Pasak Bumi

Pasak Bumi
Keheningan Di Bawah


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu


Seluruh penjaga dan paman Teeran berkumpul.


"Kapan Langit akan tiba ?"kata penjaga pelindung pertama


"Mungkin lusa. Dia harus membuat pengaturan untuk perpindahan Langit keturunan kastil Fogyer,"kata paman Teeran


"Kenapa ke kastil ini... Maksudku dia juga keturunan di sana,"kata penjaga pelindung pertama.


"Dia hanya mewarisi kekuatan kalian,"kata paman Teeran.


"Ohh.. begitu,"kata penjaga pelindung pertama.


"Tetua.. apakah kalian hanya akan diam saja atau menceritakan semuanya,"kata pemimpin taman warmer


"Apa maksudnya ?"kata penjaga pelindung pertama


"Dulu sudah pernah kejadian seperti ini atau paling tidak kalian kasih tau dengan mereka apa dampaknya jika mereka berusaha melawan langit tertinggi,"kata pemimpin taman warmer


"Bukannya kami tidak mau mengatakannya. Hanya ini aib bagi kami,"kata tetua pertama


"Dulu ada juga salah satu penjaga yang menentang Langit tertinggi. Tidak mau diperintah oleh perempuan,"kata tetua kedua.


"Kami hampir seminggu merasakan hal ini dan karena itu penjaga pelindung kastil dikurangi dari lima menjadi tiga,"kata tetua ketiga.


"Hampir saja tidak ada lagi penjaga pelindung. Hanya karena belas kasih dari langit tertinggi takut kami menanggung malu maka hanya dikurangi,"kata tetua pertama.


"Sekarang tidak tau. Selama ini langit tertinggi tau jika ada yang meragukan soal kemampuannya. Namun dia tetap diam saja,"kata tetua kedua


"Langit tertinggi sekarang jauh lebih bisa menahan diri dan bersabar. Tapi ini menyangkut nyawa anaknya,"kata tetua kedua.


Paman Teeran akhirnya membuka suatu rahasia di hadapan mereka.


"Sebenarnya di atas bukit waktu itu. Eldester dan lima anak buahnya mengelilingi Sellen. Mereka tau jika Sellen mewarisi kemampuan ibunya bisa meramal. Jika laki - laki bisa menyerap kemampuan kekuatan lain. Hanya keturunan tertentu. Dia ingin mengetahui masa depannya. Sellen mengetahui sedikit masa depannya. Tidak mau membaginya. Tapi dia mengancam akan membunuh anaknya. Dia kira itu anaknya karena dibawa oleh penjaga kastil langit dan wajah anak itu ditutupi dengan selimut yang selalu dikenakan Luxi. Dia memilih anaknya dan memberikan ramalan tersebut. Rasa bersalah membuatnya memilih mengakhiri hidupnya,"kata paman Teeran


"Penjaga itu, apakah dia tau?" kata penjaga taman warmer yang berkhianat


"Tidak, dia menutupi mukanya dengan jubah. Hanya di tangannya keluar petir yang ditujukan ke anak tersebut. Walapun...,"paman Teeran.


"Walaupun..,"kata penjaga taman warmer


"Saat sadar Sellen sudah curiga dengan penjaga pelindung kelima karena hanya penjaga itu yang bisa keluar masuk kastil dan struktur hutan yang berubah,"kata paman Teeran yang mendapatkan penjelasan dari bibi Ariel.

__ADS_1


"Brengsekk .. dia menggunakan anakku. Dia pernah mengajak anakku katanya jalan- jalan dan usianya sama dengan Luxi. Aku mempercayai kata - katanya selama ini,"kata penjaga taman warmer tersadar, geram dan menyesal


"Maafkan aku,"kata penjaga taman warmer yang tadinya berkhianat


"Sudah terjadi. Apapun hasilnya kita tunggu saja,"kata tetua pertama


"Apakah kalian tidak menemukan kedua temanku ?"kata penjaga ketiga pelindung kedua


"Mereka di dalam kastil,"kata penjaga taman warmer yang diutus oleh bibi Sellen


"Apakah ... mereka masih hidup ?" kata penjaga ketiga


"Kami tidak tau,"kata penjaga taman warmer merasa bersalah


Paman Teeran diam sejenak kemudian berkata,"Pegang tanganku dan fokuskan kepada mereka dan panggil mereka."


