Pasak Bumi

Pasak Bumi
Suyira Kembali Ke Rumahnya


__ADS_3

Mereka berjalan dalam diam dan mengendap-endap.


Takut jika ketemu dengan musuh atau kawan.


Semakin lama semakin masuk ke dalam hutan Tenebris Viridi.


Hutan ini adalah perbatasan antara hutan Dark Forest dengan kastil Elfir yang terletak di sebelah selatan kastil Elfir.



"Sepertinya kita harus cepat karena ada yang mengikuti kita,"kata Suyira


"Musuh atau kawan,"tanya Rerast


Warna dari jubahnya sangat terlihat jelas saat suasana gelap seperti ini.


Bahkan pergerakannya sangat jelas bagi Suyira.


Dia langsung mengenali langkah kaki ini.


"Kak Eldast keluarlah,"teriak Suyira


Eldast keluar dari persembunyian.


"Sepertinya kakak ketahuan,"jawab Eldast yang membuka tudung jubahnya.


"Warna jubah kakak itu...biru dan emas ... bagaimana tidak ketahuan,"kata Suyira kesal


Dimanapun Eldast terlihat sangat menonjol bahkan di kampus.


Hampir rata-rata kaum hawa di kampus itu memujanya.


Walaupun dia terkesan dingin dengan semua wanita di kampus.


"Dan pakaian yang sering digunakannya hanyalah sweater hitam,"batin Suyira



"Apa tujuan kakak mengikuti kami ?"tanya Rerast defensif


"Hanya ingin mengikuti kalian saja. Tidak ada niat menghalangi. Kakak boleh ikut khan?"jawab Eldast


"Boleh tapi ingat janji kakak,"kata Suyira


"Ingat kak, kalau kakak hanya menghalangi kami, kastil kalian pasti akan kurubah lagi,"lanjut Rerast


Suyira penasaran namun tidak menanyakannya.

__ADS_1


Hal ini karena pikiran Suyira hanyalah kembali ke rumahnya yang dulu.


Mereka bergegas masuk ke dalam hutan Dark Forest. Mereka menempuh jalan memutar supaya tidak berhadapan dengan musuh.


Eldast tertegun melihat salah satu pohon dimana dia dan Suyira bermain waktu kecil dulu sudah terbakar habis dengan tanah.


"Ada apa kak ?"tanya Suyira


"Lihatlah pohon ituu sekarang sudah tidak ada lagi,"jawab Eldast


Rerast memperhatikannya dengan seksama.


"Tunggu.. bukankah ituuu.. adalah pohon yang diceritakan paman Firye...ituu..Suyira...pohon keramat...yang bisa mengabulkan permohonan kita..iya bukan,"jelas Rerast sambil menoleh ke arah Eldast


Eldast terlihat sedikit cemas


"Iya,"jawab Eldast


"Cobalah kalau kalian pernah ke pohon ini...mintalah sesuatu seperti... kedamaian atau kebebasan,"jawab Rerast jadi lesu melihat pohon itu sudah mati.


"Kurasa tidak sekonyong-konyongnya semua permintaan kita dapat dipenuhi apalagi jika itu melibatkan banyak orang,"kata Suyira


"Lagipula kami khan masih kecil mana ada terpikir hal-hal seperti itu,"lanjut Eldast.


"Walaupun permintaanku dulu juga tidak cocok untuk umurku dulu,"batin Eldast


"Iya juga sihh,"kata Rerast


****


Suyira melihat kastil utama yang hampir rata dengan tanah.


Suyira berjalan ke rumahnya dulu dan melihat rumahnya benar-benar hancur.


Dia melihat boneka pemberiannya ayahnya dulu yang tidak sempat dibawanya sudah setengah hancur. Tanpa sadar air matanya jatuh.


Eldast melihat hal itu dan tidak bisa mengatakan apapun padanya.


Sedangkan Rerast terhenti di kastil utama dan melihat kastil itu benar-benar hancur.



Dia mencari titipan Celli untuk Forla di kastil itu. Sebuah kalung yang terjatuh di lantai dasar saat mau membawa Forla melalui ruang bawah tanah bersama Pasak Bumi yaitu ayah Suyira.


Forla melihat ada kilatan cahaya kecil di atas lantai dasar.


"Aku menemukannya,"kata Rerast kegirangan sambil memegang kalung Forla.

__ADS_1


"Kau siapa ? Beraninya kau mengambil barang di sini,"sahut sosok yang bertubuh jangkung menggunakan jubah kastil Dark Forest marah.


"Aku hanya mengambil titipan temanku,"jawab Rerast


"Siapa nama temanmu ?"tanya sosok yang bertubuh jangkung tadi


"Aku disuruh Celli mengambil kalung untuk Forla,"jawab Rerast


"Paman pasti orang yang ingin ditemui Suyira,"lanjut Rerast


Dia terkejut


"Kau siapa ?"tanya paman Jangkung


"Aku adalah temannya. Anak perdana mentri dan ibuku adalah adiknya paman Firye,"jawab Rerast


"Apa yang dilakukan Suyira ? Dia membawa temannya,"kata paman Gempal keluar dari persembunyiannya


"Aku tidak mungkin membiarkannya sendirian,"jawab Rerast tersinggung


"Siapa lagi yang bersamanya ?"tanya paman Gempal


"Eldast,"jawab Rerast singkat


****


Mereka akhirnya menemui Suyira di rumahnya dulu.


"Suyira...Mereka khan yang mau kau temui,"kata Rerast


"Paman...,"sahut Suyira langsung memeluk keempat pamannya


"Aku kira..aku kehilangan paman,"bisik Suyira merasa sangat lega


Mereka hanya mengangguk kepala menatap Eldast.


Cerita mengenai kehidupan Eldast sudah pernah mereka dengar selama di kastil Eldester.


Kisah hidup yang sama buruknya dengan kisah Suyira.


"Kita akan berbincang tapi jangan di sini,"kata paman Kekar


Suyira menganggukkan kepala.


Mereka masuk ke dalam rumah paman Kurus dan menemukan ruang bawah tanah yang berkelok.


Mereka terus berjalan di lorong sampai ketemu ruangan yang dari luar terlihat sangan terang.

__ADS_1


Saat pintunya terbuka, terlihat kunang-kunang berterbangan. Mereka semua duduk di meja bulat.


"Sebaiknya kau yang menceritakan kisah ini,"kata paman Kurus kepada paman Gempal


__ADS_2