Pasak Bumi

Pasak Bumi
Hari Pertama CAMP HARMONY


__ADS_3

CAMP HARMONY


Tempatnya jauh dari sekolah perdjuangan


Menempuh waktu 10 jam


Hutan yang terawat, bersih dan rindang


Banyak sekali villa di sekitarnya


Ada jalan setapak menuju ke setiap villa


Udaranya dingin dan sejuk


"Akhirnya kita sampai juga ya kak,"kata Rory memegang tangan Ruby saat turun dari bus


"Adikku yang pintar. Akhirnya usahamu tidak sia -sia,"jawab Ruby sambil mengacak - acak rambut Rory


****


Rory hanya tertawa nyengir mengingat kejadian itu.


"Ibu sudah bilang...,"kata bibi Robben belum sempat menyelesaikan kalimatnya saat Rory tiba - tiba menutup mulutnya dengan tangannya


"Mama dengarkan Rory dulu,"jawab Rory mau mulai nangis lagi.


"Baiklah,"kata bibi Robben


"Bagaimana kalau kita melakukan ikat perjanjian kalau Rory ngingkar janji Rory tidak usah ikut sama sekali kegiatan di luar. Bagaimana ?"kata Rory memelas


Bibi Robben mondar mandir hampir setengah jam.


"Baiklah. Tapi ingat Rory sendiri yang mengucapkan dan Rory harus menepati. Oke,"kata bibi Sellen


"Oke,"kata Rory menyakinkan


****


"Ingat Ruby jaga baik - baik adikmu. Jangan sampai hilang,"kata Flay galak


"Baik, kak,"kata Ruby


"Kak, itu siapa ? Galak banget. Rory ga suka,"kata Rory berbisik


"Itu ketua kelas,"kata Rury


"Ohh pantasan,"kata Rory

__ADS_1


Ruby kelihatan bingung


"Soalnya di kelas Rory juga sama. Sama - sama galak,"kata Rory


Mereka tertawa cekikikan.


"Apa yang lucu ? Bagi - bagi dong,"kata Tommy


"Rahasia kakak adik,"kata Rory


"Isshh dahh... sejak kapan Rory jadi pelit dengan kak Tommy,"kata Tommy bertingkah seperti anak kecil


"Sejak sekarang,"kata Rory sebal


"Kok gitu sihh,"kata Tommy


"Nahh.. datang lagi khan,"kata Rory melihat dari jauh datang seorang anak perempuan mendekat


"Kak Tommy ....,"teriak Susi namun langkah Susi dihentikan oleh Angel.


"Lama - lama gendang telingaku rusak,"kata Tommy menutup telinganya


Rerast, Ruby dan Eldast tertawa tetapi Rory cemberut.


"Urusin tuuhh... dia sudah berusaha keras untuk bisa datang ke sini ... jangan sampai dia kecewa,"kata Rerast


"Kau tau ga dia sampai membujuk, memohon bahkan mentraktir makanan di kantin agar Angel mau ngajak dia,"kata Ruby


"Iyaa sihh tapi khan ga perlu juga kau membawa pasukan kakak kelas ke sini,"kata Rerast sebal


"Kenapa ? Ga mungkin khan.... kak Eltader saja yang datang. Mana mau dia kalau cuma sendirian ?"kata Eldast


"Iya. Tapi ini empat empatnya,"kata Rerast


"Bilang saja kau kesal karena dikerjain waktu awal masuk sekolah oleh Tarast,"kata Tommy


"Diam,"kata Rerast kesal


****


Kilasan masa lalu


"Ehh kamu. Anak baru ... tadi kamu yang protes kepanasan khan,"kata Tarast


"Iya,"jawab Rerast


"Keluar dari barisan sekarang.. maju ke depan,"kata Tarast

__ADS_1


Rerast maju ke depan tanpa memikirkan apapun


"Jadi, bagaimana ?"kata Tarast kepada teman - temannya


"Kau yang urus sana. Aku mau urus yang lain saja,"kata Ruyi sambil menggoyang- goyangkan tangannya


"Tapi jangan terlalu dikerjain. Anak perdana mentri satu - satunya,"kata Rinto berbicara di depan anak - anak baru yang lainnya.


Rerast sangat marah dan mengepalkan tangannya namun tetap diam


"Ikut kakak,"kata Tarast


Mereka berjalan di lorong - lorong kelas. Tiba - tiba berhenti di depan salah satu kelas.


"Pilih tempat dudukmu. Duduk disitu,"kata Tarast


Rerast yang tidak mengerti apapun mengikuti apa yang dikatakan Tarast


"Bagus sudah duduk. Tadi kau bilang kepanasan khan. Kalau disini dingin khan. Duduklah disini sendirian sampai kegiatan pengenalan sekolah berakhir,"kata Tarast langsung pergi.


Rerast sangat terkejut dan tiba - tiba air mata keluar dari matanya.


****


"Ehh jangan bertengkar dan memulai pertengkaran. Kalau sampai ada yang memulai angin bertiup, tanah bergerak, kebakaran hutan dan kepala orang sakit. Orang itu akan langsung dikeluarkan,"kata Flay menggunakan pengeras suara


"Mana mungkin ada angin bertiup, tanah bergerak... kalau yang lain mungkin sajaa.. contoh kau sering buat kepalaku sakit,"kata salah satu siswa yang menggunakan jaket warna merah


"Kurasa Flay masih jet lag turun dari bus,"kata temannya yang lain


"Jangan - jangan itu perumpamaan. Bukan ?"kata teman yang satunya lagi


"Bisa jadi. Pantesan nilai bahasanya gede,"kata temannya yang pake jaket merah


Mereka bertiga saling bergumam


"Ehh kalian akan sekamar denganku,"kata Flay menunjuk Ruby, Rory dan Rerast.


Rerast hampir menjatuhkan bawaannya. Ruby dan Rory saling melihat satu sama lain dan masuk ke kamar dengan gontai.


Tiba - tiba waktu Flay mau menyusul mereka masuk ke kamar,


"Kak, boleh aku sekamar dengan kak Tommy, ?"kata Susi berbicara dengan Flay


"Mimpimu. Kamarmu di ujung sana ... sama kakak kelas perempuan yang lain. Ingat yaa jangan terlalu centil selama di sini. Kalau tidak kukirim dirimu kembali pake paket kilat,"kata Flay


"Memangnya barang,"kata Susi mencicit

__ADS_1


"Eh kakak dengar. Cepat ke sana,"teriak Flay


Susi langsung lari dengan kecepatan kilat.


__ADS_2