Mereka menjawab


"Bagaimana keadaanmu dan yang lainnya ?" kata penjaga kedua


"Baik - baik saja. Bagaimana keadaan kalian ?"kata penjaga ketiga


"Kami bisa bertahan. Entah kenapa selalu ada air yang mengalir ke sini,"kata penjaga kedua.


"Mereka mendapatkan air tetapi tidak makan,"kata penjaga ketiga pelindung kedua


Paman Teeran berbicara dengan Darknist melalui paman Elder.


****


Paman Coeli pun dapat menghubungi Luxi.


"Luxi ..,"kata paman Coeli


"Ayah.. apa yang terjadi. Kenapa kami tidak boleh keluar,"kata Luxi


"Kami .. siapa ?"kata paman Coeli


"Sama paman Darknist,"kata Luxi


"Bisa pegang tangan paman. Biar ayah berbicara dengannya,"kata paman Coeli


Luxi memegang tangan paman Darknist.

__ADS_1


"Ayah ingin bicara,"kata Luxi


"Kak.. tolong jaga anakku. Terima kasih telah menemaninya,"kata paman Coeli


"Dia adalah keponakanku. Tentu saja. Aku akan menjaganya,"kata paman Darknist


"Bagaimana dengan Langit tertinggi ? Panggilanku tidak digubrisnya"kata paman Coeli


"Masih marah. Aku sudah berusaha menyudutkannya supaya emosinya kepada mereka mereda.Tapi nihil,"kata paman Darknist


"Tidak apa - apa kak. Kakak sudah berusaha. Aku akan datang lusa ini,"kata paman Coeli


****


Paman Teeran memberitahukan lokasi dari dua penjaga pelindung kedua dan mengirimkan tanaman yang dapat menghasilkan buah - buahan.


****


Paman Teeran menghubungi bibi Ariel


"Bagaimana keadaanmu dan putri kecil kita ?"kata paman Teeran


"Baik. Kastil juga baik,"kata bibi Ariel


"Baguslah,"kata paman Teeran.


****


Kemudian para tetua itu mendekati paman Teeran.


"Apakah kau tau bahwa hanya keturunan termuda Langit langsung yang bisa diserap kekuatannya ?"kata tetua pertama


"Iya. Dalam pertempuran kali ini kami berusaha meminimalkan rahasia,"kata paman Teeran


"Dia bersikeras agar penjaga termuda tidak mengetahui hal ini. Dia hanya tidak ingin anaknya dikekang seperti dia dulu. Tidak bisa meninggalkan kastil,"kata tetua kedua


"Sebenarnya bagi kami penjaga. Seharusnya mau yang laki - laki atau perempuan menjadi Langit tetap saja Langit tertinggi tetap perempuan. Jika tadinya Langit adalah sang kakak maka istrinya yang menjadi langit tertinggi dan jika sang adik pun menjadi langit tohh tetap dia juga yang menjadi langit tertinggi,"kata tetua pertama.


"Kesetiaan pelindung diberikan kepada yang menghasilkan keturunan dan kekuatan sang anak berpindah ke ibu.. itu terjadi jika sang ibu melahirkan anak laki - laki," kata tetua kedua


"Siapa yang bilang lebih kuatlah kekuatan sang adik dibandingkan sang kakak. Mereka sama kuatnya. Dan jika bukan karena dia maka sang ibu yang jika bukan dari kekuatan asli kami, tidak akan memiliki kekuatan kami,"kata tetua ketiga akhirnya berbicara.


Para penjaga lainnya mencuri dengar hal ini dan hanya bisa terdiam.

__ADS_1


__ADS_2