
"Dimana dia sekarang ?"kata bibi Ruuyist
"Di pantai bersama Rory,"kata bibi Robben
"Dia harus memutuskan,"kata bibi Ruuyist
"Berikan dia waktu untuk memikirkannya,"kata bibi Robben
Bibi Ruuyist menganggukkan kepala.
"Ariel sudah pulang sepertinya,"bibi Ruuyist
"Dia tidak bisa lama-lama nanti Teeran akan curiga,"kata bibi Robben
"Aku mengerti perasaannya,"kata bibi Ruuyist
****
"Kak, kita main air lagi yokk,"kata Rory
"Okee.. siapa yang paling tinggi.. dia menang,"kata Suyira
"Okee,"kata Rory
Mereka membuat ombak yang terhempas ke pantai kembali ke laut dengan membuat gulungan ombak yang tinggi. Suyira melihat Rory sangat bersemangat membuat gulungan ombak yang sangat tinggi. Suyira teringat waktu bersama Tatra membuat gulungan ombak juga.
"Horeee kakak kalahh,"kata Rory
Fokus Suyira terpecah mengingat kenangan itu.
"Iya.. Rory menang. Jadi apa yang diinginkan Rory?"kata Suyira
"Ehhmm apanyaa.. nanti saja kak sesudah Rory mikir,"kata Rory begalak sok bijak
Suyira hanya tertawa
"Oke. Kalo sudah ketemu kasih tau kakak saja,"kata Suyira
"Sippp,"kata Rory
****
Satu minggu sudah berlalu setelah Suyira kembali ingatannya,
Suyira dan Rory pulang setelah bermain di pantai bersama Eldast, Tommy dan Rerast. Muka mereka berwarna kemerahan karena terpanggang sinar matahari.
Bibi Robben menunggu mereka di meja makan.
"Jadi, apa keputusanmu ?"kata bibi Robben
"Ibu .. kami baru pulang,"kata Rory memelas
"Tidak bisa begini. Suyira sudah tidak masuk sekolah lebih dari 2 minggu,"kata bibi Robben
"Ahhh ituu,"kata Suyira menundukkan kepala
"Jadi ?"kata bibi Robben
"Besok .. Suyira masuk sekolah,"kata Suyira
Bibi Robben terkejut
"Rory ke atas ..mandi dulu,"kata bibi Robben mau berbicara berdua saja dengan Suyira
"Nanti saja bu.. Rory lapar,"kata Rory mulai merengek
"Ke atas,"kata bibi Robben tegas
Rory tau tidak ada gunanya membantah. Rory bergerak ke atas.
"Maksudnya masuk lagi sekolah ?"kata bibi Robben
__ADS_1
"Iya bi. Sekolah. Menyelesaikan sampai kelas tiga,"kata Suyira
"Sesudah ituu,"kata bibi Robben tidak sabaran
"Mengunjungi nenek dan tinggal sementara disitu,"kata Suyira
Bibi Robben tau artinya
"Yakin ? Tidak mudah tinggal dengannya,"kata bibi Robben yang pernah mengalaminya sendiri
"Yakin,"kata Suyira
Bibi Robben juga tau walaupun tempat itu sangat sulit untuk ditinggali tetapi tempat itu yang paling aman.
"Baiklah. Tapi kapan pun kau pergi dengannya. Bibi harus tau dan bibi Ariel juga bibi Ruuyist berhak tau tentang hal ini,"kata bibi Robben
"Ya,"kata Suyira
****
Di sekolah, Rerast dan Eldast duduk di dekat taman sekolah.
"Ehh itu .. Ruby,"kata Eldast melihat mereka berjalan menuju ke kelas.
"Mana ?"kata Rerast
"Itu sama Rory dan Tommy,"kata Eldast
Rerast langsung mendekati mereka dan memeluk Suyira.
"Akhirnya kau masuk juga,"kata Rerast tersenyum sambil memegang lengan Suyira menuju ke kelas
"Iya,"kata Suyira tersenyum
Flay memperhatikan hal tersebut dari dalam kelas.
