain, bibi Ariel memeluk bibi Sellen.


"Bagaimana kondisimu ?"kata bibi Ariel.


"Baik. Apakah kau marah padaku?"kata bibi Sellen.


"Mengenai apa ?"kata bibi Ariel bingung.


"Karena aku, sampai musuh menyerang Langit dan Suyira,"kata bibi Sellen merasa bersalah.


"Tanpa ramalan itu pun, musuh sudah menganggap bahwa pasak bumi dan langit adalah ancaman bagi mereka. Sisanya adalah takdir. Bukankah kita percaya di atas pilihan kita masih ada yang lebih berkuasa,"kata bibi Ariel.


"Siapa yang memiliki inisiatif untuk membangunkanku dengan cara itu?"kata bibi Sellen

__ADS_1


Bibi Ariel awalnya terlihat ragu kemudian dia memegang tangan bibi Sellen sehingga mereka berbagi kenangan yang sama.


Bibi Sellen tidak dapat menyembunyikan air matanya dan menyekanya sejadinya supaya tidak dilihat oleh anak-anak.


Mereka berjalan dalam diam, masing-masing memiliki hal lain yang dipikirkan.


Untuk memecah keheningan, bibi Ariel,"Apa tanggapan Coeli soal kehadiran kami ?"


Sambil tersenyum bibi Seelen berkata,"Positif. Tidak tau besok."


Mereka berdua akhirnya tertawa.


Di dalam kastil, paman Coeli langsung bertanya,"Apakah kau akan membawanya ?"


Paman Teeran berkata,"Tentu saja belum. Pelindung terakhir kami masih belum memberikan kesetiaannya."


"Tentu saja kau tau bahwa pelindung kami memberikan kesetiaan terhadap pasangan hidup pemiliknya,"kata paman Coeli.


"Pelindung kastil bumi, kesetiannya terbagi berdasarkam garis keturunan,"kata paman Teeran.


"Siapa pemilik sebelumnya ?"kata paman Coeli .


Paman Coeli akhirnya memahami kecemasannya.


-Hari Kedua-


Bibi Sellen membuat kue tart apel untuk Suyira dan Luxi. Sementara Luxi membuat orang-orangan salju untuk Suyira sedangkan Suyira bermain ice skating di sungai yang membeku.


Kemudian tiba-tiba bibi Sellen menghentikan kegiatannya dan menemui suaminya langsung.


Namun, saat menuju ke pintu utama. Tamu tersebut sudah datang. Mereka kedatangan tamu yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya.


"Apa kabar, Sellen ?"kata paman Firye langsung masuk dari pintu utama.


"Baik. Apa kabarmu ?"kata bibi Sellen.

__ADS_1


"Bagaimana kabar Suyira ?"kata paman Firye tanpa basa basi.


"Tentu saja, baik-baik saja,"kata bibi Sellen.


Paman Coeli mendengar kedatangan paman Firye langsung menuju ke ruang utama.


"Apa kabar Firye?"kata paman Coeli sambil berjalan turun dari tangga.


"Tentu saja, baik,"kata paman Firye tersenyum penuh arti.


Paman Firye tanpa basa basi mengatakan maksud kedatangannya menemui Suyira.


"Hanya datang atau ada tujuan lain,"kata paman Coeli.


"Santai Coeli.. walaupun saat langit bergemuruh akhir-akhir ini... tujuanku hanya melihatnya saja,"kata paman Firye.


Tentu saja jawaban itu membuat paman Coeli menjadi kesal. Namun bibi Sellen menatapnya dan menyuruhnya bersabar.


"Seharusnya kau tanyakan kenapa gemuruh akhir-akhir ini melanda kastil ini,"kata paman Coeli penuh arti.


Paman Firye tentu saja penasaran dengan perkataan paman Coeli.


"Nyala api biru tidak memberikan kesetiaannya pada kami,"kata paman Coeli.


"Omong kosong.. mustahil ...,"kata paman Firye tidak percaya.


Bibi Sellen menunjukkan penglihatannya.


Awalnya paman Firye terlihat terkejut kemudian terdiam.


"Tentu saja, nyala api biru tidak memberikan kesetiaannya. Hanya sentuhan bumi yang bisa menunjukkan kekuatannya,"kata paman Firye.


Paman Firye menjelaskan jika posisi menempatkan buket yang salah sekaligus jenis buket. Nyala api biru harus diletakkan dalam obor yang terbuat dari ranting kayu yang langsung ditancapkan di tanah.


Setelah menjelaskan hal tersebu t, paman Firye menemui Suyira.

__ADS_1


Paman Firye kembali lagi berkunjung di hari-hari selanjutnya selain untuk menemui Suyira juga untuk memperbaiki nyala api biru.


Selain itu, paman Fordd rajin berkunjung menemui Suyira karena kastil mereka sudah hancur maka paman Fordd beserta penghuni kastil DarkForest tinggal di kastil Langit. Mereka tinggal di pelindung ketiga dari kastil Langit.


__ADS_2