
Para pencari ditugaskan untuk mencari Suyira.
Sang Tangan kanan menggunakan kemampuannya memasuki pikiran beberapa orang dan mencari informasi sampai ketemu informasi yang tepat.
"Mereka sebentar lagi datang ke arah kita,"kata sang tangan kanan.
Kemudian sang tangan kanan mempengaruhi pikiran salah satu penjaga.
Mereka terus melakukan perjalanan.
Tiba - tiba Sang Tangan Kanan berhenti. Tentu saja hal ini membuat anggota di belakangnya kebingungan.
"Mereka sudah tidak ada di depan kita,"kata Sang Tangan Kanan.
"Mereka pasti naik ke atas,"kata salah satu tim pencari.
"Ahh.. benar katamu. Baiklah, kita naik ke atas,"kata Sang Tangan Kanan.
Kemudian salah satu pencari yang memiliki kekuatan bumi membuat batang pohon menjadi panjang untuk bisa naik ke atas.
****
Apakah mereka akan datang ?"kata paman Teeran.
"Sebentar lagi mereka akan turun dari bukit,"jawab paman Flyied.
Paman Teeran hanya menganggukkan kepala.
Mereka terus berlari lebih tepatnya hampir melayang melewati pelindung kedua, ketiga sampai keempat.
"Apakah mereka sudah naik ?"kata paman Teeran kepada paman Edsel.
Paman Edsel berkomunikasi dengan penjaga yang di luar untuk mengetahui keberadaan musuh.
"Sudah. Ada di luar pelindung pertama,"jawab paman Edsel.
"Sudah kuduga,"jawab paman Flyied.
Pelindung pertama kastil fogyer dijaga oleh langit.
Sampai terakhir masa hidupnya langit tetap menjaga pelindung pertama sehingga tidak satupun dari pihak musuh bisa masuk sampai sekarang.
__ADS_1
"Bisakah kau membaca pikiran salah satu musuh untuk mengetahui berapa jumlah mereka dan siapa saja mereka ?"kata paman Teeran.
"Ada lima orang termasuk Sang Tangan kanan orang itu,"kata paman Edsel.
"Apakah aku harus ke sana ?" kata paman Edsel lebih lanjut.
"Jangan. Halangi pikiran kami saja terhadapnya,"kata paman Teeran.
"Baiklah," kata paman Edsel.
****
Mereka sudah melewati pelindung pertama.
Namun, tidak melihat keberadaan mereka. Musuh bersembunyi di atas pohon.
Namun hal itu, tidak luput oleh paman Teeran yang merupakan pemilik dari kastil bumi.
Paman Teeran menjerat tubuh mereka dengan menggunakan ranting dari pohon tempat mereka berdiri.
Ranting semakin lama semakin erat sehingga membuat tubuh mereka kesakitan.
Namun, musuh juga ada yang memiliki kekuatan yang sama dan berhasil melepaskan diri sekaligus membantu yang lain.
"Baik. Bagaimana kabarmu ?" kata paman Teeran
"Tidak kusangka jadi begini. Kita berada pada sisi yang berlawanan,"kata paman Sang Tangan Kanan.
"Kau benar " jawab paman Teeran.
Tidak kusangka akhirnya kita bisa bertemu juga,"kata paman Flyied matanya memandang ke seseorang dibelakang Sang Tangan Kanan.
"Apa kabar, Flyied ?" kata paman Foggest
"Setelah kabut tebal, pilar memecahkan kutukan dan hembusan angin kecil menjauhi kastil ,"kata paman Flyied.
Perkataan paman Flyied membuat paman Foggest terkejut sementara yang lainnya bingung.
Perkelahian tak terhindarkan.
Sang tangan kanan berusaha menyerang pikiran mereka namun ada yang menghalangi.
__ADS_1
Paman Flyied membuat kabut tebal diantara mereka.
Musuh yang lain berusaha memecah mereka dengan membelah tanah menjadi dua bagian.
Paman Teeran balas menyerang dengan melemparkan batu- batu di sekitar mereka ke arah musuh namun mereka menghindar.
Musuh menggunakan kekuatan air, membuat cambuk mengarahkan ke arah paman Flyied.
Paman Flyied dengan kecepatannya menghindar.
Paman Foggest mengejar paman Flyied dengan berkelahi menggunakan kekuatan fisik.
Kedua musuh menyatukan kekuatannya membentuk anak panah dari es namun paman Teeran membuat perisai dari tanah keras.
Tiga orang melawan paman Teeran tentu saja membuat paman Teeran mulai kewalahan.
Sementara itu, sang tangan kanan hanya berdiri disitu dan berkomunikasi dengan sang bos.
Kemudian sang bos mengirim anak buahnya yang memang bertugas untuk menyerang untuk datang ke sana.
Sang tangan kanan berusaha untuk memasuki pikiran paman Edsel sekali lagi namun gagal.
Sang tangan kanan berusaha memasuki pikiran paman Teeran namun gagal juga.
Paman Flyied memanggil penjaga yang berada di dalam untuk keluar.
Pihak musuh yang bertugas untuk menyerang sudah tiba.
Tim Eksekutor
Para penjaga berhadapan satu lawan satu dengan pihak eksekutor.
Pihak penjaga memanfaatkan kecepatan dan titik buta mereka untuk menyerang.
Walaupun dua orang musuh dapat menyamai kecepatan mereka.
Sang tangan tersebut menggunakan kekuatan angin untuk menyerang paman Teeran dan menghempaskannya sejauh 3 meter.
Kemudian dengan kecepatan untuk menyentuh kening paman Teeran, untungnya paman Flyied melihat hal tersebut dan menangkap tubuh paman Teeran.
"Kita saja tidak cukup untuk melawan mereka,"jawab paman Teeran.
__ADS_1
"Mereka datang,"jawab paman Flyied terlihat lega.