
Bibi Ariel sibuk mempersiapkan menu makanan untuk acara pernikahan Aretra sedangkan paman Teeran sibuk dengan dekorasi ruang.
Walaupun janji pernikahan akan tetap dilakukan di kastil Ariel Nuch.
Namun, resepsinya diadakan di kastil Bumi.
"Bagaimana dengan dekorasi di luar ?"kata paman Teeran
"Semuanya sudah dihias bahkan pagar juga... jadi Teeran tenang saja pasti terlihat berwarna,"jawab salah satu tetua di kastil Bumi
"Terima kasih paman. Paman tau sendiri .. tidak ada satupun penghuni kita yang menikah di musim ini,"kata paman Teeran
"Anggaplah ini hari baik mereka,"jawab tetua itu sambil tersenyum
****
Tidak jauh dari kastil utama, terdengar bunyi deru mobil yang mendekat. Mobil berwarna putih hampir sama dengan warna salju.
Sampai di depan pintu kastil utama, mobil tersebut berhenti.
Yang keluar dari mobil adalah laki - laki tegap menggunakan jas bewarna hitam dan dibelakangnya muncul perempuan cantik.
Suyira langsung mengenalinya dari kejauhan.
"Rerast akhirnya kau datang juga. Ayoo cepat naik,"kata Suyira lega
"Semenjak kejadian itu, sulit sekali untuk keluar,"jawab Rerast nyengir
"Salah kakak sendiri. Dramanya keterlaluan,"lanjut Rory langsung memeluknya
"Apa boleh buat.. eh.. bagaimana kabar calon pengantin,"kata Rerast
"Dipingit,"bisik Rory
"Dipingit... ga salah .. memang disini sama kayak jaman siti nurbanya,"jawab Rerast
"Hushh.. lagi di kamar...mencoba gaun,"lanjut Flay langsung memeluknya.
"Rasanya sangat lama. Aku sangat merindukan kalian,"kata Rerast
"Idem,"jawab Rory
****
Mereka semua berjalan menuju ke kamar calon pengantin. Mereka pangling dengan penampilan Aretra.
"Kak .. akhirnya kakak datang juga,"kata Aretra langsung memeluknya
__ADS_1
"Wow.. sangat cantik,"jawab Rerast terpukau
"Benarkah ?"kata Aretra tersipu malu
Semuanya kompak menganggukkan kepala.
"Kalo Aretra secantik ini pasti gurita itu pasti kalah.. aduuhh..sakit tau,"kata Rory kali ini disikut Rerast
"Jangan dengarkan dia. Biasa bicaranya asal,"jawab Flay
"Ngomong - ngomong kapan acaranya ?"kata Rerast
"Besok,"jawab Suyira
"Bagaimana persiapannya ?"kata Rerast
Suyira hanya menganggukkan kepala.
****
Paman Teeran masih sibuk di luar kastil utama.
"Apakah semua pohon juga sudah dihias ?"kata paman Teeran masih sibuk dengan dekorasi
"Sudah,"jawab salah satu panitia"Bagaimana keamanan pelindung kita ?"kata paman Teeran
"Aman,"jawab salah satu penjaga
Dia menuju ke ruangan yang letaknya paling sudut. Ruangan itu cukup kecil.
"Maaf, apakah kalian menunggu lama ?"kata paman Teeran
"Tidak,"jawab paman Coeli
"Mereka semua ada di sini,"kata paman Teeran
"Kita sudah mengantisipasinya,"jawab paman Firye
"Baguslah,"kata paman Teeran
"Eldard, bagaimana kondisi laut ?"jawab paman Coeli
Paman Eldard memejamkan matanya dan membukanya kembali.
"Terkendali,"jawab paman Eldard
****
Hari yang dinantikan tiba. Mereka berjalan di dasar laut dengan cara membelah lautan untuk menuju ke kastil Arial Nuch.
Semua penjaga mengelilingi rombongan mempelai.
__ADS_1
Berita pernikahan mereka terdengar sampai ke penjuru kastil termasuk kastil Eldester.
Keluarga Arel berjalan duluan di depan keluarga Aretra. Arel berjalan di samping pamannya.
"Bagaimana kabar guritamu ?"kata pamannya Arel
"Baik,"jawab Arel
"Orangtua Aretra tidak tau jika kau terlambat dulu karena gurita itu dan jangan sampai mereka tau,"kata pamannya Arel
"Memangnya kenapa ?"jawab Arel
"Pokoknya diam saja,"kata pamannya Arel
****
Mereka sudah sampai di kastil Arial Nuch dan paman Aretra menyambut mereka.
Mereka sudah memasuki ruangan pernikahan yang sudah ditata jadi sangat berkelas dan elegan.
Aretra berdiri sekali lagi di tempat yang sama bersama Arel.
"Ulur waktu,"bisik Aretra
"Paman.. sebelum acara bukankah sebaiknya ada kata sambutan. Kalau saya lihat di acara pernikahan teman kami selalu ada kata sambutan sebelum mengikat janji,"teriak Arel mendadak
"Memang ada,"kata pamannya Arel terkejut karena memang tidak tau adat di kastil Bumi
Pamannya Arel jadi naik ke atas dan mengucapkan sepatah dua kata.
"Bagaimana ini sudah cukup khan?"kata Arel
"Belum bisa,"bisik Aretra
Saat pamannya Arel sudah selesai mengucapkan kata sambutan
"Papa .. sekarang giliran papa,"kata Aretra
Aretra berusaha mencari Rory di antara kerumuman tamu namun tidak terlihat.
Saat paman Teeran sudah selesai, tidak ada alasan lagi mengucap janji.
"Tunggu..," kata Arel
"Tunggu apalagi.. jangan buat ulah,"bisik pamannya Arel
Saat mereka mengucap janji, ada sensasi aneh yang dirasakan Aretra.
Saat janji sudah terucap, tiba - tiba ada penjaga yang memaksa masuk. Tubuhnya berdarah.
"Kita sudah diserang,"teriak penjaga itu merintih kesakitan
__ADS_1
Semua yang didalam ruangan panik.