Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kastil Eldester


__ADS_3

Di sebuah hutan terdapat kastil tua dan megah. Kastil itu letaknya di tengah hutan. Hutan ini berbatasan dengan hutan Dark Forest. Ruangan di dalam kastil ada lima belas. Namun, ada satu ruangan yang lebih besar dibandingkan yang lainnya.


Di ruangan itu, ada lemari kayu yang besar dan antik, jam dinding yang besar dan sebuah meja yang panjang dan besar.


Di meja panjang berbentuk persegi, duduk seorang laki - laki yang memiliki warna mata abu - abu dan berambut panjang berwarna keperakan. Di atas meja sudah terhidang makanan dan minuman yang banyak dan beragam.


Laki - laki itu berdiri dan berbicara dengan sepuluh orang yang ada di meja tersebut.


"Selamat datang sahabat-sahabatku. Kalian telah membuktikan kesetiaan kalian padaku,"kata Eldester bangga.


"Tentu saja, tuanku,"kata pria yang berkerudung hitam pucat yang duduk di sebelah kanannya.


"Walaupun kami gagal membunuhnya,"kata pria yang berkerudung hitam di sebelah kirinya. Pria berkerudung hitam merasa gagal untuk mencuri Suyira.


"Tidak masalah bagiku. Yang penting niat kalian. Lagipula ini adalah kegagalan pertama kalian. Tentu saja kalian tidak akan mengulanginya sampai kedua kali, bukan.. "kata Eldester dengan nada yang mengancam.


"Tentu saja, tuanku,"kata pria yang berkerudung hitam pucat. Pria yang berkerudung hitam pucat adalah paman Roth.


"Kudengar kabar seluruh tubuhnya hangus terbakar. Siapa sangka ketika kekuatan kalian bertiga digabungkan bisa menghasilkan hal yang mematikan,"kata Eldester tertawa terkekeh-kekeh diikuti oleh seluruh anak buahnya.

__ADS_1


Paman Eldester sangat membanggakan mereka. Apalagi saat mereka diberikan perintah selalu membawa hasil yang memuaskan. Semakin banyak kerusakan atau ada yang terluka semakin tinggi nilainya dimata paman Eldester.


"Kalian memang tidak pernah mengecewakanku. Saat kalian berpura-pura menjadi pengawal Langit di hutan itu. Siapa sangka hasilnya sangat memuaskanku,"kata Eldester bangga.


"Tentu saja tuanku dapat mengandalkan kami,"kata pria yang berkerudung hitam.


Hal ini tentu saja, membuat orang yang duduk di meja tersebut merasa iri dengan mereka.


Namun, ada dua orang di situ yang tidak terpengaruh sama sekali dengan pujian yang diberikan paman Eldester.


Orang yang duduknya paling dekat dengan paman Eldester yang berada di sebelah kiri dan kanannya. Paman Eldester memiliki dua orang kepercayaan yaitu Sang Tangan Kanan dan Sang Tangan Kiri.


Paman Eldester memiliki lima tim pencari yang dipimpin oleh Sang Tangan Kanan. Tim pencari bertugas mencari kemampuan murni untuk diambil kekuatannya atau dalam tugas tertentu yang disuruh paman Eldester mencari seseorang.


Paman Eldester memiliki lima tim eksekutor yang bertugas menyelesaikan masalah apapun. Yang dipimpin oleh paman Roth.


Sementara itu, Sang Tangan Kiri selalu berada di dekat paman Eldester.


"Akan tiba saaatnya kesetiaan kalian diuji kembali,"kata Eldester merujuk kepada tiga orang yang baru masuk.

__ADS_1


"Tentu saja," kata pria berkerudung hitam.


"Sudah terdengar kabar jika anak itu dipindahkan lagi ke kastil bumi,"kata paman Eldester menanyakan tentang informasi tersebut.


"Iya,"kata paman Roth.


"Apakah kau tidak bisa masuk ke dalamnya ?"kata paman Eldester


"Hanya sampai pelindung pertama,"jawab paman Roth geram.


"Ahh .. jadi jika dia berada di pelindung pertama..,"kata paman Eldester berbicara penuh arti pada paman Roth.


"Tentu saja,"kata paman Roth


"Baiklah. Anggaplah hal itu sudah terjadi,"kata paman Eldester.


"Kapan waktunya ?"kata paman Roth


"Secepatnya. Yang perlu kau lakukan hanyalah bersiap - siap,"jawab paman Eldester.

__ADS_1


__ADS_2