
"Dia sudah tau,"kata paman Jangkung
"Sudah saatnya dia tau,"jawab paman Gempal
"Apakah dia marah dengan kita ?"kata paman Kurus
"Tidak. Dia hanya kesal karena dibohongi,"jawab paman Jangkung
"Sebentar lagi,"jawab paman Kekar yang sedang memeriksa lorong bawah tanah kastil Eldester.
"Sebaiknya cepat sebelum wanita gila itu menemukanmu,"kata paman Kurus.
Aku sudah menemukannya,"jawab paman Kekar sambil memegang buku kecil berwarna coklat.
"Keluarlah cepat. Wanita gila itu sudah masuk ke dalam,"kata paman Jangkung mengawasi dari atas pohon
"Sial... pintu menuju ke atas tertutup sepertinya aku terlalu lama disini,"jawab paman Kekar
Paman Jangkung melihat paman Gempal menghentikan langkah wanita gila itu dan mengajaknya berbicara.
"Madam... batas pelindung kastil Eldester sepertinya mulai melemah,"jawab paman Gempal
"Bagaimana bisa ? Bukankah sudah kubilang harus di cek terus menerus. Dimana pelindung yang bermasalah itu ?"kata madam gila itu keluar lagi dari kastil utama.
"Kurus bantu Kekar.. cepat... Sebelum Gempal ketahuan,"kata paman Jangkung
Kurus menuju ke pintu yang bermasalah dan mencari gagang kuncinya. Setelah kurang lebih tiga menit dia menemukannya dan pintu terbuka.
__ADS_1
Paman Kekar langsung memberikan bukunya sama Kurus dan berlari keluar. Dia mengejar Paman Gempal dan memutari jalan mereka.
"Mana pelindung yang bermasalah itu ? Kau tidak sedang menipuku khan,"kata madam gila itu menatap tajam ke arah paman Gempal
"Ada madam. Tentu saja ada,"jawab paman Gempal
"Kau akan lihat akibatnya jika mencoba - coba bermain denganku,"kata madam gila sambil mencekik leher paman Gempal
Paman Gempal merasakan kehilangan energi di tubuhnya.
"Lihat ituuuu,"jawab paman Gempal
Pelindung transparan itu tampak kelihatan oleh mata telanjang. Madam gila melihat hal itu sangat terkejut. Dia langsung memperbaiki pelindung tersebut. Dia memutar kedua tangannya ke arah yang berlawanan dan merapalkan mantra. Pelindung itu jadi tidak kelihatan lagi.
"Baiklah. Sepertinya kau mengatakan yang sebenarnya,"kata madam gila
****
Menggunakan pikirannya.
"Tadi nyaris saja,"kata paman Gempal
"Maaf. Tadi benar - benar pikiranku teralihkan,"jawab paman Kekar
"Sebaiknya jika ada berita yang sangat mempengaruhi kita jangan dibahas pada saat melakukan misi,"kata paman Kurus.
"Maaf,"jawab paman Jangkung
__ADS_1
"Sebenarnya aku juga sudah tidak sabar mencekik leher wanita gila itu,"kata paman Gempal
****
Saat madam gila ke dalam ruang utama sudah menunggu di sana Sang Tangan Kiri.
Sang Tangan Kiri yang baru ditunjuk karena yang lama sudah tewas di tangan paman Coeli.
Sang Tangan Kiri memiliki empat kekuatan yaitu kekuatan Air, Angin, Api dan pikiran.
Sang Tangan Kiri duduk sambil memejamkan matanya.
"Bagaimana bisa kau kendalikan ?"kata Sang Tangan Kiri
"Tentu saja. Apa yang tidak bisa kukendalikan,"jawab madam gila congkak
"Benarkah ? Hal seperti itu mana bisa kau banggakan,"jawab Sang Tangan Kiri
"Kau .. tunggu saja. Aku yang akan duduk di posisimu sekarang. Tuanku pasti sadar siapa yang sebenarnya yang terbaik,"kata madam gila
"Dia tidak mungkin menunjukmu. Orang yang hanya memiliki dua kemampuan saja. Kau tau kau hampir tidak ada bedanya dengan human,"jawab Sang Tangan Kiri
"Jaga kata - katamu. KAU kira dirimu siapa.. Belum tentu kekuatanmu jauh lebih baik dariku,"kata madam gila gusar
Sang Tangan Kiri hanya tersenyum. Hal ini membuat madam gila tambah marah.
"Sudah hentikan. Tuanku sebentar lagi tiba,"teriak Sang Tangan Kanan baru masuk ke ruang utama.
__ADS_1
Sang Tangan Kanan juga baru ditunjuk oleh paman Eldester langsung. Sang Tangan Kanan memiliki tiga kekuatan yaitu pikiran, angin dan air. Walaupun begitu, Sang Tangan Kiri takut dengan Sang Tangan Kanan begitu pula madam gila.