Pasak Bumi

Pasak Bumi
Hari Pertama Ujian di Kampus


__ADS_3

"Gimana berhasil buat meyakinkan pamanmu ?"kata Flay


"Berhasil,"kata Rerast senang


"Jadi kita bisa ketemu di kampus,"kata Celli


"Tapi bagaimana buat kita ketemuan secara diikutin kemana saja,"kata Rory


"Serahkan saja padaku,"kata Suyira


"Iya, kak,"kata Aretra


****


Seminggu kemudian


"Aretra akan pergi bersamamu ke kampus. Ingat jaga adikmu baik - baik,"kata paman Teeran


Tatra hanya menganggukkan kepala


Saat mereka sudah keluar dari kastil menuju ke mobil yang dipersiapkan oleh paman Teeran.


"Apa rencanamu, adik kecil ?"kata Tatra


"Ra.. ha.. sia,"kata Aretra tersenyum jenaka


"Ingat, jangan buat masalah,"kata Tatra


"Kak, siapa yang dibelakang kita ?"kata Aretra melihat dari spion depan.


"Penjagamu,"kata Tatra


Aretra cemberut.


"Kak, ayah mengirim dua penjaga untuk mengikuti kami ke kampus,"kata Aretra


"Sudah kuduga,"kata Suyira


"Bagaimana kalian bisa tau,"kata Aretra

__ADS_1


"Soalnya kami juga sama,"jawab Flay, Rerast, Celli dan Rory kompak.


"Ini tidak ada bedanya dengan diriku dikenal sebagai anak perdana mentri atau keponakan paman Firye. Sama saja,"kata Rerast kesal


"Kakak sekarang tambah ceplas ceplos. Sudah kena pengaruh princess Rory kayaknya .. hi.. hi..hi...,"kata Rory senang


"Pengaruh buruk,"kata Flay


"Bilang saja kakak ga suka,"kata Rory sengit


"Kurasa ini akibat dikurung di dalam kawah gunung berapi,"kata Rerast lesu


****


Saat mereka menuju ke jurusannya masing - masing. Langkah mereka terhenti oleh suara satu orang.0


"Ruriiiii...Ruriiii...,"teriak ibu Florist berlari sambil menghampirinya


Suyira hampir tidak berbalik karena dia hampir lupa namanya di kampus.


"Iya bu,"kata Suyira


"Ruri sayang, katanya sakit ya,"kata Ibu Florist mengecek dari ujung rambut sampai kaki


"Syukurlah. Penampilanmu juga berubah. Kacamatamu, kepang rambut dan pakaianmu juha sudah berubah. Padahal ibu suuukaa sekali dengan Ruri yang lama jauh lebih cantik,"kata Ibu Florist


****


"Kurasa kacamata Ibu Florist sudah rusak selama ini. Dandanan jaman purbakala dibilang bagus,"kata Rory berbicara dengan telepatinya


"Bukannya di jaman purbakala itu pakaian dari kulit hewan ya. Apa pak Jones ... eh salah.. pak Basri salah ngomong ya ?"kata Aretra


Yang lain berusaha menahan tawa


"Itu cuma kiasan saja Aretra,"kata Rory


"Sebenarnya kenapa pak Basri dibilang pak Jones ya ?"kata Celli penasaran


"Nahh ini... lihat.. lihat .. kenapa aku saja yang dapat kesan ga baik. Kalau jalan dengan mereka ini, aku adalah peri jahat, mereka adalah ibu peri yang baik hati,"kata Rory

__ADS_1


"Jones itu sama artinya jomblo atau belum punya pasangan. Pak Basri ada sepuluh kami nembak Ibu Florist ditolak terus,"kata Rerast


"Kesian... kesian..,"kata Celli dan Aretra kompak


"Korban kartun anak - anak,"kata Rerast


"Siapa pula yang mengajarin mereka yang baru ngaku jadi peri jahat,"kata Flay


"Iss dahh kakak. Mereka itu butuh hiburan juga. Di kastil gelap itu apalagi hiburan kalai bukan TV,"kata Rory cemberut.


"Betul.. betul... betul,"kata Celli dan Aretra sambil mengangguk - anggukkan kepala.


****


"Iya bu,"kata Suyira


"Rurii nanti selesai dari ujian ke perpusnya. Perpus itu tanpa Ruri seperti botol tanpa tutup.. perpus jadi seperti kapal pecah..berantakan semua..,"kata Ibu Florist dengan mata berbinar - binar


"Adehh.. adehh.. ada maksudnya juga,"kata Flay menggunakan telepatinya


"Baik bu,"kata Suyira


"Bagus. Ruri memang anak yang paling baik,"kata Ibu Florist senang


"Kenapa kakak mau ?"kata Rory


"Cuma itu satu - satunya cara menghindari penjaga,"kata Suyira


"Ahh iya juga yaa,"kata Rerast


Sementara itu Celli dan Aretra bingung


"Nanti saja dijelaskannya. Kita ujian dulu,"kata Flay


****


"Apa kalian tau apa yang direncanakan oleh para perempuan itu ?"kata Eltader


Mereka semua hanya bisa menggelengkan kepala

__ADS_1


"Oke. Bagus,"kata Eltader malah jadi mondar - mandir


"Sudahlah kita ujian dulu,"kata Luxi


__ADS_2