Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kenakalan Crisstan


__ADS_3

"Maaf, sengaja,"kata salah satu cowok yang bermata jenaka menertawakan saat Rerast jatuh terlengkup.


"Kau,"kata Rerast marah sambil menunjuk ke arah wajahnya yang memiliki hidung yang mancung.


"Apa ..apa .. apa yang ingin kau lakukan ?"kata laki - laki itu balik menantang


Rerast mengempalkan tangannya berusaha menahan kekuatannya. Kemudian Rerast berbalik pergi dan meninggalkan laki - laki itu.


"Lihat .. dia takut khan,"kata laki - laki itu bangga kepada teman - temannya yang menonton hal tadi.


Teman - temannya hanya terdiam terpaku sambil melihat ke arah temannya yang tadi buat ulah.


"Criss .. criss...,"kata temannya setengah berbisik sambil menggunaka matanya untuk menyuruhnya menoleh ke belakang.


"Apa- apaan sihh ?"kata Crisstan


"Haii kak,"kata Crisstan


"Katakan apalagi yang kau lakukan sekarang,"kata salah satu laki - laki bertubuh tinggi, tegap dan kekar.


"Tidak ada kok,"kata Crisstan bertambah gugup saat laki - laki yang bertubuh kekar memegang pundaknya.


"Benar seperti itu,"kata laki - laki bertubuh kekar itu bertanya kepada teman - temannya.


Mereka semua hanya menganggukkan kepala


"Baiklah. Kau aman sekarang. Kalau kakak mendengar pengaduan. Kau tau khan akibatnya,"kata laki - laki bertubuh kekar itu pergi bersama rombongannya meninggalkan mereka.


"Kenapa kalian tidak bilang rombongan kak Tatra lewat,"kata Crisstan marah


"Mana sempat kita ngomong tiba - tiba saja muncul di depanmu,"kata temannya Crisstan


Crisstan kesal kemudian menendang lutut temannya.


Ada yang memperhatikan perilaku mereka dari jauh.


"Lihat saja nanti. Akan kubalas,"kata Rerast


Rerast menuju ke perpustakaaan kampus menemui Suyira yang bertugas sebagai karyawan paruh waktu perpustakaan.


"Kenapa dengan mukamu ?"kata Suyira selagi meletakkan buku di raknya.

__ADS_1


"Kau tidak mengerti. Crisstan mengerjaiku lagi,"kata Rerast


"Kenapa tidak kau balas ?"kata Suyira


"Bagaimana mau membalas. Kakakmu lagi menuju ke tempat kami,"kata Rerast


"Kau ketahuan,"kata Suyira menghentikan menyusun buku


"Tentu saja tidak. Kita khan sudah bersusah payah mengubah penampilan kita,"kata Rerast melihat dirinya sendiri yang menggunakan kacamata tebal, rambut dikuncir, baju kemeja polos, celana jubrai dan sepatu kets.


"Dan juga nama kita,"kata Suyira


"Ruri... rurii...dimana ?"kata Ibu Florist yang bertugas sebagai ketua pengurus perpustakaan


"Disini bu,"kata Suyira berteriak


"Sana pergi,"kata Suyira kepada Rerast


"Okee. Pulang nanti langsung ke taman,"kata Rerast berbisik


"Ohh kau disini tohh nak,"kata Ibu Florist


"Iya bu. Ada apa bu ?"kata Suyira


"Siap bu,"kata Suyira


"Ruri memang anak yang baik,"kata Ibu Florist pergi


****


Sementara itu, Crisstan buat ulah lagi.


"Ayoo cepat. Ambil ember berisi air dan bawa ke sini,"kata Crisstan


"Iy... Iya..kak,"kata adik tingkat mereka ketakutan


Saat ember berisi air sudah dibawa oleh adik tingkat dan diletakkan di depannya


"Siram ketubuhmu sekarang,"kata Crisstan


"Tapi kak .. nanti basah,"kata adik tingkat tadi

__ADS_1


"Ya ampunn ini anak katanya IQnya paling tinggi di jurusan kita tapi bodoh jugaa.. iya lah pasti basah,"kata Crisstan tertawa bersama teman - temannya.


"Tapi .. Tapi.. Kak.. saya masih ada mata kuliah,"kata adik tingkat itu


"Bukan urusanku,"kata Crisstan berteriak


Dari kejauhan rombongan Eltader melihat hal itu.


"Like father like son,"kata Eltader berbicara kepada Crisstan menggunakan pikirannya


"Kau .. bukan urusanmu,"kata Crisstan membalas jawabannya menggunakan pikirannya


"Silahkan lakukan. Tapi ingat lima menit dari sekarang Tatra akan lewat,"kata Eltader


"Kau .. kau bilang padanya,"kata Crisstan tapi tidak dijawab oleh Eltader. Eltader memutuskan hubungan pikiran mereka.


"Kita harus pergi,"kata Crisstan berbisik ke temannya


"Kenapa ?"kata temannya


"Tatra akan lewat sebentar lagi,"kata Crisstan


"Oke,"kata temannya


"Ehh kamu.. kamu aman kali ini.. Kami ada urusan yang lebih penting daripada berurusan denganmu,"kata Crisstan


****


"Bagaimana praktekmu di kamar mayat,"kata Rerast


"Aman kak.Kakak gimana ?"kata Rory


"Lihat. Tangan kakak masih bau oli khan,"kata Rerast


"Tapi kalau kakak ga ambil jurusan itu siapa lagi beresin mobil kita,"kata Rory


Rerast yang tadinya bete berubah menjadi ceria kembali.


"Eh kak.. ga ketemu sama Celli,"kata Rory


"Ga tuhh .. kayaknya dia masih praktek,"kata Rerast

__ADS_1


"Dia tinggal gunakan kekuatannya maka lampu dimana pun pasti menyala,"kata Rory


Mereka berdua tertawa.


__ADS_2