
"Luxi,"teriak paman Coeli
Bunyi gemuruh di kastil Langit
Luxi dan Celli yang latihan di padang rumput mengetahui hal itu.
"Sepertinya aku ketahuan,"jawab Luxi
"Kak, mau pulang,"tanya Celli ketakutan
"Sayang, dia hanya ingin selalu menolong adik-adiknya di setiap kondisi. Kau tidak bisa menyalahkannya begitu saja,"kata Bibi Seelen
"Menolong..dengan cara menyetujui semua keinginan mereka...maksudmu ?"tanya paman Coeli
"Sayang, kau kenal baik Suyira. Dia akan terus bergerak walaupun tanpa ada persetujuanmu. Laluu apa salah jika Luxi hanya ingin terus mendampinginya apapun keputusannya,"jelas bibi Seelen.
Paman Coeli menarik nafasnya dan teringat saat terakhir hidup adiknya, dia tidak ada di sampingnya.
"Baiklah. Tapi untuk sekarang dan seterusnya...katakan padanya untuk tidak berbohong lagi,"jawab Coeli meninggalkan balkon kamarnya.
****
"Ruuyist...pada akhirnya mereka akan menanyakan kepemimpinanku,"kata paman Edsel sambil menatap keluar dari balkonnya
"Bukan kepemimpinan tapi kekuasaan. Itulah yang sebenarnya,"jawab bibi Ruuyist sambil merangkul paman Edsel
"Akhirnya kastil inilah yang memutuskan...apakah kedamaian yang dibangun selama ini adalah kepalsuan,"kata paman Edsel sambil memegang lengan istrinya
"Kita akan lihat sayang,"bibi Ruuyist
****
Di rumah peristirahatan Suyira,
Suyira menanam tanaman yang ditanam ayahnya di halaman belakang rumahnya dulu. Tiba-tiba datang sosok dari belakanngnya dan menepuk pundaknya.
"Ayah,"teriak Suyira terkejut hampir memecahkan pot di tangannya
"Kenapa kau tidak mempercayai ayahmu ?"tanya paman Firye sedih
"Aku mempercayaimu. Hanya saya kau pasti tidak akan setuju dengan pilihanku,"jawab Suyira sambil memeluknya
"Apapun yang terjadi mulai saat ini katakan pada ayahmu ini,"bisik paman Firye
Suyira selesai menanam tanaman itu dan masuk ke rumah bersama ayahnya.
"Rumah yang indah dan mungil,"kata paman Firye melihat isi rumah itu.
"Rerast yang membawaku disini,"jawab Suyira
"Anak ituu...mirip ibunya,"bisik paman Firye
__ADS_1
"Ayah akan menginap disini ?"tanya Suyira
"Iya. Lagipula kita akan mendapatkan banyak tamu mulai sekarang,"jawab paman Firye tersenyum
"Akhhh,"keluh Suyira
Suyira sudah membayangkan dia akan kena ceramah oleh paman-pamannya yang lain.
Dan ternyata benar.
Paman Coeli datang pertama, dia langsung memeluk Suyira dan mengoceh hampir sejam.
Tidak akan berhenti jika tidak dihentikan oleh paman Teeran yang ikut-ikutan menceramahinya panjang.
Suyira meminta tolong ayahnya dengan mengedipkan mata.
Namun, paman Firye pura-pura tidak tau.
Dua jam kemudian datang paman Edsel, paman Eldard, Flyied dan Fordd.
Paman Fordd paling parah, dia membawa Forla bersamanya dan kami sama-sama kena marah hampir empat jam.
Aku hanya duduk di kursi yang sama hampir sepanjang hari.
Setelah semua pergi,
"Ayahh...jangan katakan apapun,"kataku saat melihat paman Firye menghampiriku
"Ayah.. hanya mau bertanya apakah kau lapar...makanan sudah disiapkan di dapur,"jawab paman Firye
****
Saat malam menjelang,
"Apa yang kau lihat ?"tanya paman Firye
"Bintang,"kata Suyira
"Apa yang kau harapkan ?"tanya paman Firye
"Ayah tau rupanya,"jawab Suyira
"Tentu saja ayah tau. Setiap orang melihat bintang pasti mengharapkan sesuatu. Apa harapanmu?"tanya paman Firye
"Tidak ada lagi yang menghilang karena menyelamatkanku,"jawab Suyira
Paman Firye terkejut dan memeluk bahunya.
****
"Kenapa kau tidak hampiri ?"tanya Eltader
__ADS_1
"Dia bersama ayahnya,"jawab Eldast
"Ada hal yang menggangguku dari dulu...Apa hubunganmu dengannya ?"tanya Eltader
"Apa maksudmu ?"tanya Eldast malu
"Kau menyukainya aku sudah tau bahkan lebih dari ituu..tapi kenapa kau bisa berkomunikasi dengannya bahkan tanpa seijinnya.. kalian belum punya ikatan,"kata Eltader
"Ituuu...,"jawab Eldast salah tingkah
Eltader langsung menebaknya
"Kau memiliki ikatan dengannya...tapi bagaimana caranya ?"tanya Eltader
"Aku mengajaknya ke pohon keramat dan aku membuat ikatan dengannya,"jawab Eldast
"Eldast..kau tau ini salah...,"bisik Eltader
Saat mereka mau beranjak dari pinggir hutan ini,
"Tunggu...katakan padaku yang kau ucapkan di pohon keramat,"kata Eltader
"Bukan hal penting,"jawab Eldast
"Eldast..kau tau kau tidak bisa membohongi kakakmu ini,"kata Eltader
"Kakak..sudahlah bukan hal yang penting,"jawab Eldast
Tiba-tiba Eldast tidak bisa berjalan dan hanya berdiri di tempatnya.
"Kakak,"teriak Eldast
"Katakan sekarang,"jawab Eltader
"Ikatan sehidup semati,"kata Eldast
"Apa kau sudah gila,"jawab Eltader marah
Eldast tidak pernah melihatnya semarah itu.
Eltader memberitahukan hal ini dengan bibi Ruuyist melalui telepati.
"Kak... Ibu seharusnya tidak perlu tau,"kata Eldast yang dipanggil ke kastil utama.
"Saat...saatnya tiba..agar kami tau mana yang harus kami selamatkan lebih dulu,"jawab Eltader meninggalkannya.
****
Hello readers
Trims yaa bagi yang masih mau membaca karyaku
__ADS_1
Terus nge like, vote dan komen
Trimss so much 😘😘😘