
Di rumah Flay,
"Sudah pulang ? Bagaimana perjalanannya menyenangkan ?"kata ibu Flay sambil memasuk kaldu ayam ke supnya.
"Buruk. Sangat buruk,"kata Flay
"Ada apa ?"kata Ibu Flay cemas langsung mendekatinya.
"Elsist membuatku marah. Dia mengganggu Ruby. Tapi yaaah.... ,"kata Flay terang - terangan
"Iyaa tapi...,"jawab Ibunya penasaran
"keadaannya sudah membaik,"kata Flay tersenyum
"Baguslah. Sana mandi habis itu makan,"kata Ibunya langsung melihat masakannya tadi
Saat sudah beranjak dari kursinya kemudian Flay berhenti dan menoleh ke arah ibunya.
"Ibu yang membuat kita keluar dari kastil Fogyer ... nenek atau ayah ?"kata Flay
Ibunya tersentak dan berhenti memasak.
"Apa maksudmu ?"kata Ibunya mengalihkan pembicaraan
"Ibu, aku sudah tau jika kita diusir dari kastil karena aku turunan campuran. Ibu yang menjelaskan atau perlu kucari tau dari orang lain saja,"kata Flay kesal
"Ayahmu.... saat ibu diusir ditugaskan keluar kastil jadi dia tidak tau,"kata Ibunya
"Jadi neneknya.... lalu kenapa ayah tidak mencari kita,"kata Flay terlihat sedih
"Ayahmu terus diberikan tugas sampai tidak sempat mencari ibu dan dia tidak tau jika kau ada. Waktu dia pulang ke kastil itu ... kastil itu sudah tidak bisa dimasuki.. menghadapi bencana membuat dia sibuk mencari tempat baru. Dia hanya tau jika ibu diusir tetapi dia tidak tau kemana mencari ibu,"kata Ibunya
"Apakah tidak aneh, ibu ?"kata Flay
__ADS_1
"Maksudnya ?"kata Ibunya heran
"Bukankah kita termasuk yang beruntung karena kita selamat ?"kata Flay
"Apa maksudmu ?"kata Ibunya
"Nenek yang aku dengar sangat penyayang. Semua anak dari kastil lain dianggapnya sebagai anaknya sendiri. Bukankah aneh paman dan istrinya bisa tinggal sementara kita diusir ? Kecuali kalau nenekku punya kepribadian ganda,"kata Flay
"Jangan berbicara seperti itu tentang nenek ... mandi sana,"kata Ibunya marah
"Baik bu,"kata Flay langsung pergi ke kamarnya.
Ibunya hanya terdiam
****
Sudah dua minggu dari kegiatan di Camp Harmony
"Apa ada kabar dari Ruby ?"kata Flay
"Kenapa ?"kata Flay
"Sepertinya dia belum siap,"kata Tommy
Flay hanya menganggukkan kepala dan pergi menuju ke kursinya
"Sebenarnya ada angin apa tiba - tiba kak Flay jadi perhatian dengan Ruby,"kata Rerast
"Kurasa rasa bersalah,"kata Eldast
"Elsist juga tidak masuk - masuk,"kata Tommy
"Kenapa ? Kau ingin berkunjung,"kata Rerast sewot
__ADS_1
"Oii .. tenang-tenang. Ga da niat.. hanya heran saja dia ga masuk,"kata Tommy
"Ga peduli.. kalau dia buat masalah lagi.. awas dia,"kata Rerast emosi
"Kurasa dia tidak disini lagi,"kata Eldast
"Benarkah ?"kata Rerast tiba - tiba girang
"Jadi dia pindah sekolah ?"kata Tommy
Eldard menganggukkkan kepala.
****
Seminggu lalu,
Ruby menggerakkan tangannya dan menyentuh rambut Eldast yang sedang tidur di sampingnya. Eldast terbangun. Melihat Ruby sudah membuka matanya, Eldast memanggil bibi Ruuyist.
"Ibu.. Ruby sudah bangun,"teriak Eldast
"Ini dimana ?"jawab Ruby menggunakan pikiran
"Tentu saja. Di rumahmu. Rumah bibi Robben maksudku. Ahh... ternyata kita bisa berkomunikasi lagi..,"jawab Eldast girang menjawab menggunakan pikirannya
Bibi Robben, bibi Ruuyist dan Rory langsung menuju ke kamarnya.
"Kak Ruby..akhirnya sadar,"kata Rory langsung memeluknya
Ruby melepas pelukannya
"Namaku bukan Ruby tapi Suyira,"kata Suyira
Bibi Robben dan bibi Ruuyist terkejut mendengar perkataan Suyira
__ADS_1
"Aku bisa berbicara lagi dengannya, Ibu,"kata Eldast girang