Pasak Bumi

Pasak Bumi
Rencana Keberangkatan Terakhir


__ADS_3

"Apakah ada pergerakan ?" kata Eldester


"Ada pergerakan malam ini, Tuanku,"kata paman Roth


"Bagaimana dengan tanganmu ?" kata Eldester


"Ini.. baik - baik saja. Malah tambah kuat," kata paman Roth melihat tangan palsunya yang terbuat dari logam mulia.


" Baguslah. Persiapkanlah semuanya,"kata Eldester


"Baik,Tuanku,"kata paman Roth sambil mengundurkan diri dari ruangan tersebut.


Eldester menuju ke sebuah ruangan. Dia menatap gambar dirinya bersama dengan ibunya. Ibunya adalah penghuni dari kastil Fogyer. Ibunya sangat ambisius ingin menjadi pemilik dari salah satu kastil. Saat menikah dengan ayahnya Eldester harapan itu membuncah. Namun akhirnya impiannya gagal karena ayahnya tidak menginginkan kedudukan itu.


Dia membenci ayahnya karena ayahnya lemah.


"Aku akan mewujudkan impianmu. Aku akan menjadi pemilik semua kastil,"kata Eldester.


****


"Apakah ini saatnya ?"kata paman Coeli


"Iya.Berhati - hatilah,"kata paman Teeran


Rombongan paman Coeli berangkat duluan.


Cuaca yang dingin di malam hari membuat mereka menggunakan jubah dua lapis.


Tubuh mereka tidak kelihatan. Yang kelihatan hanyalah mata mereka.


Littlestar tertidur di gendongan paman Stew.


****


Di sisi yang berlawanan, rombongan paman Firye pun berangkat ke kastilnya.


"Sesuai rencana,"kata paman Teeran


Paman Firye hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Baik, Tetua,"kata paman Firye setengah bercanda


Hal ini tentu saja membuat paman Teeran tambah kesal.

__ADS_1


****


Di arah yang sama dengan rombongan paman Coeli, rombongan paman Eldard berada tepat di belakang mereka.


****


Terjadi pergerakan di hutan. Tiba - tiba hewan - hewan malam tidak menampakkan wajahnya.


"Itu rombongannya,"kata paman Joqi


"Sepertinya pengawalannnya lebih ketat dibandingkan sebelumnya,"kata paman Cillieng


"Berikan perintahmu. Akan kami laksanakan,"kata salah satu pria yang bertopeng bersemangat. Mereka mau menebus kegagalan mereka waktu itu.


"Tunggu sampai Eldard sampai ke kastilnya,"kata paman Cillieng


"Bukankah rencanamu waktu itu sudah gagal,"kata paman Roth terkekeh - kekeh


"Jadi apa rencanamu ?"kata paman Cillieng jengkel


"Serang sekarang,"kata paman Roth


"Bagaimana menurutmu, Tuanku ?"kata salah satu pria bertopeng


****


Angin berhembus sangat kencang dari belakang rombongan paman Eldard


"Sekarang !" kata paman Eldard


Tiba - tiba tubuh mereka sudah dibelit dengan akar pohon dan rangting - ranting pohon berusaha menjatuhkan mereka satu persatu.


Mereka berusaha menghindar dengan membuat pedang dari air yang ditarik dari tanah.


Pedang itu menebas akar dan ranting pohon.


Pertarungan tak terelakkan lagi.


****


"Teeran, mereka ada di hadapan kami," kata paman Eldard menggunakan kekuatan pikirannya


"Bersabarlah, kawan. Paket akan segera menyusul," kata paman Teeran sambil berputar - putar di ruangannya cemas.

__ADS_1


Tiba - tiba masuk salah satu penjaga ke ruangan paman Teeran.


"Sudah siap,"kata penjaga tersebut


"Baiklah. Ayo kita ke depan,"kata paman Teeran


****


Rombongan paman Coeli mendadak berhenti karena di depan mereka sudah berdiri rombongan paman Cillieng.


"Sepertinya kita berjumpa lagi,"kata paman Cillieng


"Kurasa pertemuan terakhir kita tidak menimbulkan kesan apapun bagimu,"kata paman Coeli


Paman Cillieng hanya tersenyum sinis.


****


"Bagaimana perdana mentri ?"kata paman Teeran


"Tentu saja sudah siap,"kata perdana mentri


"Bi, haruskah aku pergi ?"kata Suyira


"Tentu saja, sayang. Ini untuk kebaikanmu juga,"kata bibi Ariel


Suyira langsung memeluk bibi.


"Hati - hatilah dan jangan bermain kejauhan,"kata Tatra


"Iya, kak,"kata Suyira langsung memeluknya


"Oke, ini saatnya,"kata paman Teeran


Suyira langsung memeluk paman erat.


****


"Firye, apakah ada yang mengikutimu ?"kata paman Teeran menggunakan pikirannya


"Tidak ada,"kata paman Firye


"Berputarlah,"kata paman Teeran

__ADS_1


"Akhirnya,"kata paman Firye


__ADS_2