Pasak Bumi

Pasak Bumi
Pengejaran Yang Salah Orang :Celli


__ADS_3

Paman Coeli, bibi Sellen dan Celli beserta penjaga kastil Bumi berusaha naik ke atas dengan cara memecah belah air.



Paman Coeli memegang kuat Celli dan bibi Sellen sambil melihat ke sekelilingnya. Paman Coeli teringat kata - kata kakeknya waktu dia berada di kamarnya.


"Kalian kuberkahi dengan kekuatan Langit. Kondisi di Langit adalah hak kalian. Tapi ingatlah keturunanku, kalian memiliki satu kelemahan yaitu ketika kalian berada di dalam air kekuatan kalian akan melemah,"kata kakeknya


Seluruh penjuru negeri sudah mengetahui akan hal ini.


Tiba - tiba ada rombongan pengguna kekuatan air mendekati mereka dan berusaha menyerang mereka.


Penjaga kastil Bumi berusaha melawan dengan menciptakan pusaran air.


Namun, mereka berhasil mengelak.


Mereka membalas dengan melemparkan gelembung - gelembung air ke arah mereka dalam jumlah yang banyak.


Salah satu penjaga kastil Bumi terkena gelembung itu, terjatuh dan dadanya kesakitan.


Penjaga kastil Bumi lainnya membelah lautan supaya mereka segera sampai ke atas.


Salah satu musuh mendekati paman Coeli dan menciptakan cambuk air yang besar. Cambuk itu mengenai tangan paman Coeli. Paman Coeli dihempaskannya jauh.


Celli berusaha melindungi bibi Sellen.


Saat mereka berusaha melakukan hal yang sama terhadap mereka.


Celli memotong cambuk itu dengan kekuatan angin.


Musuh berhasil masuk ke dalam wilayah mereka.


Musuh berusaha menyerang Celli menciptakan panah dari es.


Namun Celli dengan kecepatannya berhasil menghindar.


Celli menciptakan kabut beracun ke arah mereka.


Salah satu musuh terkena dan tumbang.


Musuh yang datang bertambah banyak dan mengelilingi Celli.

__ADS_1


Mereka berhasil mengikat pinggangnya dengan cambuk air dan berusaha menariknya ke air.


"Paman.. paman tolong,"teriak Celli yang panik saat mau dimasukkan ke dalam air.


Celli tidak memiliki kemampuan berenang dan pernah hampir tenggelam di dalam air pada saat latihan di kastil Biara.


Hal itu membuatnya sangat trauma dalam air.


Paman Coeli berusaha untuk menolongnya namun dihalangi oleh musuh.


Begitu pula dengan bibi Sellen.


"Paamaaa,"teriak Celli sekali lagi


Saat Celli masuk ke dalam air, tubuhnya tiba - tiba kejang dan kesulitan bernafas.


"Tidak.. tidak,"jawab paman Coeli nyaris putus asa berusaha menyerang musuh yang didepannya secepat kilat


Tiba - tiba di belakang paman Coeli, ada langkah kaki yang berat berusaha mengejar mereka. Paman Coeli merasakannya.


Batu karang besar melayang melewati paman Coeli. Melihat hal itu, paman Coeli menambahkan energi petir ke batu itu.


Batu itu pas mengenai musuh yang membuat ikatan di pinggang Celli.


Bibi Sellen membuat cambuk listrik dan menariknya masuk.


Tubuh Celli pucat dan tidak sadar.


Paman Coeli berhasil mengalahkan musuh dan menemui mereka.


Begitu pula dengan Ruyi yang membuat batu tadi.


"Minggir,"teriak Ruyi kepada bibi Sellen


Bibi Sellen menurut.


Ruyi mengeluarkan ramuan dari air dan memberikannya ke mulut Celli.


Lambat laun wajah Celli menjadi lebih baik dan tersadar dengan cara mengeluarkan air dari mulutnya.


****

__ADS_1


Musuh satu persatu pergi meninggalkan mereka.


"Kemana mereka pergi ?"batin paman Coeli


"Mereka mencari Suyira. Mereka tau Celli bukan Suyira,"jawab paman Edsel


Paman Coeli heran melihat paman Edsel bisa menyusul mereka.


"Dari awal kami sudah ada di belakang kalian. Teeran yang memintanya,"terang paman Edsel


"Terima kasih,"jawab paman Coeli tulus


Paman Edsel terkejut mendengar ucapan terima kasih yang pertama kali seumur hidupnya diucapkan paman Coeli.


"Bukan denganku tapi dengannya. Tidak salah kami membawanya,"terang paman Edsel tersenyum


"Terima kasih,"kata paman Coeli dengan Ruyi


"Sama - sama paman,"jawab Ruyi


"Dia memiliki kekuatan yang identik,"terang paman Edsel


"Iya. Kekuatan Bumiku hanya terhadap tanah dan kekuatan airku hanya penyembuh,"jawab Ruyi


"Tapi sangat dibutuhkan,"kata bibi Sellen


****


Paman Coeli langsung membuka komunikasi dengan paman Teeran, paman Firye dan paman Eldard dengan telepatinya


"Teeran... Eldard...Firye..musuh mencari Suyira. Kemungkinan mereka ke arah kalian. Bersiaplah,"kata paman Coeli menggunakan telapatinya


"Suyira dimana ?"tanya paman Eldard


"Bersama anakku dan Luxi,"jawab paman Edsel


"Apakah mereka bisa diandalkan ?"tanya paman Teeran


"Diandalkan pasti bisa. Menuruti keinginan dari Suyira, itu juga pasti,"terang paman Edsel


"Maksudmu,"tanya paman Firye yang mondar mandir di tepi pantai. Paman Firye menyesal tidak ikut.

__ADS_1


"Pengawal yang ditolong Suyira adalah pengkhianat juga. Saat aku mencoba mendekati mereka untuk memberitahukan mereka, keadaannya tidak memungkinkan,"kata paman Edsel


"Maksudnya takutnya pikiran Eldard sekarang tidak jernih untuk mengetahui yang mereka tolong adalah pengkhianat,"jelas paman Coeli tidak sabar


__ADS_2