
Hari lainnya di kelas,
"Hari ini kita ada tugas kelompok. Bu guru memintaku untuk menyampaikannya,"kata ketua kelas sok bijak
"Pak guruu.. satu kelompok ada berapa orang,"kata satu satu siswa menyindir ketua kelas
Sementara siswa lain mendengar hal itu jadi riuh.
"Ehh diamm semuaanyaa. Bapak mau ngomong.. Ssthhh..,"kata ketua kelas malah tambah nyombong
"Diam. Dengerin tuhh kata bapak. Nanti kita dilaporkan ke bu guru,"kata wakil ketua kelas
"Baguss bapak wakil. Itu benar. Jika kalian masih ribut. Bapak ini tinggal laporin kalau kalian tidak mau buat kelompok,"kata ketua kelas mengancam
"Baik..bapak guruuuuu,"teriak teman sekelasnya
Semua jadi hening.
"Satu kelompok ada empat orang. Kita bebas milih kelompoknya. Nanti waktu bu guru masuk kalian sudah nentuin kelompok kalian dan duduk berdekatan dengan kelompok kalian. Itu saja yang mau bapak sampaikan. Mana tepuk tangannya,"kata ketua kelas sambil kembali duduk di kursinya
Mereka semua menepuk tangan walaupun terdengar tidak ikhlas.
Eldard menepuk bahu Ruby. Ruby menoleh ke belakang.
"Ruby kita sekelompok yaa,"kata Eldard sambil menulis nama kelompoknya di kertas
Tommy langsung menoleh
"Yaaaa...yaaa..kau juga,"kata Eldard tanpa basa basi
"Aku khan belum ngomong,"kata Tommy
"Terus kamu mau masuk ke kelompok siapa. Ahh.. atau kelompok Susi saja,"kata Eldard.
Tommy melihat ke arah Susi. Muka Susi jadi berbinar - binar justru membuat Tommy jadi takut.
"Baiklah. Kelompokmu saja,"kata Tommy ke Eldard
"Baguss.. kita tinggal tambah satu orang lagi,"kata Eldard
Tiba - tiba ada seseorang yang bergerak ke arah mereka.
"Kelompok kami sudah penuh,"kata Eldard kepada Elsist
Elsist langsung bergerak lesu ke tempat duduknya.
"Jadi siapa ?"kata Ruby
__ADS_1
"Dia saja,"kata Eldard menunjuk anak perempuan yang duduk sendirian di depan dekat pintu.
Ruby mendekatinya
"Rerast sudah ada kelompok belum ?"kata Ruby
"Kau tau namaku ?"kata Rerast tercengang
"Tentu saja,"kata Ruby tersenyum ke arahnya
"Belum.. Beluma ada kelompok,"kata Rerast
"Baiklah. Sekarang kau adalah kelompok kami. Rerast duduk denganku saja,"kata Ruby
"Baiklah,"kata Rerast
"Pindah,"kata Ruby ke Tommny
Tommy jadi duduk bersama Eldard
****
Setelah bel pulang berbunyi,
"Kita beli dimana bahannya ?"kata Ruby
"Jadi kita ngerjain tugasnya di rumah Ruby,"kata Rerast
"Iya. Kita ngerjain di rumah Ruby saja,"kata Eldard
"Boleh. Ayok kita siap - siap,"kata Ruby
"Sepertinya aku ga bisa ikut belanja barangnya. Aku harus ke rumah dulu. Nanti aku menyusul ke rumah Ruby. Maaf,"kata Rerast murung
"Ehh ga apa - apa. Kami bisa kok belanja. Benar khan ?"kata Ruby menoleh ke arah Eldard dan Tommy
"Ehh iya,"kata Tommy
"Iya. Tenang saja,"kata Eldard
"Oke. Aku duluannya,"kata Rerast
****
Di dalam Toko,
"Ingat. Kita jangan beli yang lain. Cuma untuk tugas saja,"kata Ruby
__ADS_1
"Baik mam,"kata Tommy menyindir
Eldast hanya menganggukkan kepala
"Sebenarnya jika Rerast hanya anak biasa. Dia pasti bisa ikut,"kata Ruby sambil melihat - lihat barang
"Tapi apa boleh buat. Kita khan cuma bisa menerima saja,"kata Eldast
Kata - kata Eldast membuat Tommy hampir memecahkan air minum gelas yang dipegangnya.
"Kau tidak apa - apa?"kata Ruby
"Tidak apa - apa. Memangnya dia anak siapa ?"kata Tommy mengalihkan pembicaraan
"Kau tidak tau ?"kata Ruby
"Tidak,"jawab Tommy dengan polosnya
"Dia anak perdana mentri,"kata Eldard
"Menurutmu apakah ayahnya mengijinkan Rerast ke rumahku ?"kata Ruby
Mereka berdua kompak menggelengkan kepala
"Akhirnya selesai juga,"kata Ruby
****
Saat keluar dari toko, turun hujan sangat deras
"Ahh coba tadi kita suruh sopirmu nunggu,"kata Tommy
"Kita khan kira dekat jadi jalan saja,"kata Eldast
Ruby merentangkan tangannya dan membiarkan telapak tangannya menikmati tetesan hujan.
"Kau suka hujan,"kata Eldast memperhatikan hal itu
"Iya,"kata Ruby tersenyum ke arahnya
"Kalau begitu.. terimalah hujan iniii,"kata Tommy memercikkan air hujan ke muka Ruby
Ruby marah dan berusaha menyiram Tommy dengan sebotol air. Tommy sembunyi di belakang Eldast sehingga baju dan muka Eldast basah.
"Maaf,"kata Ruby merasa bersalah
Sementara itu, Tommy tertawa. Eldast dan Ruby kesal sehingga bekerja sama mendorong Tommy ke arah hujan.
__ADS_1
Tommy basah kuyup. Tommy menarik mereka berdua ke arahnya. Mereka semua basah kuyup. Mereka akhirnya tertawa dan bermain hujan bersama - sama.