Pasak Bumi

Pasak Bumi
Keputusan


__ADS_3

"Tak terasa tepat setahun yang lalu kita berkumpul dan hari ini pun kita berkumpul membahas hal yang sama,"kata paman Teeran


"Saya rasa langsung saja ke intinya,"kata paman Firye


"Baiklah,"kata paman Teeran tersenyum


"Lusa adalah waktunya. Malam kita akan bergerak,"kata paman Teeran


"Lusa apa itu tidak terlalu cepat,"kata paman Firye


"Itu adalah saat yang tepat,"kata paman Coeli


"Kurasa sebaiknya kita pikirkan lagi. Apakah aman memberikan Suyira pada seorang human,"kata paman Firye


"Apa maksudmu ?"kata perdana mentri tersinggung


"Maaf jika anda tersinggung tapi musuh kami memiliki lebih dari satu kekuatan dan kota kalian bahkan satu kekuatan saja tidak ada,"kata paman Firye terus terang


"Firye sebaiknya kendalikan cara bicaramu,"kata paman Edsel


"Jika pikiranmu sama seperti Eldester kurasa tempat itu adalah tempat yang paling aman,"kata paman Flyied


"Jangan pernah samakan aku dengan dia,"kata paman Firye marah


"Sudah.Diam. Kita disini membahas masa depan orang kita sayangi,"kata paman Teeran


"Aku tau Firye, kau menyayangi dia melebihi nyawamu tapi coba kau pikir sudah berapa kali dia berhasil mendekati Suyira dan sudah berapa kali kita menyaksikan pengkhianatan dari orang kita sendiri,"kata paman Eldard


Paman Firye tidak sanggup mengatakan apapun


"Firye... Dia juga keluargaku. Jika aku bisa memilih aku ingin dia tinggal di sini. Tapi kau lihat sendiri bahkan aku dan kastil ini tidak bisa sepenuhnya menjaganya,"kata paman Teeran yang selama ini bangga dengan pelindung kastilnya.


"Siapa yang akan menyampaikan padanya ?"kata paman Firye


"Ariel," kata paman Teeran


****

__ADS_1


Di kamar Suyira


"Bagaimana bibi ?" kata Suyira


"Cantik,"kata bibi Ariel


"Papa memberikan gaun ini untukku,"kata Suyira senang


Bibi Ariel tersenyum


"Suyira, menurutmu apakah bibi Robben orangnya baik ?"kata bibi Ariel hati - hati


"Bibi Robben...ehmm... baik,"kata Suyira sambil menggoyang- goyangkan gaunnya


"Suyira mau tinggal dengannya ?"kata bibi Ariel


Suyira langsung diam


"Bibi, tidak suka Suyira di sini ?"kata Suyira sedih


"Berapa lama ?"kata Suyira mulai menimbang - nimbang


"Ehmm sampai Suyira setinggi bibi tapi tidak setua bibi,"kata bibi Ariel


"Bibi tidak tua. Bibi cantik,"kata Suyira


"Apakah itu artinya iya ?"kata bibi Ariel


Suyira mengganggukkan kepala tanda memberikan persetujuan .


"Kapan kita berangkat ?"kata Suyira


"Lusa,"kata bibi Ariel


****


Di pantai, duduk termenung Tatra memandang ke arah laut

__ADS_1


"Kakak.. kak," kata Arey sambil menyentuh pundaknya dan duduk di sampingnya.


"Iya,"kata Tatra


"Kenapa kakak sedih ?" kata Arey


"Suyira akan pergi lusa ini,"kata Tatra


" Kenapa kak, Suyira pergi ?"kata Arey


"Dia akan tinggal di kota Bath,"kata Tatra


Arey terlihat tidak senang dengan kepergian Suyira


Tiba - tiba gelombang air laut meninggi dan ombak membesar.


"Apakah ini karenaku ? Tapi sepertinya aku sudah bisa,"kata Tatra


"Berarti ini karenaku,"kata Arey berbisik


****


Paman firye melihat satu pohon yang besar. Tiba - tiba pohon itu terbakar. Suyira melihat hal itu dan takjub.


"Papa, ikut khan mengantarkanku ?,"kata Suyira


Paman Firye terkejut dan tersenyum ke arahnya.


"Papa besok malam sudah berangkat. Ada urusan di kastil papa,"kata paman Firye


"Ohh ,"kata Suyira tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya


"Tapi papa akan sering berkunjung,"kata paman Firye


"Benarkah ?"kata Suyira terlihat senang kembali.


Arey melihat pertemuan mereka dari jauh.

__ADS_1


__ADS_2