Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kenyataan di Hutan Dark Forest


__ADS_3

"Besok kita akan menemuinya lagi,"kata Suyira


"Benarkah ?"jawab Celli


Suyira hanya menganggukkan kepala.


****


Mereka berjalan menggunakan jalur yang sama.


Mengendap - endap di malam hari.


"Apa yang kau bawa ?"kata Suyira


"Boneka,"jawab Celli


Suyira melihat boneka salju dengan warna mata yang sama dengan anak laki - laki itu.


"Bagus,"kata Suyira


"Kak, Bukankah kita bisa ketahuan jika seperti ini terus ?"jawab Celli


"Itulah yang kuharapkan,"kata Suyira


Perjalanan terasa mudah ke sana


Mereka menemui anak laki - laki itu dan berbincang dengannya.


"Ini kakak memberikan hadiah untukmu. Jadi jika saat malam hari kau kesepian peluk saja ini,"kata Celli


Anak laki - laki itu mengambilnya dan memeluknya.


"Bagaimana kabarmu hari ini ?"kata Suyira


"Baik, kak. Kami bermain tanam tadi,"jawab anak laki - laki itu senang


"Iya. Kakak juga pernah bermain tanam dan itu mengasyikkan,"kata Suyira teringat kenangan di kastil Dark Forest sambil tersenyum penuh arti


****


Kilasan masa kecil Suyira di kastil Dark Forest


"Tarik .. terusss tarikkk,"kata Bubu berteriak sekuat tenaga


"Susah.. benar - benar keras,"kata Suyira berusaha menarik sulur akar sampai terjengkang


Sementara itu, lawannya sebentar naik ke pucuk pohon


"Oii kalian lagi sedang apa.. baca mantra,"teriak lawannya dari atas


"Bukan lagi menghitung semut,"jawab lawan yang satunya lagi tertawa


Suyira kesal dan tiba - tiba sulur akar tadi ditariknya kuat sehinggga pohon yang dipanjat lawannya juga tumbang.

__ADS_1


"Akkhhhhh tolong...,"teriak lawannya panik


Mereka jatuh ke tanah. Untungnya tidak patah tulang hanya terluka. Mereka menangis.


"Siapa yang menang sekarang ?"kata Bubu


"Kalian .. hiks.. hiks.. aku... kuadukan ke ibuku,"kata lawannya tadi


"Adukanlah .. siapa takut.. khan memang harus kutarik jadi kutarik..,"jawab Suyira nantang.


****


Saat mereka menuju ke kastil utama.


Langkah mereka dihentikan oleh penjaga paman Coeli. Paman Coeli mendekati mereka.


"Kalian darimana ?"kata paman Coeli marah


"Mengunjungi kenalan,"jawab Suyira


"Anak dari ibu yang meninggal,"jawab Celli membela diri


"Kenapa harus diam - diam ?"kata paman Coeli


"Kalau kami bilang jika dia penghuni kastil Dark forest. Apakah paman mengijinkannya ?"jawab Suyira


"Bukan masalah penghuninya. Mereka tinggal di pelindung kedua,"kata paman Coeli


"Berarti paman tidak mengijinkan khan ? Kami gagal menyelamatkan ibunya karena itu kami menghiburnya"jawab Celli


"Sampai paman bisa memutuskannya. Aku akan berada di taman warmer,"jawab Suyira


Celli mengikuti Suyira dari belakang.


"Ikuti mereka dan kasih tau ke penjaga taman warmer soal kedatangan mereka,"kata paman Coeli


Penjaga paman Coeli mengikuti mereka dari belakang.


****


Saat Suyira masuk ke dalam labirin menuju ke tempat nyala api biru berada, Suyira bertemu dengan pemimpin penjaga taman warmer yang sedang duduk menghadap ke nyala api biru. Pemimpin itu terlihat sudah sepuh.


"Ada apa gerangan putri cantik ke sini ? Mau menemui paman ?"kata paman pemimpin menoleh ke arah Suyira


"Salah satunya,"jawab Suyira langsung memeluknya


"Ada yang bisa kubantu ?"kata paman pemimpin


"Paman, bolehkah aku meminjam tempat ini ?"jawab Suyira


"Silahkan. Tapi jangan terlalu lama. Nanti pamanmu datang,"kata paman pemimpin tersenyum jenaka.


"Okee,"jawab Suyira tersenyum

__ADS_1


****


Suyira duduk menghadap nyala api biru.


Sementara itu, Celli hanya melihat sekeliling taman yang berbentuk labirin itu.


Suyira memejamkan mata dan melakukan meditasi.


"Paman.. paman.. kau harus menjawab panggilanku. Dan berhentilah berpura - pura. Paman masih hidup khan... PAMAN...,"kata Suyira


Suasana hening dan sunyi di dalam taman Warmer.


Sementara itu, matahari menyinari kastil Eldester.


Ada sosok laki - laki bertudung sedang patroli di luar kastil.


Duduk di atas ranting pohon untuk bersembunyi.


Namun, kelihatan tidak cocok baginya karena tubuhnya yang jangkung.


"Kami tidak berpura - pura. Hanya kau yang tidak pernah memanggilku, anakku,"balas paman yang bertudung tadi


Suyira menghembuskan nafas


"Paman, bagaimana caranya paman bisa selamat ?" kata Suyira


"Kami hanya terluka tapi tidak pernah benar - benar mati,"jawab paman jangkung


"Lalu kenapa paman tidak kembali ?"kata Suyira


"Kami berada di kastilnya dan menjadi orangnya,"jawab paman jangkung


"Siapa yang menyuruh paman melakukan itu ? Pasti Ibuku,"kata Suyira


Suasana hening kembali terasa


"Iya. Tapi kami menyetujuinya. Bagaimana keadaanmu ?"jawab paman jangkung


"Baik. Paman, apakah paman tau bibi mencari paman ? Dia meninggal paman. Tinggal putra paman seorang diri,"kata Suyira


Suasana hening kembali terasa cukup lama.


"Suyira kita tidak bisa berkomunikasi terlalu lama,"jawab paman jangkung


"Paman jawab pertanyaanku satu lagi. Apakah paman gempal, kurus , dan kekar masih hidup dan bersama paman ?"kata Suyira


"Iya,"jawab paman jangkung


"Baiklah. Kita akan berkomunikasi lagi nanti,"kata Suyira


****


Suyira membuka matanya. Celli akhirnya tidak tahan berdiri terus, duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kakak, berkomunikasi dengan siapa ?"kata Celli


"Eldast,"jawab Suyira


__ADS_2