"Akhirnya kau masuk juga. Bagaimana masih sakit ?"kata Flay cemas
"Baguslah,"kata Flay terlihat lega
Saat mereka meletakkan tasnya di bangku
"Ada apa dengan kak Flay ?"kata Suyira
"Entahlah.. tapi semenjak kau tidak masuk .. dia terus bertanya tentang kondisimu,"kata Rerast
"Dia merasa bersalah karena meninggalkanmu waktu itu,"kata Eldast
"Tapi itu khan bukan salahnya,"kata Suyira
"Tapi kalau saja dia ga fokus dengan pacarnya seharusnya dia ga boleh ninggalin kalian,"kata Rerast
"Betul itu,"kata Tommy
"Ehhh gimana kabar Elsist ?"kata Suyira penasaran
"Dia ga masuk - masuk. Kurasa sudah keluar,"kata Rerast
"Benarkah ?"kata Suyira entah kenapa merasa tidak enak
"Bukan salahmu kok. Jadi jangan merasa tidak enak. Itu salahnya sendiri,"kata Eldast menggunakan pikirannya
"Oke,"jawab Suyira menggunakan pikirannya juga
"Bukankah bagus dia ga masuk. Kalau dia masuk hanya buat masalah saja,"kata Rerast
"Kau tidak menggunakan pengaruh ayahmu khan ?"kata Tommy penasaran
"Maksudmu ? Enggaklah,"kata Rerast tersinggung
"Maaf dehh,"kata Tommy
__ADS_1
Percakapan mereka terhenti karena bel masuk sudah berbunyi.
****
Waktu istirahat
"Bisa kakak bicara berdua denganmu ?"kata Flay
"Boleh,"kata Suyira sambil menyuruh teman - temannya menunggunya di kantin
Mereka menuju ke taman sekolah
"Ingatanmu sudah kembali bukan ?"kata Flay terus terang
Suyira terkejut namun menganggukkan kepala
"Aku hanya penasaran dengan satu nama.. Celli,"kata Flay
Suyira terkejut
"Ada hubungan apa kakak dengannya ?"kata Suyira
"Dia adikku .. lebih tepatnya adik sepupu,"kata Flay
Suyira tambah terkejut
"Celli hanya punya dua saudara. Aku dan kak Luxi,"kata Suyira tegas
"Dia juga punya saudara dari ayahnya. Ayahku dan ayahnya kakak beradik walaupun dari ibu yang berbeda,"kata Flay
"Kau.. anaknya paman Flyied,"kata Suyira hampir berteriak karena tidak percaya
"Stttthhh.. Iya jangan berteriak,"kata Flay melihat sekeliling
"Tunggu .. bagaimana kau ada disini ? Bukan di kastil Fogyer ?"kata Suyira
"Nenek mengusir kami,"kata Flay terlihat sedih
"Tapi paman bilang nenek orangnya baik. Dia mengganggap sebagai anaknya sendiri walaupun dari kastil yang berbeda,"kata Suyira seperti berbicara ke dirinya sendiri
"Semuanya mengatakan hal yang sama. Jadi bagaimana kondisi Celli ?"kata Flay berpikir keras
"Dia tinggal di kastil Langit. Terakhir kulihat kondisinya baik. Tungguu sebentar .. apakah itu artinya kita masih keluarga ?"kata Suyira tidak percaya
"Iya. Jadi mulai sekarang kalau ada yang mengganggumu katakan saja pada kakakmu ini dan kau harus menyapa kakakmu ini dengan lembut,"kata Flay sambil mengelus elus kepala Suyira sambil tersenyum jenaka
"Ihh dahh. Ga perlu dielus elus juga. Ga mau,"kata Suyira sebal
"Ga apa - apa. Kakak bersedia menanti di sini,"kata Flay
Suyira melihat jam masuk setelah istirahat sebentar lagi berbunyi
"Okee. Iya, kakakku,"kata Suyira dengan senyum dibuat - buat
"Ulangi lagiii.. bilang kakak tersayang,"kata Flay
"Iyaaa kakakku sayang,"kata Suyira
"Okee adikku manis,"kata Flay tersenyum lebar
Flay akhirnya pergi.
Suyira menyusul teman - temannya ke kantin.
"Jadi, ada apa tadi ?"kata Rerast
"Tidak ada apa apa,"kata Suyira terlihat kesal
"Kenapa kau marah ? Apa yang Flay lakukan ?"kata Tommy mau beranjak tapi dihalangi Suyira dengan memegang tangannya.
"Tidak ada apa apa. Hanya memperkuat hubungan kakak adik Kau juga seharusnya memanggilnya dengan manis sekarang,"kata Suyira menunjuk Tommy.
__ADS_1
Tommy dan Rerast terlihat bingung hanya Eldast yang tertawa.