Pasak Bumi

Pasak Bumi
Masa Pemulihan


__ADS_3

"Dimana dia sekarang ?"tanya Eldard


"Di ruang perawatan,"jawab Teeran.


"Sudah menemuinya ?"tanya Eldard


"Belum. Sibuk mengurus penjagaan,"jawab Teeran


"Temuilah. Dia membutuhkanmu sekarang,"kata Eldard


Teeran hanya menganggukkan kepala.


****


Teeran mendengar suara kesakitan dari putranya saat dia menuju ke ruang perawatan.


Saat perawat keluar, Teeran menanyakan kondisi anaknya.


"Bagaimana kondisinya ?"tanya Teeran cemas


"Sudah membaik. Tenang saja. Biarkan dia istirahat dulu. Aku sudah memberikannya air penyembuh untuk membuatnya tertidur,"kata perawat


"Terima kasih,"jawab Teeran tulus



Teeran masuk ke dalam untuk melihatnya.


Tatra lagi tertidur namun sepertinya dia bermimpi buruk.


Keningnya berkerut dan terdengar suaranya bergumam.


Teeran memegang tangan anak laki - lakinya.


"Maaf... seharusnya kaulah yang mewarisi seluruh kekuatanku karena bebanmu akan jauh lebih berat saat menjaga kastil ini kelak,"bisik Teeran


Suara Teeran berhasil membuat Tatra kembali dapat tertidur dengan nyenyak.


Dalam mimpi Tatra,



Dia berjalan bersama ayah dan ibunya di tepi sungai setelah habis mengunjungi kota Bath. Saat dia masih kecil.


****


"Eldard, apakah ini keputusan yang tepat ?"tanya bibi Robben sekali lagi


"Iya. Dia pasti akan mengincar kalian,"jawab paman Eldard


"Berhati - hatilah ayah,"kata Rory


"Iya, putriku. Jaga Ibumu,"jawab paman Eldard sambil mencium kening Rory dan berlalu pergi.


****


Di kediaman kastil Eldester


"Sudah mendapatkan kabar terakhir ?"tanya madam gila


"Mereka tinggal di kastil Bumi,"jawab salah satu pengikut

__ADS_1


"Dia tau jika aku pasti mengincar anaknya,"kata madam gila


"Jadi, apa yang harus kita lakukan ?"tanya pengikut tadi


"Awasi saja dulu. Jangan sampai lengah sedikitpun,"jawab madam gila


****


"Penjaga.. kemana Nona Aretra ?"tanya paman Arel


"Ituu ... Tuanku.. kau saja yang bilang,"jawab salah satu penjaga kepada temannya


"Kenapa harus aku ?"tanya temannya tadi


"Cepat jawab,"kata paman Arel mulai panik


"Nona menemui Swarla dan....,"jawab penjaga yang pertama ditanyai oleh paman Arel


"Apaaa,"teriak paman Arel langsung pergi


"Tuanku belum selesai...,"kata penjaga tadi


"Sebaiknya kita kasih tau Tuan Muda sebelum jadi rumit,"jawab penjaga kedua


Mereka berdua berlari menuju ke kamar Tuan Muda. Tidak mengetok pintu lagi langsung masuk saja. Arel lagi memandang ke jendela ke arah lautan luas.


"Tuan Muda..,"teriak penjaga yang tersengal - sengal berbicara karena berlari


"Ada apa ?"tanya Arel bingung


"Tuanku ingin menemui Aretra. Aretra lagi bersama Swarla dan..,"jawab penjaga pertama itu secepat kilat


"Coba pelan - pelan saja dulu,"kata Arel


"Aduh .. kenapa tidak dari tadi,"jawab Arel langsung terburu - buru pergi.


"Masih kita juga yang disalahkan,"kata penjaga pertama


"Kenapa kalian bengong ? Ayo ikut denganku,"jawan Arel


Mereka pergi menuju ke balai kesehatan hewan dan penjara sekaligus.


****


Paman Arel terkejut tidak berhasil menemui Aretra di balai kesehatan hewan.


"Dimana Nona ?"tanya paman Arel


"Dia disini tadi. Sepertinya dia menuju ke sana,"jawab penyembuh hewan


"Ke sana.. kemana ?"tanya paman Arel


"Dia benar - benar baik. Berkat dia, Swarla sudah membaik dengan cepat. Kemampuan penyembuh benar - benar hebat,"jawab penyembuh tidak menggubris pertanyaan paman Arel


"Dimana Nona sekarang ?"tanya paman Arel gusar


"Dia menuju ke bilik penjara,"jawab penyembuh tertunduk


"Ke penjara hewan,"teriak paman Arel langsung pergi meninggalkan penyembuh


"Apa yang dipikirkannya ?"batin paman Arel

__ADS_1


****


Hiu - hiu terlihat sangat menderita kesakitan dan dikurung dalam akurium yang besar.


Aretra jadi iba melihatnya.


Saat dia mendekat, hiu - hiu itu menunjukkan giginya. Aretra berusaha mendekatkan tanganya ke dinding akurium dan memejamkan matanya.


Hiu - hiu itu terlihat tenang. Aretra menyiram air di akurium itu dengan air penyembuh.


Lambat laun luka di tubuh hiu itu tertutup.


"Apa yang Nona lakukan di sini ?"tanya paman Arel


"Paman, aku hanya ingin melihat kondisi mereka,"jawab Aretra terkejut


"Nona bukan sekedar melihat tapi menyembuhkan mereka,"kata paman Arel melihat hiu - hiu itu tidak terluka lagi


"Aku hanya ingin menolong mereka,"jawab Aretra


"Mereka yang hampir membunuh kita,"teriak paman Arel


"Maaf, paman. Aku hanya ingin memberikan kesempatan kedua bagi mereka,"jawab Aretra


"Nonaa..,"kata paman Arel belum sempat menyelesaikan perkataannya karena Arel muncul


"Paman.. yang penting Aretra tidak apa - apa dan dalam kondisi yang sehat. Aku akan membawanya ke kastil utama,"kata Arel


"Seharusnya itu yang harusnya kau lakukan dari awal. Bagaimanapun dia adalah istrimu sekarang. Kau harus menjaganya,"jawab paman Arel langsung pergi


"Maaf. Aku tidak tau jika jadi begini,"kata Aretra


"Sudahlah. Kita ke ruanganku saja,"jawab Arel


****


"Lihatlah Suyira. Matahari bersinar juga,"kata salah penghuni lantai sembilan kastil Biara


"Iya. Benar - benar indah,"jawab Suyira yang memegang wadah berisi air.



"Ini air yang terakhir yang kamu angkut,"kata bibi Alleen senang


Bibi Alleen adalah penjaga pintu kastil Biara.


"Iya,"jawab Suyira


"Apa permintaanmu sama nenek nanti ?"tanya bibi Alleen penasaran


"Rahasia Bi,"jawab Suyira tersenyum penuh arti


"Baiklah. Itu adalah hakmu. Bibi pasti akan merindukan kalian,"kata bibi Alleen


"Bibi yakin merindukan kami. Bukannya kamu agak menyusahkan bibi selama ini ?"tanya Suyira


"Sebenarnya ada satu yang sangat menyusahkan tapi juga jadi mudah dirindukan,"jawab bibi Alleen penuh arti


"Ahh itu pasti Rory. Akupun juga merindukan mereka semua. Tak terasa sudah hampir sebulan berlalu,"bisik Suyira


"Penobatan kita dua hari lagi. Bersabarlah sedikit lagi,"kata penghuni lantai sembilan.

__ADS_1


"Iya,"jawab Suyira


__ADS_2